<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zakat -  Infak - Sedekah - Kemanusiaan Terpercaya By. Dompet Dhuafa &#187; Peternakan Sosial</title>
	<atom:link href="http://www.dompetdhuafa.org/category/peternakan-sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dompetdhuafa.org</link>
	<description>Zakat -  Infak - Sedekah - Kemanusiaan Terpercaya By. Dompet Dhuafa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 May 2013 04:06:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Moenir, Sepenuh Hati Dampingi Peternak</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2012/10/31/moenir-sepenuh-hati-dampingi-peternak/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2012/10/31/moenir-sepenuh-hati-dampingi-peternak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 08:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=13942</guid>
		<description><![CDATA[Telepon genggam Moenir (34) tak berhenti berdering pada malam takbir Idul Adha 1433 Hijriyah pekan lalu di rumahnya, Merakukak, Tuban, Jawa Timur. Jemarinya sibuk memencet tombol telepon membalas pesan singkat. Berurang kali, ia pun harus menerima berbagai panggilan masuk. “Ini sudah biasa. Kegiatan saya setiap momen idul kurban. Memastikan segalanya dipersiapkan secara maksimal untuk pelaksanaan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Telepon genggam Moenir (34) tak berhenti berdering pada malam takbir Idul Adha 1433 Hijriyah pekan lalu di rumahnya, Merakukak, Tuban, Jawa Timur. Jemarinya sibuk memencet tombol telepon membalas pesan singkat. Berurang kali, ia pun harus menerima berbagai panggilan masuk. “Ini sudah biasa. Kegiatan saya setiap momen idul kurban. Memastikan segalanya dipersiapkan secara maksimal untuk pelaksanaan kurban,” ujarnya.<span id="more-13942"></span></p>
<p>Kendati saat itu jarum jam dinding menujuk angka 23.30, raut wajah pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini tak terlihat layu.  Padahal, ia meninjau domba dan kambing di berbagai kandang peternak sejak pagi hari. Ia mesti memastikan kembali spesifikasi domba dan kambing yang bakal disembelih agar sesuai dengan aturan Islam dalam berkurban. “Yang paling utama adalah sehat dan tidak cacat,” katanya.</p>
<p>Aktivitas Moenir tersebut tak lepas dari tanggung jawabnya selaku pendamping peternak dalam program pemberdayaan peternak Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa. Sejak 2009 silam, ia mendampingi para peternak anggota Koperasi Sera Usaha  (KSU) Bina Peternak Mandiri, Tuban.</p>
<p>Idul Adha adalah momen paling sibuk Moenir sebagai pendamping. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. “Mulai dari pencarian lokasi distribusi sampai koordinasi dengan para peternak dalam memilih ternak,” jelasnya.</p>
<p>Para peternak dampingan Moenir berjumlah 50 orang yang terdiri dari empat kelompok ternak, yakni kelompok Ternak Marga Sejahtera , Sumber Rezeki, Sumber Makmur, dan Barokah. Mereka mendapatkan pemberdayaan intensif dalam dunia peternakan.</p>
<p>Pemberdayaan dan pendampingan yang didapat terkait peningkatan kualitas (<em>capacity building</em>) para peternak. Mereka mendapatkan pembekalan pengetahuan secara komprehensif. Untuk itu, Moenir rutin menggelar pertemuan dengan mereka minimal sekali dalam sebulan.</p>
<p>“Pelatihan tersebut baik itu tentang pemeiharaan ternak, manajemen kesehatan, pembuatan kompos, dan pelatihan hijauan makanan ternak  yaitu membuat lahan pakan, menanam rumput untuk lahan pakan,” papar Moenir.</p>
<p>Indikator keberhasilan pemberdayaan tersebut ialah kemandirian para peternak. Peternak bisa memaksimalkan potensi mereka sendiri. Wawasan peternak bertambah dan tentu saja berpengaruh terhadap peningkatan kapasitas peternak.</p>
<p>Namun, membina dan mendampingi peternak tak semudah mengembalikan telapak tangan. Berbagai kendala kerap dihadapi Moenir. Pandangan sebagian besar peternak yang masih berpikir tidak ilmiah adalah salah satu kasus.</p>
<p>“Contohnya, penanganan kesehatan. Pengobatan mata ternak menggunakan sayur yang basi. Disemprotkan. Karena dari turun temurun dari nenek moyangnya kaya gitu. (Padahal) yang benar secara alami pakai jeruk nipis,” tutur bapak dua anak ini.</p>
<p>Hal ini dapat dimaklumi Moenir lantaran usia para peternak yang rata-rata di atas 40 tahun. Usia tersebut tergolong sulit untuk dibina. “Umur peternak mempengaruhi <em>skill</em> mereka. Kadang diajak maju tuh susah. Sudah mendarah daging,” keluh Moenir.</p>
