BOGOR – Memasuki tahun kedua program Klaster Mandiri Zona Madina Bogor, Dompet Dhuafa menggelar workshop yang menghadirkan multistakeholder. Workshop ini menjadi ajang evaluasi sekaligus mencari masukan bagi pengembangan program yang menggarap aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan.
Dompet Dhuafa menjalankan program Klaster Mandiri Zona Madina di kawasan Zona Madina Desa Jampang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor sejak awal 2011. Program menjangkau desa-desa sekitar kawasan tersebut dengan menyentuh bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan. Workshop Evaluasi Program ini digelar di Aula Lembaga Pengembangan Insani Bogor, Selasa (10/4). Hadir beberapa instansi Pemda Bogor sebagai narasumber workshop guna menjadi mitra diskusi tentang pengembangan Zona Madina dan Klaster Mandiri, yaitu Dinas Perindagkop, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian.
Bupati Bogor Rahmat Yasin melalui risalah yang dibacakan Iskandar Zulkarnaen dari BAPPEDA memberikan apresiasi akan kehadiran Program Klaster Mandiri Zona Madina di wilayah yang dipimpinnya.
“Zakat, infak dan sedekah memberikan kesan bahwa meningkatkan kualitas hidup masyarakat bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah. Ini bisa menjadi contoh dari organisasi nirlaba lainnya, hingga kemiskinan bisa diminimalisir,” kata Rahmat Yasin.
Menurut Bupati, Program Klaster Mandiri merupakan terobosan yang efektif untuk keadilan ekonomi dalam bingkai kehalalan dan keberkahan. Penyelenggaraan workshop ini diharapkan memberikan dukungan pada program untuk menguatkan komitmen bersama. Program yang memiliki perspektif dan unggul, lanjutnya, tidak hanya terhenti sebagai konsep jika tidak diimbangi secara langkah konkret. Dan, hal ini bisa dijadikan agenda bersama.
“Dengan prinsip terpadu, Dompet Dhuafa berhasil membangun kawasan Zona Madina yang berdaya saing bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” pungkas Rahmat Yasin.
Sementara, Direktur Program Dompet Dhuafa Muhammad Thoriq menjelaskan, setelah menginjak usia 19 tahun, Dompet Dhuafa berusaha menyejahterakan orang yang tidak mampu. Langkah ini di antaranya melalui program Klaster Mandiri yang di antaranya dijalankan di desa-desa sekitar Zona Madina.
“Kekuatan kami di program ada empat: kesehatan, pendidikan, kebencanaan, dan ekonomi. Dompet Dhuafa ingin menyatukan program-program dalam satu zona.
Klaster sementara ada di lima wilayah, Bogor, Blora, Kulon Progo, Lebak dan Bantaeng. Program ini adalah milik bersama. DD hanya sebagai perantara. Pijakan kita tentu prinsip bekerja berjamaah itu lebih baik daripada bekerja sendiri. Sama halnya Dompet Dhuafa, program ini ada karena dukungan dari bapak ibu semua,” papar Muhammad Thoriq di depan sekitar 100 orang peserta workshop.