Archive for January 2012

Cerita Peternak Mitra Dompet Dhuafa

SAWANGAN – Cuaca di Parung Bogor yang sering diguyur hujan tidak menghalangi Dika Kurniawan (21 thn) untuk berjualan ternak. Sejak pukul 06.00 pagi Dia sudah mangkal di Pasar Parung Bogor untuk menawarkan sembilan ekor kambing Jawa Randu dan enam ekor domba ekor tipis yang dibawanya.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa menjual dua ekor domba. Kalau tidak hujan biasanya bisa menjual lebih dari dua ekor,” kata Dika saat berkunjung ke Kantor Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa di Jalan Muchtar Raya No.17 Sawangan, Depok, Senin (30/01).

Dika mengatakan, domba ekor tipis laku terjual dibandrol dengan harga 850 ribu rupiah per ekor. Menurutnya, harga domba kambing di pasaran belum turun dan masih mengikuti harga pasar saat Idul Adha 1432 H. Biasanya tren harga domba kambing akan turun saat memasuki bulan Ramadhan.

“Harganya akan turun dari 35 ribu rupiah per kilo menjadi 27 ribu ruiah per kilo,” ujar Dika.

Dikatakannya, dalam sebulan rata-rata mampu menjual 30 ekor domba dan kambing. Dia biasa berjualan ternak tiap hari Senin, Rabu dan Jumat di Pasar Parung sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 11.00 siang.

Dika adalah salah satu mitra Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa di wilayah pemberdayaan Bogor, dan bergabung menjadi mitra Kampoeng Ternak sejak 2010. Menurutnya, sejak menjadi mitra binaan Kampoeng Ternak, banyak pengalaman yang didapat.

“Dulu saya nggak bisa nyuntik ternak, sekarang bisa. Jadi kalau ada ternak yang sakit bisa ditangani sendiri,” jelas pemuda yang tinggal di Desa Jampang Pulo RT 04 RW 03 Bogor ini.

Baginya, usaha ternak domba dan kambing adalah bisnis yang sangat menyenangkan. Apalagi saat jelang Idul Adha banyak permintaan ternak untuk kurban. Dia mengaku, saat Idul Adha tahun lalu mampu menjual ternak sebanyak 100 ekor domba kambing.

“Rezeki Allah yang mengatur,” ungkap Dika yang menggeluti usaha ternak domba kambing sejak 2005 ini.

Saat ini Dia fokus pada usaha pembibitan dan bakalan karena usaha ini tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Menurutnya usaha penggemukan ternak biayanya lebih mahal.

Walau usaha ternaknya masih tergolong kecil, namun Dia bercita-cita ingin menjadi peternak sukses. “Yang penting tau ilmu dan pengalaman,” imbuhnya. [cip].

“Kinerja Zakat dalam Penanggulangan Kemiskinan di Tahun 2011”

“Dana zakat yang dikelola melalui program pendayagunaan yang sistematis dan terpola terbukti mampu mengurangi beban hidup masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan”

Setidaknya demikian yang tergambar dalam penelitian yang dilakukan oleh IMZ pada tahun 2011 dalam memotret kinerja distribusi zakat dari 16 lembaga pengelola zakat yang tersebar di 6 wilayah, yaitu Jabodetabek, Kota Padang, Kota Yogyakarta, Surabaya, Samarinda serta Balikpapan.

IMZ sebagai lembaga riset kajian pada bidang kemiskinan dan pengembangan model-model pemberdayaan masyarakat, untuk kesekian kali kembali melakukan survey tahunan yang dilakukan pada periode April hingga Oktober 2011. Riset ini berusaha memotret perubahan kondisi tingkat kesejahteraan para penerima zakat yang berjumlah 10.806 Rumah Tangga penerima manfaat dari 16 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Melalui pendekatan simple random sampling kemudian diperoleh sampel sebanyak 1.639 Rumah Tangga (RT) miskin berdasarkan standar garis kemiskinan yang ditetapkan BPS.

Penelitian ini sekali lagi menemukan bukti empirik bahwa penyaluran dana zakat melaui OPZ mampu mengurangi jumlah kemiskinan mustahik sebesar 21,1 persen. Sementara dari sisi kedalaman kemiskinan, pendistribusian zakat dapat memperkecil jurang kemiskinan yang menandakan bahwa selisih rata-rata pendapatan rumah tangga mustahik dengan garis kemiskinan semakin rendah yaitu dari semula Rp.326.501,01 menjadi Rp.318.846,15. Implikasi positif lainnya yaitu keparahan kemiskinan yang dapat dikurangi sebesar 25 hingga 30 persen. Maka tak heran, dengan berbagai program yang dilakukan, lembaga zakat di Indonesia mampu mempercepat waktu proses keluarnya (time to exit) RT miskin dari garis batas kemiskinan hingga 1,9 tahun.

Kedepannya, pemerintah dengan kewenangan sebagai regulator harus lebih memotivasi dan memperkuat pengelolaan zakat, serta dana sosial keagamaan lainnya, agar kerja-kerja lembaga zakat di Indonesia kedepannya lebih memiliki daya dampak yang lebih.

“No Need to Feel Inferior for Having Leprosy in the Past”

Unlike other ex leprosy patients, Binti Khofifah, the young girl’s name, felt confident about what she used to experience.

She was born in 1980, got leprosy in early 2000, and clarified as completely healed in the middle of 2001. In the beginning of her disease, Khofifah, now a staff of a humanity-NGO, didn’t use to worry or feel inferior. Actually she had just started her study at a state university in Surabaya, East Java.

“I didn’t feel anything special when diagnosed with leprosy, because I didn’t really understand what leprosy was. I wasn’t down either, since many friends and my family gave their supports,” Khofifah told Dompet Dhuafa, Thursday (1/26)

After a year treatment as outpatient in a hospital in Surabaya, her recovery was confirmed.

With her condition improvement, Khofifah felt her call to contribute more by giving encouragement to the grieving leprosy patients. After finishing a 3-year study in the state university in Surabaya, she often shared her leprosy experiences in a hospital in Kediri area, East Java.

“We must give encouragement to leprosy sufferers to retain their feeling of serviceability in the society. As a former leprosy patient, I have to share my experiences to help them hold out,” she added.

Khofifah hoped that the government paid more attention to leprosy patients and ex patients, who are currently given tepid attention by the state.

The woman who was continuing education in a state university in Depok also requested the government to treat leprosy patients fairly.

“I hope the government gives equal opportunity to patients and ex patients. Let them participate in every aspect,” said Khofifah, who also wished leprosy patients would not have to seek treatment in a specific leprosy hospital. [nes]

Pages:1234567891011121314Next »