<p>Perjuangan lain Moenir dalam membina peternak ialah mengubah pandangan peternak untuk bisa sepenuh hati menjalankan peran sebagai peternak. Moenir mengatakan bahwa mayoritas peternak binaannya memandang peternak sebagai pekerjaan sampingan. Pekerjaan utama mereka ialah sebagai petani.</p>
<p>“Intinya meskipun cuman sampingan tapi dijalani dengan sepenuh hati. Kan kalu dijalani sepenuh hati enak gak asal-asalan,” katanya.</p>
<p>Memberdayakan dan mendampingi para peternak di Tuban meninggalkan kesan tersendiri bagi Moenir. Menurutnya, menjadi pendamping merupakan sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya. Ia bisa mendapatkan banyak hal terutama ilmu.</p>
<p>Moenir pun merasa nyaman bisa membantu para peternak. Prinsip hidup yang harus saling membantu menjadi landasannya. “Sebaik-baik manusia kan yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Kalau kita tulus memberikan bantuan di jalan itu, Alloh akan memberikan jalan bagi di jalan yang lain pula,” tukasnya. (gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2012/10/31/moenir-sepenuh-hati-dampingi-peternak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelang Hari Raya Kurban, Waspada Pencurian Ternak</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2012/10/18/jelang-hari-raya-kurban-waspada-pencurian-ternak/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2012/10/18/jelang-hari-raya-kurban-waspada-pencurian-ternak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Oct 2012 09:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=13856</guid>
		<description><![CDATA[Kasus pencurian ternak menjelang kurban kian meningkat. Fenomena ini tentunya sangat meresahkan para peternak. Hal ini pula yang dirasakan para peternak mitra binaan Kampoeng Ternak  Dompet Dhuafa (Kater DD) di kawasan Zona Madina, Parung, Bogor. Terlebih dua kasus kehilangan yang dialami mitra akhir-akhir ini, seperti dialami dua peternak Mansyur dan Sukardi. Pada Selasa dini hari, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus pencurian ternak menjelang kurban kian meningkat. Fenomena ini tentunya sangat meresahkan para peternak.<span id="more-13856"></span></p>
<p>Hal ini pula yang dirasakan para peternak mitra binaan Kampoeng Ternak  Dompet Dhuafa (Kater DD) di kawasan Zona Madina, Parung, Bogor. Terlebih dua kasus kehilangan yang dialami mitra akhir-akhir ini, seperti dialami dua peternak Mansyur dan Sukardi. Pada Selasa dini hari, (2/10) Mansyur dan Sukardi masing-masing kehilangan dua dan delapan ekor kambing sekaligus.</p>
<p>Mansyur dan Sukardi ialah anggota kelompok Kali Suren Mandiri. Kelompok tersebut berada di bawah payung Koperasi Peternakan Karya Makmur Bersama (KMB), Desa Kali Suren, Kecamatan Tajur Halang, Bogor.</p>
<p>Sukardi dan istrinya merasa sangat kecewa dengan musibah ini sebab mereka sudah berupaya menjaga kambing dengan maksimal.</p>
<p>“Setiap malam suami saya tidak tidur, langsung berjaga di kandang. Namun hanya setengah jam suami saya ke belakang, begitu kembali lampu kandang sudah mati, kambing kami juga tidak ada lagi satu ekor pun” ujar istri Sukardi dengan raut wajah sedih.</p>
<p>Menurut informasi sekretaris Koperasi KMB, Amang, kejadian serupa tidak terjadi kali ini saja. Dalam satu bulan terakhir, sudah sekitar 16 ekor kambing yang hilang di desa Kali Suren. Siapa pelaku pencurian juga belum terungkap sampai saat ini.</p>
<p>Modus pencurian juga tidak seperti kejadian bulan-bulan sebelumnya. Jika biasanya kambing langsung dipotong di tempat, kali ini kambing dibawa hidup-hidup. Kuat dugaan kambing curian ini akan dijual untuk hewan kurban.</p>
<p>Untuk mengurangi aksi serupa, Kater DD menyerukan kepada semua pendamping untuk meningkatkan kewaspadaan ternaknya. Sebagaimana dipaparkan Direktur Kater DD, Yayan Rukmana, “Momen kurban bagi peternak bisa jadi bahagia karena ternaknya banyak dicari pasar. Namun juga harus waspada karena tingkat pencurian tinggi,” tegasnya.</p>
<p>Oleh karenanya, para pendamping Kater DD di 16 provinsi mitra binaan Ternak memberlakukan sistem jaga keliling agar persediaan ternak untuk kurban tetap aman. Hampir setiap malam beberapa peternak melakukan jaga malam secara bergantian. Berdasarkan hasil rapat para mitra, direncanakan akan membangun kandang bersama. Tiga titik kandang telah disepakati sebagai tempat membangun kandang bersama tersebut.</p>
