Pendayagunaan ZISWAF
Dompet Dhuafa Serukan Lembaga Kemanusiaan Seluruh Dunia Bantu Somalia
Jakarta, Memasuki Ramadhan ini Somalia yang dilanda kekeringan panjang akibat perubahan iklim telah memasuki tahap kritisnya. Ribuan Orang mengungsi dari Somalia dan puluhan orang meninggal dunia setiap harinya. Banyak berita merilis bencana di Somalia ini. PBB juga telah memberikan banyak data tentang bencana kelaparan yang terbesdar sepanjang tahun ini. OKI dan sejumlah negara Islam telah memulai memberikan bantuan ke Somalia.
Dompet Dhuafa mengimbau seluruh lembaga kemanusiaan di seluruh dunia untuk membantu korban kelaparan di Somalia. Hal ini disampaikan oleh Moh. Arifin Purwakananta, Direktur Komunikasi dan Pengalangan Sumberdaya Dompet Dhuafa. Arifin mengajak semua lembaga kemanusiaan menaruh perhatian kepada masalah besar ini. Untuk itu lembaga kemanusiaan dapat berinisiatif memberikan bantuan ke Somalia baik dengan dilakukan oleh lembaga kemanusiaan melalui jalur jalur yang dimiliki maupun berkolaborasi bersama lembaga dunia maupun PBB. Dompet Dhuafa serentak akan menyerukan ini melalui kegiatannya di bebagai negara seperti Indonesia, Hongkong, Australia, Jepang dan Korea untuk dapat menghimpun dana bantuan bagi rakyat Somalia yang dilanda kelaparan.
Dompet Dhuafa saat ini melakukan kolaborasi dengan berbagai donor dan perusahaan untuk program bantuan kelaparan Somalia ini. Bantuan masyarakat untuk Somalia dapat disampaikan melalui rekening Dompet Dhuafa. Untuk Informasi dapat menghubungi telepon 021 7416050.
“Sedekah Pohon” dan Harapan Kebangkitan Kaum Miskin
SEULAS senyum mengembang dari bibir Safruddin Hanasi (35). Pria asli Gorontalo ini berulangkali memandangi tanaman Jati Emas dan Kakao yang tumbuh segar di sela-sela pohon pinus di Desa Pontolo, Kwandang, Gorontalo Utara, Propinsi Gorontalo. Tangannya menggenggam buah pala yang dipetiknya dari tempat yang sama. Di area ini tumbuh 2641 buah aneka tanaman produkti yang dikelola bersama 32 warga lokal yang notabene warga miskin. Setiap dari mereka menjadi perawat atas tanaman-tanaman itu dengan insentif Rp 100.000 rupiah setiap bulan selama 2 tahun. Harapannya, tidak lama lagi ketika kayu dan buah-buah bernilai mahal itu dipetik, mereka akan segera mendapatkan peningkatan penghasilan dan selanjutnya menanam lagi, begitu seterusnya.
Safruddin dulunya adalah Pemuda Teladan tingkat Provinsi Gorontalo yang belajar tanaman Jati Emas ketika mengikuti Program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi ke Ambarawa, Jawa Tengah, tahun 1995 silam. Kembali ke Gorontalo, dirinya langsung menanami lahan-lahan tidur milik warga desa yang dibiarkan kosong. “Saya bagi hasil dengan warga pemilik tanah. Kelak kalau sudah panen, mereka akan diberikan bagian hingga setengah,” katanya berujar.
Lain halnya Mulhat Ali Nur (40), seorang pengasuh Pondok Pesantren bernama Fajrul Karim di daerah Ciomas, Banten. Pria lulusan salah satu Universitas di Yaman ini mengasuh sekitar 30 orang anak santri penghafal Al-Quran yang berasal dari keluarga miskin. Di Pondok Pesantren gratisnya itu, dia juga menanam ratusan pohon Mangga yang saat ini sudah mulai berbunga. Sejak 8 bulan lalu, setiap bulan selama 2 tahun kedepan Mulhat Ali Nur dan santrinya mendapatkan insentif atas perawatan Mangga-Mangga tersebut. “Selanjutnya jika kelak Insya Allah panen, kami akan bisa hidup dari hasil panen ini,” ungkapnya.
Di Banten, selain di Ciomas, masih ada dua tempat serupa masing-masing di daerah Cilegon dan Serang. Di Jawa Barat, lokasi serupa juga ada di Cileungsi dan Cianjur. Sementara di Sulawesi, selain Gorontalo, ada di Bone (Sulawesi Selatan) dan Kendari (Sulawesi Tenggara). Puluhan keluarga miskin diberikan bibit pohon produktif secara gratis, diberikan insentif perawatan selama 2 tahun dengan harapan setelah itu mereka semua mandiri dan bisa berdikari dari hasil panen buah atau penjualan kayu tersebut.
“Sedekah Pohon”, demikian nama program tersebut. Ide dasarnya sederhana, yakni bagaimana membuat program pemberdayaan keluarga tidak mampu berbasis penghijauan. Program ini juga adalah jembatan bagi para orang kaya di kota-kota besar yang ingin menanam namun tidak mampu mewujudkan karena tidak ada lahan dan tidak bisa merawat. Dengan “Sedekah Pohon”, si kaya di kota cukup berdonasi 100 ribu untuk sebatang pohon produktif plus perawatan selama 2 tahun.
“Pohon yang dipilih diantaranya adalah pohon buah berkayu dengan jangka berbuah pendek, seperti belimbing dan mangga,” terang M. Arifin Purwakananta, Direktur Penghimpunan Dompet Dhuafa yang kala itu masih menjabat Direktur Program yang membidani lahirnya Program Sedekah Pohon.[akhsin]
Warung Anak Sehat Bersama Sari Husada di Sukabumi
SUKABUMI—Sukabumi adalah salah satu daerah di Indonesia yang masih banyak mengalami kejadian gizi buruk. Bekerja sama dengan PT Sari Husada, Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa memulai program Warung Anak Sehat di daerah Kabupaten Sukabumi. Program ini di antaranya berusaha memberikan kontribusi dalam kesehatan anak-anak yang rawan mengalami kejadian gizi buruk.
Debut program ini dimulai di Bidaracina Jakarta Timur dan Warung Belong Jakarta Barat. Menyasar wilayah perdesaan, program menggarap wilayah Kecamatan Kadudampit dan Cisaat, Sukabumi. Sebagai langkah awal, tim program menempatkan seorang pendamping dan merekrut para kader Ibu Warung Anak Sehat. Para kader yang terdiri para ibu kader Posyandu ini pun diberikan sebuah training selama tiga hari, yaitu Pelatihan Ibu Warung Anak Sehat.
Pelatihan yang berlangsung di Kadudampit 12-14 April 2011 ini mengajak para peserta agar menguasai peran sebagai kader Ibu Warung Anak Sehat. Para kader diberikan materi di antaranya Menjadi Pengusaha Sukses, Mandiri dengan Warung Retail, Keuangan Mikro Syariah, dan berbagai materi yang menunjang peran dan fungsi sebagai kader Ibu Warung Anak Sehat.
Program pemberdayaan di daerah ini tak hanya menyiapkan para kader, namun juga direncanakan menyiapkan beberapa bangunan warung yang menyediakan berbagai produk yang mendukung terjaminnya kesehatan anak, penguatan Posyandu dan berbagai program penguatan kesadaran akan kesehatan dan gizi bagi anak.[Hery D. Kurniawan]







