Manajemen Bencana Nasional
50 Pedagang di Merapi Ikuti Pendampingan Usaha
SLEMAN– Sebanyak 50 pedagang dan pengusaha mikro yang tinggal di lereng Merapi mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Dompet Dhuafa Jogja di Kantor Kecamatan Pakem, Sleman, Rabu (22/2). Mereka merupakan penerima manfaat program Madrasah Ekonomi Dhuafa (Sakofa) yang berasal dari wilayah terparah yang terkena dampak letusan Gunung Merapi, seperti Pakem, Turi, dan Cangkringan.
Dalam pelatihan itu para pedagang dan pengusaha mikro mendapatkan up-grading motivasi oleh Dosen STIM YKPN, Sri Ekanti Sabardini, serta pembekalan manajemen usaha yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Adi Irawan.
Direktur Dompet Dhuafa Jogja, Ahmad Paryanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Sakofa merupakan salah satu program recovery pascaerupsi merapi bagi warga yang menjadi korban. “ Program recovery yang kami jalankan diantaranya pembangunan 115 Rumah Tumbuh, bantuan 20 ekor sapi dan beberapa program lain. Sakofa merupakan salah satu program recovery untuk memulihkan kondisi perekonomian masyarakat pasca erupsi Merapi.”
Ahmad Paryanto menambahkan, tujuan digulirkannya program Sakofa adalah meningkatkan kesejahteraan korban erupsi merapi melalui usaha mikro. “Oleh karenanya, dana titipan masyarakat ini kami gulirkan dengan model Qard al Hasan (pinjaman lunak-red) berbasis hibah, dengan tujuan agar peserta termotivasi untuk mengembangkan usahanya masing-masing,” jelasnya.
Sakofa merupakan program pemberdayaan masyarakat bidang ekonomi dengan memberikan bantuan modal serta pendampingan usaha kepada para pedagang dan pengusaha mikro. Khusus untuk program Sakofa bagi warga lereng Merapi, telah dimulai pada Juli 2011 dan akan berakhir pada Juni 2012. Jumlah total pengguliran dana masyarakat untuk program ini sebesar Rp 75 juta. Dana itu diserahkan kepada masyarakat untuk tambahan modal sebesar Rp 42 juta, dan sisanya untuk proses pembinaan dan pendampingan.
Sementara itu, Camat Cangkringan, Subagya, MM,. dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih atas kepedulian masyarakat luas terhadap bencana erupsi Merapi. “Terimakasih kepada Dompet Dhuafa yang telah menjalankan berbagai program mulai dari tanggap darurat sampai recovery. Semoga program Sakofa dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang sempat terpuruk karena erupsi Merapi”.
Salah satu penerima manfaat program Sakofa, Aris Kunandar (36) yang mempunyai usaha bengkel las mengungkapkan program ini membantu pengembangan usahanya. “Omset saya meningkat hampir 20 persen tiap bulannya,” ungkapnya.
Sebelumnya, pasca erupsi merapi, usaha bengkel Aris megaku hanya bisa menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1,5 juta. Setelah 6 bulan mengikuti program Sakofa, keuntungannya meningkat hingga Rp 1,7 juta per bulan. “Secara jumlah memang belum terasa besar, tapisaya merasa ilmu saya semakin bertambah setelah ikut program ini,” katanya.
DMC Dompet Dhuafa Bantu Korban Puting Beliung di Pulau Seribu
Pulau Seribu-Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa membantu masyarakat korban angin puting beliung di pesisir Pulah Kelapa, Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Bersama masyarakat di daerah tersebut DMC membangun rumah tempat tinggal sementara.
“Beberapa rumah penduduk di sana rusak parah, DMC ikut ambil bagian bergotong royong dengan masyarakat untuk membenahi. Material yang masih bagus dan bisa dipakai kita gunakan,” kata Iskandar Darussalam Kepala Divisi Respon Bencana DMC Dompet Dhuafa.
Pekan lalu, tepatnya Rabu (25/1) dua kelurahan di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu diterjang angin putting beliung. Sedikitnya 555 rumah warga rusak, sekitar 280 di antaranya terdapat di Pulau Kelapa. Sebanyak 25 rumah rusak berat, 106 rumah rusak sedang, dan 149 rumah rusak ringan.
Sedangkan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, saat ini tercatat sebanyak 2.655 orang yang menjadi korban di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.600 orang berasal dari Pulau Harapan. []
Pos Siaga Banjir DMC Dompet Dhuafa 2012
Di Awal 2012 ini curah hujan di Indonesia cukup tinggi. Beberapa daerah di tanah air kini telah mengalami banjir. Disaster Managemen Center (DMC) Dompet Dhuafa menyikapi hal itu dengan mendirikan Pos Siaga Banjir 2012 di sejumlah propinsi.
Berikut daftar Pos Siaga Banjir tersebut dan nomer telepon yang bisa dihubungi :
1. Solo, Jawa Tengah (085714072373)
2. Merapi, Magelang, Jawa Tengah (0819 0386 9464)
3. Bromo, Jawa Timur (0813 5800 5858)
4. Brebes, Jawa tengah (087829484073)
5. Sleman, Yogyakarta (0812 2717 0579)
6. Kalimalang,Jakarta Timur (081310313493)
7. Kali Sunter, Jakarta Timur (0813 8178 5388)
8. Kali Ciliwung, Jakarta Timur (021 80874168)
9. Bidara Cina, Kramat Jati, Jakarta Timur (0818 0722 6485)
10. Kali Angke, Jakarta barat (021.94062617)
11. Ciledug, Tangerang (0812 8882 4479)
12. Sungai Ciliman dan Cilember, Pandeglang (08180637000)
13. Sungai Sidurian, Balaraja,Banten (085285232300)
14. Sungai Ciujung, Ciberang, Lebak, Banten (081906057694)