<p>Guna mencegah dan mengungkap kasus ini sangat dibutuhkan dukungan semua pihak tidak hanya masyarakat, tetapi juga pemerintah melalui dinas terkait. (ed: gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2012/10/18/jelang-hari-raya-kurban-waspada-pencurian-ternak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DDLivestock Gelar Pelatihan Kewirausahaan Peternakan</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2012/04/27/ddlivestock-gelar-pelatihan-kewirausahaan-peternakan/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2012/04/27/ddlivestock-gelar-pelatihan-kewirausahaan-peternakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 03:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviyanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=11408</guid>
		<description><![CDATA[SUKABUMI &#8211; DDLivestock bekerjasama dengan  Sekolah Tinggi  Penyuluhan Pertanian (STPP) Cinagara Bogor menggelar Pelatihan Kewirausahaan Peternakan Domba dan Kambing. Event tersebut berlangsung pada tanggal 22-24 April 2012. Acara yang bertempat di Kampus STPP Cinagara, Jl. Raya Sukabumi KM 20  Bogor tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari peternak, calon peternak, mahasiswa, wirausaha dan masyarakat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p>SUKABUMI &#8211; DDLivestock bekerjasama dengan  Sekolah Tinggi  Penyuluhan Pertanian (STPP) Cinagara Bogor menggelar Pelatihan Kewirausahaan Peternakan Domba dan Kambing. <em>Event</em> tersebut berlangsung pada tanggal 22-24 April 2012. Acara yang bertempat di Kampus STPP Cinagara, Jl. Raya Sukabumi KM 20  Bogor tersebut diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari peternak, calon peternak, mahasiswa, wirausaha dan masyarakat umum yang tertarik mendalami usaha ternak domba kambing.</p>
<p>Direktur DDLivestock, Asep Ade Herawan menerangkan bahwa kegiatan trersebut digelar guna  menjaga kelestarian domba dan kambing khususnya yang berasal dari Jawa Barat. Mengingat populasi domba dan kambing Jawa Barat yang terkenal memiliki kualitas unggulan kian berkurang disebabkan dengan banyaknya permintaan dari masyarakat untuk dijadikan hewan kurban.</p>
<p>Populasi domba dan kambing di Indonesia saat ini mencapai 19.347.475 ekor, terdiri atas domba sebanyak 7.549.316 ekor dan kambing 11.798.159 ekor, sedangkan populasi domba di Jawa Barat mencapai 4.221.806 ekor ( 55,92 % populasi nasional) dan kambing berjumlah 1.148.547 ekor. Pemotongan domba yang tercatat di Jawa Barat pada Tahun 2006 mencapai 3.343.365 ekor, sedangkan kambing sebanyak 444.969 ekor (Statistik Peternakan, 2006).</p>
<p>Berdasarkan fakta di atas tidak menutup kemungkinan secara lambat laun populasi domba dan kambing di bumi Jawa Barat akan mengalami kepunahan. “Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat peternak, baik secara individu maupun kelompok terutama para pelaku bisnis maupun calon pelaku yang berminat terjun ke dunia bisnis peternakan,” ungkap Asep.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut para peserta mendapatkan materi mengenai manajemen produksi ternak, manajamen kesehatan ternak, manajemen pakan, pengolahan hasil ternak, manajemen kandang, rancangan analisa usaha peternakan, serta praktek laboratorium dan praktek kandang. Turut hadir sebagai nara sumber yakni Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (DPP-HPDKI), Rahmat Priatna, dan Drh. Fajar selaku Manajer Operasional PT. Vetagro yang memproduksi pupuk cair maupun padat dari bahan limbah ternak domba-kambing,.</p>
<p>Ke depannya para peserta akan mendapatkan bimbingan teknis dalam menjalankan bisnis peternakan selama 2 bulan, dengan terjun langsung ke lapangan maupun via telepon atau email.</p>
<p>Dengan diadakannya pelatihan tersebut diharapkan para peserta akan memiliki kemampuan secara teknis maupun manajemen dalam bidang pertenakan DOKA, juga bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ke dalam bisnis peternakan yang akan dijalankan baik dalam produksi ternak maupun pengolahan hasil ternak.</p>
