Dompet Dhuafa Layani Kesehatan Pengungsi Rohingya
RANONG, THAILAND – Tim Indonesia Aid Dompet Dhuafa memberikan layanan kesehatan bagi pengungsi etnis minoritas Rohingya yang mendiami ‘kamp” pengungsian di Provinsi Ranong, Thailand Selatan yang berbatasan dengan Myanmar, Ahad (12/8).
Di wilayah yang berjarak delapan jam perjalanan darat dari Bangkok ini terdapat puluhan keluarga etnis minoritas Rohingya yang berpindah sejak lama. Ketua Tim, Iskandar Darussalam menjelaskan, Ribuan muslim Rohingya tersebar di berbagai wilayah di Thailad, sebagian besar harus mengendap-endap selama puluhan tahun agar tidak tertangkap aparat.
“Kadang mereka menjadi lahan pemereasan aparat Thailand, mereka diminta membayar sejumlah uang agar tidak tertangkap,” cerita Iskandar. Di Bangkok, kata Iskandar, banyak warga Rohingya yang tinggal di bedeng-bedeng sempit, ada pula yang tinggal di masjid-masjid yang didirikan oleh muslim Thailand.
Nasib, pengungsi Rohingya di Ranong pun tak jauh berbeda, meski pemerintah setempat mengeluarkan identitas khusus bagi pengungsi yang telah tinggal lebih dari lima tahun, itu pun harus membayar sebesar THB 5 ribu – THB10 ribu, mereka tidak diperkenankan keluar kota dan mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang terbatas.
“Selain layanan kesehatan dan obat, kami juga memberikan bantuan sembako kepada para pengungsi,” tukas Iskandar.
Dompet Dhuafa bersama-sama lembaga kemanusiaan lainnya yang tergabung dalam Indonesia Aid memberangkatkan sejumlah relawan yang terdiri dari tenaga medis dan professional ke sejumlah pusat konsentrasi pengungsi Rohingya di berbagai negara.





