Berita Dompet Dhuafa

April 18, 20121 year ago

Munas FOZ ke-6 Resmi Dibuka

SEMARANG – Asosiasi organisasi pengelola zakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) untuk keenam kalinya menggelar Musyawarah Nasional (Munas). Acara yang berlangsung selama tiga hari ini berlangsung di Hotel Gumaya, Semarang, 17-19 April 2012.

Acara yang akan memilih pemimpin baru FOZ ini diawali dengan seminar “Peran UU Zakat dalam Menata Masa Depan Zakat Indonesia” yang menghadirkan Prof. Didin Hafidhuddin dan Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Azyumardi Azra, Selasa (17/4).

Agenda Munas ke-6 FOZ ini menjadi penting mengingat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) bersama Pemerintah mengesahkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat akhir tahun lalu. Melalui Munas ini akan ditentukan arah kelembagaan FOZ ke depan setelah diundangkannya UU No.23 ini.

“Apakah dengan lahirnya UU Zakat yang baru ini FOZ akan repositioning, atau tetap seperti kelembagaan yang ada sekarang ini,” ungkap Ketua Umum FOZ, sebagaimana dalam siaran pers yang diterima Dompet Dhuafa, Rabu (18/4).

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa ini menambahkan, acara Munas ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturrahim dan ukhuwah antarpegiat zakat, pemerhati, akademisi dan masyarakat zakat Indonesia.

“Forum ini menjadi penting ini karena akan memutuskan hal-hal strategis bagi perkembangan zakat di Indonesia dan memilih kepengurusan baru Forum Zakat,” pungkas Ahmad.


April 16, 20121 year ago

Dompet Dhuafa Resmikan Kantin Sehat Zona Madina

BOGOR – Minggu, (15/4) Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Hypermart meresmikan program Kantin Sehat Zona Madina.  Acara yang berlangsung di pelataran Rumah Sehat Terpadu (RST), Jl. Raya Parung-Bogor km 42 Desa Jampang Parung-Bogor ini dibuka dengan penampilan kesenian bela diri pencak silat dari tim silat Satria Muda Desa Jampang Bogor.

Dibentuknya Kantin Sehat Zona Madina ini bertujuan untuk menjadi model pembudayaan ekonomi bagi para pedagang kecil agar tidak merusak lingkungan seperti menggunakan badan-badan jalan yang notabene digunakan untuk umum. “Yang kita ciptakan ini adalah suatu model yang diharapkan pada nantinya akan banyak lagi lembaga yang meniru seperti ini,” ucap Presiden Direktur Dopet Dhuafa, Ismail A. Said dalam sambutannya.

Untuk saat ini Kantin Sehat Zona Madina dikelola oleh 12 pedagang mitra binaan Masyarakat Mandiri Dompet duafa, mereka adalah orang-orang pilihan yang sebelumnya telah lolos seleksi dan profesional di masing-masing menu yang ditekuninya.

Dalam kesempatan tersebut para pedagang juga mengucapkan ikrar mitra di hadapan para tamu undangan yang berketepatan hadir. Kemudian Kantin Sehat Zona madina resmi dibuka secara simbolis dengan pemotongan pita serta penyematan topi kepada mitra  oleh jajaran Direksi Dompet Dhuafa dan  para pejabat daerah setempat.

Selanjutnya  pedagang mitra binaan Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa dibekali motivasi oleh direktur Social Entrepreneurship Academy Dompet Dhuafa, Zainal Abidin. Dalam hal ini mereka diberikan tips dan trik untuk menjadi pengusaha yang sukses. Dwi, pedagang sate Kantin Sehat Zona Madina mengaku senang sekali dengan adanya program ini. Pasalnya sebelum masuk anggota mitra Dwi dan suami sempat mengalami kebangkrutan dalam usahanya. “Alhamdulillah saya senang sekali karena program ini bisa membantu perekonomian saya dan keluarga yang awalnya berpenghasilan minim ,” tutur ibu satu anak ini.

Selain kantin sehat, di sudut lain panitia juga menggelar lapak untuk kegiatan pasar rakyat.  Di penghujung acara para tamu  undangan dan peserta diberikan kupon gratis makan dan minum di kantin yang baru saja diresmikan tersebut. Di antara menu yang dapat dijumpai di sini ada nasi uduk, soto ayam, nasi goreng, sate , sop buah dan lain-lain.

April 11, 20121 year ago

Klaster Mandiri Zona Madina Gelar Workshop Evaluasi

BOGOR – Memasuki tahun kedua program Klaster Mandiri Zona Madina Bogor, Dompet Dhuafa menggelar workshop yang menghadirkan multistakeholder. Workshop ini menjadi ajang evaluasi sekaligus mencari masukan bagi pengembangan program yang menggarap aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan.


Dompet Dhuafa menjalankan program Klaster Mandiri Zona Madina di kawasan Zona Madina Desa Jampang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor sejak awal 2011. Program menjangkau desa-desa sekitar kawasan tersebut dengan menyentuh bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan. Workshop Evaluasi Program ini digelar di Aula Lembaga Pengembangan Insani Bogor, Selasa (10/4). Hadir beberapa instansi Pemda Bogor sebagai narasumber workshop guna menjadi mitra diskusi tentang pengembangan Zona Madina dan Klaster Mandiri, yaitu Dinas Perindagkop, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian.


Bupati Bogor Rahmat Yasin melalui risalah yang dibacakan Iskandar Zulkarnaen dari BAPPEDA memberikan apresiasi akan kehadiran Program Klaster Mandiri Zona Madina di wilayah yang dipimpinnya.


“Zakat, infak dan sedekah memberikan kesan bahwa meningkatkan kualitas hidup masyarakat bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah. Ini bisa menjadi contoh dari organisasi nirlaba lainnya, hingga kemiskinan bisa diminimalisir,” kata Rahmat Yasin.


Menurut Bupati, Program Klaster Mandiri merupakan terobosan yang efektif untuk keadilan ekonomi dalam bingkai kehalalan dan keberkahan. Penyelenggaraan workshop ini diharapkan memberikan dukungan pada program untuk menguatkan komitmen bersama. Program yang memiliki perspektif dan unggul, lanjutnya, tidak hanya terhenti sebagai konsep jika tidak diimbangi secara langkah konkret. Dan, hal ini bisa dijadikan agenda bersama.


“Dengan prinsip terpadu, Dompet Dhuafa berhasil membangun kawasan Zona Madina yang berdaya saing bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” pungkas Rahmat Yasin.


Sementara,  Direktur Program Dompet Dhuafa Muhammad Thoriq menjelaskan, setelah menginjak usia 19 tahun, Dompet Dhuafa berusaha menyejahterakan orang yang tidak mampu. Langkah ini di antaranya melalui program Klaster Mandiri yang di antaranya dijalankan di desa-desa sekitar Zona Madina.


“Kekuatan kami di program ada empat: kesehatan, pendidikan, kebencanaan, dan ekonomi. Dompet Dhuafa ingin menyatukan program-program dalam satu zona.

Klaster sementara ada di lima  wilayah, Bogor, Blora, Kulon Progo, Lebak dan Bantaeng. Program ini adalah milik bersama. DD hanya sebagai perantara. Pijakan kita tentu prinsip bekerja berjamaah itu lebih baik daripada bekerja sendiri. Sama halnya Dompet Dhuafa, program ini ada karena dukungan dari bapak ibu semua,” papar Muhammad Thoriq di depan sekitar 100 orang peserta workshop.


Pages:« Prev12...140141142143144145146...260261Next »