<p>“Dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama Insya Allah para peserta pelatihan akan menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan bakal lahir wirausahawan baru dalam bidang peternakan yang tangguh,” Pungkas Asep.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2012/04/27/ddlivestock-gelar-pelatihan-kewirausahaan-peternakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Peternak Mitra Dompet Dhuafa</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2012/01/31/cerita-peternak-mitra-dompet-dhuafa/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2012/01/31/cerita-peternak-mitra-dompet-dhuafa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 23:50:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Noviyanah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=10690</guid>
		<description><![CDATA[SAWANGAN – Cuaca di Parung Bogor yang sering diguyur hujan tidak menghalangi Dika Kurniawan (21 thn) untuk berjualan ternak. Sejak pukul 06.00 pagi Dia sudah mangkal di Pasar Parung Bogor untuk menawarkan sembilan ekor kambing Jawa Randu dan enam ekor domba ekor tipis yang dibawanya. &#8220;Alhamdulillah hari ini saya bisa menjual dua ekor domba. Kalau [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>SAWANGAN – Cuaca di Parung Bogor yang sering diguyur hujan tidak  menghalangi Dika Kurniawan (21 thn) untuk berjualan ternak. Sejak pukul  06.00 pagi Dia sudah mangkal di Pasar Parung Bogor untuk menawarkan  sembilan ekor kambing Jawa Randu dan enam ekor domba ekor tipis yang  dibawanya.</p>
<p> &#8220;Alhamdulillah hari ini saya bisa menjual dua ekor domba. Kalau tidak  hujan biasanya bisa menjual lebih dari dua ekor,&#8221; kata Dika saat  berkunjung ke Kantor Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa di Jalan Muchtar Raya No.17  Sawangan, Depok, Senin (30/01).</p>
<p> Dika mengatakan, domba ekor tipis laku terjual dibandrol dengan harga  850 ribu rupiah per ekor. Menurutnya, harga domba kambing di pasaran  belum turun dan masih mengikuti harga pasar saat Idul Adha 1432 H.  Biasanya tren harga domba kambing akan turun saat memasuki bulan  Ramadhan.</p>
<p> &#8220;Harganya akan turun dari 35 ribu rupiah per kilo menjadi 27 ribu ruiah  per kilo,&#8221; ujar Dika.</p>
<p> Dikatakannya, dalam sebulan rata-rata mampu menjual 30 ekor domba dan  kambing. Dia biasa berjualan ternak tiap hari Senin, Rabu dan Jumat di  Pasar Parung sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 11.00 siang. </p>
<p> Dika adalah salah satu mitra Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa di wilayah pemberdayaan  Bogor, dan bergabung menjadi mitra Kampoeng Ternak sejak 2010.  Menurutnya, sejak menjadi mitra binaan Kampoeng Ternak, banyak  pengalaman yang didapat.</p>
<p> &#8220;Dulu saya nggak bisa nyuntik ternak, sekarang bisa. Jadi kalau ada  ternak yang sakit bisa ditangani sendiri,&#8221; jelas pemuda yang tinggal di  Desa Jampang Pulo RT 04 RW 03 Bogor ini.</p>
<p> Baginya, usaha ternak domba dan kambing adalah bisnis yang sangat  menyenangkan. Apalagi saat jelang Idul Adha banyak permintaan ternak  untuk kurban. Dia mengaku, saat Idul Adha tahun lalu mampu menjual  ternak sebanyak 100 ekor domba kambing.</p>
<p> &#8220;Rezeki Allah yang mengatur,&#8221; ungkap Dika yang menggeluti usaha ternak  domba kambing sejak 2005 ini.</p>
<p> Saat ini Dia fokus pada usaha pembibitan dan bakalan karena usaha ini  tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Menurutnya usaha penggemukan  ternak biayanya lebih mahal.</p>
<p> Walau usaha ternaknya masih tergolong kecil, namun Dia bercita-cita  ingin menjadi peternak sukses. &#8220;Yang penting tau ilmu dan pengalaman,&#8221;  imbuhnya. [cip].</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2012/01/31/cerita-peternak-mitra-dompet-dhuafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampoeng Ternak Gelar Upgrading Pendamping Program</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/30/kampoeng-ternak-gelar-upgrading-pendamping-program/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/30/kampoeng-ternak-gelar-upgrading-pendamping-program/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 22:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=10452</guid>
		<description><![CDATA[SAWANGAN – Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa menggelar peningkatan kapasitas pendamping peternak, yang merupakan ujung tombak program. Upgrading Kampoeng Ternak yang dilaksanakan sejak Senin-Kamis, (19-21 Desember 2011) ini sebagai upaya mengasah, agar pendamping peternak tetap tajam dalam mendampingi masyarakat. “Setelah sekian lama bersama masyarakat, perlu diberikan pembekalan, motivasi, teknik dan dilakukan evaluasi agar program tetap pada [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SAWANGAN </strong>– Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa menggelar peningkatan kapasitas pendamping peternak, yang merupakan ujung tombak program. <em>Upgrading </em>Kampoeng Ternak yang dilaksanakan sejak Senin-Kamis, (19-21 Desember 2011) ini sebagai upaya mengasah, agar pendamping peternak tetap tajam dalam mendampingi masyarakat.</p>
