Dompet Dhuafa-YARSI Siap Berdayakan Desa Nelayan Tanjung Pasir
JAKARTA-Dompet Dhuafa bersama Yayasan YARSI bergandengan tangan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang.
Niat tersebut dinyatakan ke dalam bentuk Nota Kesepahaman yang ditandatangani antara Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ismail A Said dan Ketua YARSI, Prof.DR. Jurnalis Uddin PAK di Ruang Rapat Senat Akademik Universitas YARSI, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (6/8).
Prof Jurnalis dalam sambutannya mengatakan bahwa usaha pemberdayaan yang dilakukan tersebut merupakan dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat masyarakat. “Hal ini terkait dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Prof Jurnalis.
Prof Jurnalis menambahkan bahwa pihaknya merasa tertarik dengan Dompet Dhuafa karena konsep yang digunakan adalah membumi, dalam arti berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Saya lihat konteks yang digunakan Dompet Dhuafa itu adalah membumi dan konkrit,” tambah Prof Jurnalis.
Dalam Kesempatan yang sama, Ismail A. Said, Presiden Direktur Dompet Dhuafa sangat menyambut baik program kerjasama dengan Yayasan YARSI. Menurutnya, “ini adalah kerjasama yang pertama kali dengan universitas.” Ismail berharap dengan adanya kerjasama ini semakin banyak masyarakat yang dhuafa itu dapat terbantu dan menjadi mandiri nantinya.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan langkah lanjutan dari MOU (Memorandum of Understanding) yang disepakati pada Senin (29/5). Bantuan yang dikucurkan YARSI dalam program ini adalah sebesar Rp. 543 juta.
Program Desa Mandiri merupakan program pemberdayaan masyarakat terpadu yang dijalankan antara Dompet Dhuafa bersama Yayasan YARSI dengan sasaran 100 KK (Kepala Keluarga) di daerah Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.





