07 Maret 2010 15:03:44 / 21 Rabiul Awwal 1431 H
Para Anggota OIC Saling Bertemu untuk Menyusun Kode Etik
 |
| Al-Nimah (left) and Bakheet at the press conference. (Photo: Anas Khaleed, Gulf Times) |
Dompet Dhuafa Republika diundang untuk menghadiri Konferensi Organisasi-organisasi Humanitarian yang ketiga, sebagai bagian dari Organisasi Konferensi Islam (Organization of Islamic Conference – OIC), yang diadakan di Doha, Qatar, mulai hari ini. Tujuan dari diadakannya konferensi ini adalah untuk menyusun kode etik yang sesuai dengan standar internasional, sebagaimana yang disampaikan oleh Ismail A. Said, Presiden Direktur Dompet Dhuafa melalui sesi teleconference pagi tadi. Dalam paparannya, Asisten Sekjen Bidang Humanitarian OIC, Ata al-Mannan Bakheet menyampaikan pentingnya kode etik tersebut dalam “menjembatani jarak yang ada pada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi kemanusiaan Islam di dunia.” Konferensi selama dua hari ini, yang diorganisir oleh OIC dan Qatar Charity, dihadiri oleh Sekjen OIC Ekmeleddin Ihsanoglu, dan sekitar 100 organisasi amal dan kemanusiaan dari seluruh penjuru dunia Islam. Wakil Ketua QC Abdullah bin Hussein al-Nimah mengatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk merespons problematika yang dihadapi oleh umat Muslim di dunia. “Jumlah negara-negara yang menderita krisis kemanusiaan tahap kronis maupun semi-kronis akibat dari peperangan, bencana, maupun kemiskinan dan pengangguran semakin meningkat,” paparnya seakan menegaskan perlunya organisasi-organisasi kemanusiaan untuk saling menguatkan upaya masing-masing dalam rangka memberikan dukungan bagi mereka yang menderita akibat krisis. Al-Nimah juga menekankan pentingnya melakukan penguatan pada aksi-aksi kemanusiaan bersama yang dilakukan di negara-negara Islam. Di tengah-tengah kekhawatiran dugaan bahwa beberapa negara akan “lenyap” sebagai akibat dari perubahan iklim, Al-Nimah mengungkapkan perlunya organisasi-organisasi tersebut mengatasi hambatan-hambatan yang membatasi efektifitas kinerja mereka. Bakheet juga menyampaikan bahwa konferensi di Doha ini merupakan upaya tindak lanjut dari dua konferensi sebelumnya yang diadakan di Senegal dan Libya pada tahun 2008 dan 2009. Fokus dari konferensi kali ini adalah pada efektifitas kerja sama dan koordinasi antara anggota OIC dan organisasi-organisasi amal dan kemanusiaan negara-negara anggota. “Kerja sama dan koordinasi yang lebih baik akan membantu lahirnya respons yang lebih baik terhadap bencana-bencana dan implementasi program serta proyek-proyek di lapangan,” lanjutnya. Lebih lanjut, Bakheet mengungkapkan bahwa penyusunan kode etik ini akan memperhitungkan aspek-aspek kultural Islami. Konferensi kali ini terdiri dari berbagai pertemuan dan workshop yang mengetengahkan fakta-fakta upaya kemanusiaan di negara-negara yang sangat membutuhkan langkah intervensi, seperti Palestina, Sudan, Somalia, Nigeria, Yaman, Irak, Afganistan, dan Pakistan. []
dd/php |