<p>“Setelah sekian lama bersama masyarakat, perlu diberikan pembekalan, motivasi, teknik dan dilakukan evaluasi agar program tetap pada arah yang benar,” ujar Ponco Nugroho, Direktur Kampoeng Ternak.</p>
<p>Acara yang digelar di Gedung P4TK Parung, Bogor ini juga diisi oleh Erie Sudewo, salah satu pendiri Dompet Dhuafa, Karebet Wijaya Kusuma, Konsultan Manajemen, dan Punomo, Trainer.</p>
<p>Ponco mengatakan, tiap waktu tertentu program pemberdayaan peternak akan dievaluasi untuk memberikan penilaian terhadap pencapaian hasil kerja dari pelaksanaan program. “Evaluasi program perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kondisi kemiskinan sebelum dan sesudah dilaksanakan program pemberdayaan masyarakat di komunitas peternak binaan,” katanya.</p>
<p>Ponco menjelaskan, aspek penilaian meliputi aspek ekonomi, aspek penguatan kelembagaan, aspek peningkatan kapasitas, dan aspek kewirausahaan serta aspek kemampuan pengembangan jaringan.</p>
<p>“Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan, bahwa penyaluran bantuan yang dilakukan oleh Kampoeng Ternak melalui program pengembangan peternakan berbasis pemberdayaan masyarakat mampu berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan, tingkat kedalaman kemiskinan, dan tingkat keparahan kemiskinan di lokasi program,” jelas Ponco.</p>
<p>“Dana Zakat, Infak dan Sodaqoh terbukti efektif untuk pemberdayaan masyarakat. Apalagi jika dilakukan sinergi dengan berbagai pihak, dan Kampoeng Ternak siap bersinergi dengan lembaga, perusahaan dan pemerintah,” imbuh Ponco.</p>
<p>Saat ini, lokasi program Kampoeng Ternak tersebar di 16 wilayah di Indonesia diantaranya Bima NTB, Bantaeng, Lampung, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Sukabumi, Tuban, Situbondo, Karawang, Merapi, Sleman, Bogor, Blora, Kulonprogo, Lebak.***<strong>[cip]</strong></p>
<p><br class="spacer_" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/30/kampoeng-ternak-gelar-upgrading-pendamping-program/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dompet Dhuafa Bina Peternak Gunung Rinjani</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/05/dompet-dhuafa-bina-peternak-gunung-rinjani/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/05/dompet-dhuafa-bina-peternak-gunung-rinjani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 07:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=10256</guid>
		<description><![CDATA[Sembalun, NTB – Putri terlihat lahap makan. Badannya sekal dan gempal. Tidak terlalu lama, satu keranjang rumput pun habis. Putri adalah nama anak sapi yang lucu. Putri bersama Surti, lahir dari sapi betina di lingkungan peternak binaan Dompet Dhuafa-DASI NTB di Sembalun, Lombok Timur yang juga terletak di kaki Gunung Rinjani. “Ribuan orang mendaki gunung [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></div>
<div><strong> </strong><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><a rel="attachment wp-att-10258" href="http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/05/dompet-dhuafa-bina-peternak-gunung-rinjani/ternak-ntb-2/"><img class="alignleft size-medium wp-image-10258" title="ternak ntb" src="http://www.dompetdhuafa.org/wp-content/uploads/2011/12/ternak-ntb1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Sembalun,  NTB – Putri terlihat lahap makan. Badannya sekal dan gempal. Tidak  terlalu lama, satu keranjang rumput pun habis. Putri adalah nama anak  sapi yang lucu. Putri bersama Surti, lahir dari sapi betina di  lingkungan peternak binaan Dompet Dhuafa-DASI NTB di Sembalun, Lombok  Timur yang juga terletak di kaki Gunung Rinjani.</span></div>
<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></div>
<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></div>
<div>
<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><br />
</span></div>
<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"> </span></div>
