Tak Lelah Wujudkan Cita-Cita
Hari terus berganti. Setiap waktu terlewati, tergantikan waktu yang baru. Tanpa terasa, usia Dompet Dhuafa terus bertambah. Sejak didirikan 18 tahun lalu, hari ini perjalanan lembaga yang mendedikasikan diri untuk pelayanan dan kemanusiaan ini telah sampai penghujung tahun 2011. Selangkah lagi akan memasuki tahun baru, 2012.
Seorang tokoh Islam terkemuka, Imam Hasan Al Banna pernah mengatakan dalam syairnya, “Kenyataan hari ini adalah adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari.” Ungkapan yang sangat dalam untuk dihayati, mengajarkan tentang optimisme masa depan. Bahwa keberhasilan dan kebahagian di masa datang berawal dari mimpi, dan bergantung pada usaha kita mewujudkan mimpi-mimpi itu sendiri.
Sejak awal, Dompet Dhuafa mempunyai mimpi atau cita-cita tentang kondisi masyarakat Indonesia di masa akan datang, yakni kondisi masyarakat yang berdaya, makmur dan lepas dari kungkungan kemiskinan. Sebuah masyarakat yang mandiri dan sejahtera. Karena itulah, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Dompet Dhuafa selalu bekerja keras dengan mencari dan menciptakan terobosan-terobosan bagaimana ‘mimpi’ tentang masyarakat yang sejahtera hari ini, dapat terwujud suatu hari nanti di masa akan datang. Meskipun kehadiran Dompet Dhuafa disadari hanyalah sebagai titik kecil dari himpunan kekuatan sosial di tengah luasnya hamparan kemiskinan di Tanah Air.
Sepanjang tahun ini, banyak program yang sudah dilakukan. Misalnya saja Klaster Mandiri, sebuah terobosan di mana Dompet Dhuafa mengimplementasikan semua programnya di satu desa. Mulai dari membina para petani, memberikan bantuan sekolah gratis, program masyarakat mandiri, pemberdayaan peternak, lembaga keuangan mikro, dan program-program lainnya. Dompet Dhuafa juga menerima amanah wakaf sebuah sekolah Islam, Al-Syukro, meresmikan Institut Kemandirian, Pusat Data Kemiskinan, dan mematangkan pembangunan Zona Madina dan Rumah Sehat Terpadu (RST) bagi kaum fakir miskin yang akan diresmikan awal tahun depan. Dompet Dhuafa tetap melanjutkan bantuan kemanusian di berbagai daerah yang terlanda bencana. Bahkan jangkauan partisipasi kemanusiaan Dompet Dhuafa sampai menyentuh bumi Somalia dan Turki.
Penghimpunan zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF), dan dana sosial lainnya di tahun ini juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Bila tahun lalu penghimpunan ZISWAF mencapai Rp 135 miliar, maka tahun ini penghimpunan ZISWAF Dompet Dhuafa menembus Rp 200 miliar. Tentu jumlah ini bukanlah amanah yang ringan untuk ditransformasikan menjadi program-program pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan.
Berbagai program yang dibuat Dompet Dhuafa sepanjang tahun ini hakikatnya adalah rangkaian gerak dan langkah yang saling berpadu dari rangkaian di tahun-tahun sebelumnya, menuju terwujudnya satu ‘cita-cita’ mulia, yakni masyarakat yang terbebas dari kemiskinan.
Pergantian tahun adalah pengingat, bahwa usia perjalanan lembaga ini untuk mewujudkan visinya semakin bertambah, sementara jalan perjuangan menanggulangi kemiskinan di negeri ini masih memerlukan lebih banyak lagi cucuran keringat. Persoalan sosial kemanusiaan di bangsa ini masih teramat kompleks. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi bangsa ini untuk bisa lebih baik di tahun depan. Karena Dompet Dhuafa adalah bagian dari bangsa ini.
Semoga pergantian tahun ini semakin mengobarkan semangat dan optimisme kami untuk terus berpartisipasi mewujdkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Selamat menjalani tahun baru 2012. []