<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">“Ribuan  orang mendaki gunung Rinjani tiap  tahun, dari mana-mana. Dengan adanya program, tentu  mereka akan lebih  mengenal Dompet Dhuafa dan DASI NTB,” harap Tarsito,  Wakil Direktur  Dompet Amal Sosial Ibnu Abbas (DASI), Sabtu </span><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">(3/12)</span><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">. </span></div>
<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;"><br />
</span></div>
<p><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Para  peternak ini berkelompok dengan anggora 5-7 orang. Sekitar April 2011  silam, mereka menerima bibit sapi unggul yang kemudian diternakkan.  Kondisi alam sekitar memang sangat cocok untuk peternakan. Dalam  beberapa waktu ke depan, para peternak dhuafa ini dapat mendapatkan  keuntungan dari penjualan sapi tersebut.</span></div>
<div></div>
<div><span style="font-family: Times New Roman; font-size: small;">Wilayah  Sembalun adalah jalur pendakian Gunung Rinjani yang paling terkenal  selain jalur Senaru karena medannya yang landai. Dengan program  pemberdayaan di sekitar jalur pendakian ini, diharapkan juga dapat  dikenal oleh para pendaki yang berasal dari berbagai daerah.</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/05/dompet-dhuafa-bina-peternak-gunung-rinjani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitsubishi Chemical Indonesia Studi Banding ke Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/05/mitsubishi-chemical-indonesia-studi-banding-ke-kampoeng-ternak-dompet-dhuafa/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/05/mitsubishi-chemical-indonesia-studi-banding-ke-kampoeng-ternak-dompet-dhuafa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 02:14:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=10222</guid>
		<description><![CDATA[SAWANGAN – PT Mitsubishi Chemical Indonesia Grup (MCCI dan MFI) yang diwakili M. Reza Maulana dan Yusuf Rahman, mengunjungi Kantor Kampoeng Ternak di Jalan Muchtar Raya No. 17 Sawangan, Depok untuk sharing program pemberdayaan peternak. Ditemui Yuyu Rahayu, Manajer TPJ Kampoeng Ternak, diskusi berlangsung hangat. &#8220;Kami ingin sharing tentang Program Pemberdayaan Peternak yang dijalankan Kampoeng [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>SAWANGAN – PT Mitsubishi Chemical Indonesia Grup (MCCI dan MFI) yang diwakili M. Reza Maulana dan Yusuf Rahman, mengunjungi Kantor Kampoeng Ternak di Jalan Muchtar Raya No. 17 Sawangan, Depok untuk <em>sharing</em> program pemberdayaan peternak. Ditemui Yuyu Rahayu, Manajer TPJ Kampoeng Ternak, diskusi berlangsung hangat.</p>
<p> &#8220;Kami ingin <em>sharing</em> tentang Program Pemberdayaan Peternak yang dijalankan Kampoeng Ternak,&#8221; ujar M. Reza Maulana, bagian Corporate Social Responsibility (CSR) PT MCCI, Jumat (2/12).</p>
<p> M. Reza mengatakan, PT Mitsubishi Chemical Indonesia Grup mempunyai program CSR di antaranya bidang pemberdayaan ekonomi. Program ini dijalankan melalui pemberdayaan peternak di Cilegon, Banten yang berlangsung sejak 2007 lalu. </p>
<p> Yusuf Rahman, Administrator Officer PT Mitsubishi Chemical Indonesia Grup menambahkan, pada awalnya, CSR PT MCCI Grup memberikan 24 ekor kambing PE secara bergulir kepada 80 warga sekitar persahaan. Dan hasilnya cukup menggemberikan karena dalam kurun tiga tahun ternak berkembang menjadi 241 ekor. &#8220;Program ini cukup berhasil karena ternak terus berkembang,&#8221; ujarnya.</p>
<p> Sebelumnya, Perusahaan yang memproduksi plastik untuk <em>packaging</em> dan tempat CD ini pernah menjalin kerjasama dengan Kampoeng Ternak dalam bentuk pengadaan ternak untuk program CSR di bidang pemberdayaan peternak. [cip]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2011/12/05/mitsubishi-chemical-indonesia-studi-banding-ke-kampoeng-ternak-dompet-dhuafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan Limbah Ternak Untungkan Petani Mitra Dompet Dhuafa</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2011/11/30/pemanfaatab-limbah-ternak-untungkan-petani-mitra-dompet-dhuafa/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2011/11/30/pemanfaatab-limbah-ternak-untungkan-petani-mitra-dompet-dhuafa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 02:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminDD</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kampoeng Ternak]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=9944</guid>
		<description><![CDATA[OKU TIMUR – Program pemberdayaan peternak di Desa Karang Kemiri, Belitang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sudah berjalan sejak September 2009 lalu. Program ini kerjasama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa. Selain beternak, warga di sana juga diberikan pengetahuan dan pendampingan tentang pengolahan limbah dari peternakan untuk bertani. “Kita juga [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.dompetdhuafa.org/wp-content/uploads/2011/11/Sunardi-binaan-Kamter.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-9945" src="http://www.dompetdhuafa.org/wp-content/uploads/2011/11/Sunardi-binaan-Kamter-226x225.jpg" alt="" width="226" height="225" /></a>OKU TIMUR</strong> – Program pemberdayaan peternak di Desa Karang Kemiri, Belitang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sudah berjalan sejak September 2009 lalu. Program ini kerjasama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa.</p>
<p>Selain beternak, warga di sana juga diberikan pengetahuan dan pendampingan tentang pengolahan limbah dari peternakan untuk bertani.</p>
<p>“Kita juga melakukan pendampingan dalam pengelolaan limbah peternakan untuk pertanian,” kata salah seorang pendamping Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa di OKU Timur, Sholeh Amin, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (29/11).</p>
<p>Dengan memakai limbah peternakan, warga di sana yang mayoritas petani merasa diuntungkan, karena pengeluaran untuk membeli pupuk menjadi sedikit.  Jadi, selain dijual, para peternak  juga menggunakan pupuk cair  organik untuk memupuk tanaman  padi mereka. “Dengan memakai pupuk cair ini, mereka bisa mengurangi biaya produksi,” kata Amin.</p>
<p>Amin memperinci, jika menggunakan pupuk cair organik maka terjadi pengurangan biaya dari penggunaan pupuk urea sebesar 90 ribu rupiah per 50 kg, pupuk NPK sebesar 135 ribu rupiah per 50 kg, dan pupuk buah antara 4-6 kali semprot  dengan biaya 90 ribu rupiah. Maka, biaya produksi bisa dikurangi hingga 315 ribu rupiah. [cip/nes]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2011/11/30/pemanfaatab-limbah-ternak-untungkan-petani-mitra-dompet-dhuafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>THK Potong 101 Ekor Kambing di Blora</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2011/11/07/thk-potong-101-ekor-kambing-dii-blora/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2011/11/07/thk-potong-101-ekor-kambing-dii-blora/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminDD</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=9626</guid>
		<description><![CDATA[BLORA –Dompet Dhuafa memotong kambing sebanyak 101 ekor di Blora, Jawa Tengah sebagai rangkaian dari program Tebar Hewan Kurban (THK) Idul Adha 1432 Hijriah. Menurut Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi, Idul Adha harus dijadikan momentum untuk perubahan bagi Indonesia. “Jadikan Idul Kurban sebagai simbol untuk memotong sifat kebinatangan yang ada pada diri kita. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BLORA</strong> –Dompet Dhuafa memotong kambing sebanyak 101 ekor di Blora, Jawa Tengah sebagai rangkaian dari program Tebar Hewan Kurban (THK) Idul Adha 1432 Hijriah. Menurut Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi, Idul Adha harus dijadikan momentum untuk perubahan bagi Indonesia.</p>
<p>“Jadikan Idul Kurban sebagai simbol untuk memotong sifat kebinatangan yang ada pada diri kita. Bangsa kita rusak karena pejabatnya belum bisa memotong sifat kebinatangannya, “ujar Parni Hadi dalam sambutannya di Blora, Senin (7/11).</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Bambang Sulistio merasa senang dan berterima kasih dengan adanya program THK tersebut. &#8220;Kami sangat menghargai program Dompet Dhuafa ini. Rakyat Blora perlu ditolong, semoga acara ini diadakan lagi tahun depan,” harap Bambang.</p>
<p>Blora merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa sejak Februari 2011 lalu. Di dalamnya terdapat beberapa program, antara lain, pemberdayaan UKM, pemberdayaan petani dan pemberdayaan peternak. Setelah dipotong, daging kurban akan didistribusikan ke 20 desa di empat kecamatan.</p>
<p>Selain Parni Hadi, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Blora, Gunadi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blora, Sutikno Slamet,  dan beberapa pejabat pemerintah daerah setempat. Acara tersebut secara langsung disiarkan Radio Republik Indonesi (RRI) Jawa Tengah.[cip/nes]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2011/11/07/thk-potong-101-ekor-kambing-dii-blora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peternak di Merapi Mulai Bergeliat</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2011/08/13/peternak-di-merapi-mulai-bergeliat/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2011/08/13/peternak-di-merapi-mulai-bergeliat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 00:48:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adminDD</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=8035</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA – Dusun Balong Wetan terletak 12 km dari puncak Merapi. Saat erupsi merapi, kiriman abu vulkanik dari puncak merapi sangat membahayakan keselamatan dan kesehatan penduduk setempat. Sehingga seluruh warga berbondong-bondong meninggalkan dusun tersebut untuk mengungsi ke Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, hingga enam bulan lamanya. Sejak kondisi dinyatakan aman oleh pemerintah setempat pada Februari 2011 lalu, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong>YOGYAKARTA</strong> – Dusun Balong Wetan terletak 12 km dari puncak Merapi. Saat erupsi merapi, kiriman abu vulkanik dari puncak merapi sangat membahayakan keselamatan dan kesehatan penduduk setempat. Sehingga seluruh warga berbondong-bondong meninggalkan dusun tersebut untuk mengungsi ke Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, hingga enam bulan lamanya.</p>
<p>Sejak kondisi dinyatakan aman oleh pemerintah setempat pada Februari 2011 lalu, para pengungsi dari Dusun Balong Wetan diperbolehkan kembali ke rumah. Setelah sampai rumah, warga mulai membersihkan rumah-rumah mereka dari bekas material abu vulkanik. “Sebagian besar genteng-genteng rumah tertutup abu vulkanik,” ujar Qomarunnaimi, Pendamping Peternak Zona Merapi, Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa beberapa waktu lalu.</p>
<p>Setelah 11 bulan bencana merapi berlalu, geliat kehidupan di dusun ini mulai normal kembali. Hal ini bisa dilihat dari aktivitas warga yang mayoritas petani dan peternak mulai ke ladang dan mencari pakan ternak. Warga yang mempunyai warung kecil-kecilan juga mulai membuka usahanya kembali.</p>
<p>Menurut Qomarunnaimi, saat kejadian bencana merapi, banyak warga yang menjual ternaknya untuk biaya hidup selama mengungsi. Ada juga warga yang membawa ternaknya ke pengungsian agar bisa dipelihara. “Di dusun ini hanya ada empat sapi yang mati akibat erupsi Merapi,” ujarnya.</p>
<p>Untuk mendukung pemulihan ekonomi di Dusun Balong Wetan. Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa bersama warga setempat lalu membentuk Kelompok Ternak Ngudi Makmur pada  April 2011. Kelompok ini beranggotakan 10 orang dan Madyo Wiyono ditunjuk sebagai ketua  kelompok. Nantinya, kelompok ternak yang dibentuk bersama warga ini akan menjadi tempat untuk  berkumpul, berdiskusi  dan sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dalam beternak.</p>
<p>Kemudian, Kampoeng Ternak juga mendistribusikan 10 ekor sapi perah pada Juni 2011 lalu dengan penerima manfaat sebanyak 10 warga. “Kampoeng Ternak menargetkan 20 ekor sapi. Dan sisanya akan dikirim kemudian,” kata Ajat Sudarjat, Manajer Program Kampoeng Ternak.</p>
<p>Menurut Ajat, total bantuan pemberdayaan peternak yang sudah tersalurkan sebesar Rp125.427.100. “Dana ini digunakan untuk kegiatan monitoring, pelatihan ternak, pengadaan ternak, bantuan kesehatan hewan, bantuan sarana produksi terak, dan gaji pendamping peternak,” ungkapnya.</p>
<p>Ajat menambahkan, saat bencana merapi, Kampoeng Ternak juga mengirim tim kesehatan ternak untuk memeriksa hewan ternak yang tersebar di Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Pakem, dan beberapa Kecamatan di Kabupaten Klaten. Tugas utama tim ini adalah memeriksa kondisi ternak, mengobati ternak yang terluka, dan P3K pada terak. “Dari hasil pemeriksaan kebanyakan sapi menderita luka bakar dan stres,” jelas Ajat yang juga Dokter Hewan ini.[cip]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2011/08/13/peternak-di-merapi-mulai-bergeliat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Database Caching 61/108 queries in 0.046 seconds using apc

 Served from: www.dompetdhuafa.org @ 2013-05-23 12:07:34 by W3 Total Cache -->