<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Zakat -  Infak - Sedekah - Kemanusiaan Terpercaya By. Dompet Dhuafa</title>
	<atom:link href="http://www.dompetdhuafa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.dompetdhuafa.org</link>
	<description>Zakat -  Infak - Sedekah - Kemanusiaan Terpercaya By. Dompet Dhuafa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 May 2013 06:40:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Bupati Kulon Progo Dukung Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/bupati-kulon-progo-dukung-program-klaster-mandiri-dompet-dhuafa-2/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/bupati-kulon-progo-dukung-program-klaster-mandiri-dompet-dhuafa-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 07:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16501</guid>
		<description><![CDATA[KULON PROGO- Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mendukung penuh program Klaster Mandiri yang di gagas Dompet Dhuafa di Kulon Progo. Hal tersebut diungkapnya saat kunjungan audiensi Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ismail A. Said dalam acara kunjungan program Klaster Mandiri Kulon Progo, Jumat, (17/5). Salah satu program yang didukung Hasto adalah usaha batu bata di Kecamatan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>KULON PROGO- Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mendukung penuh program Klaster Mandiri yang di gagas Dompet Dhuafa di Kulon Progo. Hal tersebut diungkapnya saat kunjungan audiensi Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ismail A. Said dalam acara kunjungan program Klaster Mandiri Kulon Progo, Jumat, (17/5).</p>
<p>Salah satu program yang didukung Hasto adalah usaha batu bata di Kecamatan Kokap. Usaha tersebut menggunakan sumber daya lokal berupa tanah lempung yang tersedia melimpah ruah di Kulon Progo.</p>
<p>“Saya terkadang melakukan kritik terhadap program pemerintah yang bersifat ‘plung&#8230;lap’, <i>nyemplung</i> langsung lenyap,” ujar Hasto.</p>
<p>Hasto menilai, program pemberdayaan Dompet Dhuafa seperti Klaster Mandiri sangat membantu pemerintah daerah untuk mengurangi kemiskinan.</p>
<p>Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa di Kulon Progo yang telah memasuki tahun kedua ini terdiri dari program ekonomi dan kesehatan. Sebanyak 330 kepala keluarga yang tergolong dhuafa tercatat sebagai penerima manfaat.</p>
<p>“Program yang kami lakukan tidak besar, tapi diharapkan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain”, ungkap Ismail A. Said.</p>
<p>Lebih lanjut Ismail menuturkan, pertanian, peternakan, dan usaha kecil menjadi usaha yang dikelola masyarat Kulon Progo dalam program tersebut. (erri/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/bupati-kulon-progo-dukung-program-klaster-mandiri-dompet-dhuafa-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Meninggal Sebagai TKI, Sobchah Menanti Kejelasan Barang Anaknya</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/anak-meninggal-sebagai-tki-sobchah-menanti-kejelasan-barang-anaknya-2/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/anak-meninggal-sebagai-tki-sobchah-menanti-kejelasan-barang-anaknya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 07:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Migrant Institute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16499</guid>
		<description><![CDATA[BREBES- Sobichah, ibu dari keluarga Ade Sri Khusniyati binti M.H. Yusuf (25), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal di Dubai karena kecelakaan pada Maret 2013 lalu masih merasa belum puas dengan penanganan yang dilakukan pemerintah terhadap Ade. Bagaimana tidak? Sejak pemulangan jenazah, pihak keluarga sampai saat ini masih belum mendapatkan barang-barang milik almarhumah. “Sampai saat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BREBES- Sobichah, ibu dari keluarga Ade Sri Khusniyati binti M.H. Yusuf (25), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal di Dubai karena kecelakaan pada Maret 2013 lalu masih merasa belum puas dengan penanganan yang dilakukan pemerintah terhadap Ade. Bagaimana tidak? Sejak pemulangan jenazah, pihak keluarga sampai saat ini masih belum mendapatkan barang-barang milik almarhumah.</p>
<p>“Sampai saat ini barang-barang almarhumah Ade, seperti baju, laptop,perhiasan, <i>hand phone</i>, dan sebagainya belum diterima keluarga,” ungkap Nursalim, Manajer Crisis Center Migrant Institute (MI) Dompet Dhuafa, yang mendampingi keluarga korban dalam mendapatkan hak-haknya.</p>
<p>Saat hal ini dikonfirmasikan ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), belum ada jawaban jelas mengenai keterlambatan  pengembalian barang-barang korban Ade. Padahal, saat pemulangan jenazah pada 6 April 2013 lalu, pihak BNP2TKI berjanji untuk segera mengembalikan barang-barang milik korban almarhumah.</p>
<p><b>Mendapat Santunan</b></p>
<p>Meski demikian, Sobichah bersyukur karena telah mendapat santunan kematian dari PT Paladin International. Santunan sebesar Rp. 55 juta itu diberikan berdasarkan pada peraturan menteri no. 07 tahun 2010. Dalam hal ini, santunan diberikan oleh Direktur Utama PT Paladin International, Lily Krisminari kepada Muhayati selaku ahli waris yang merupakan kakak kandung korban.</p>
<p>Ade merupakan TKI Mandiri yang bekerja di hotel Ramada Jumeirah sebagai resepsionis sejak tahun 2012. Ade meninggal karena terjatuh dari lantai 2 apartemen tempatnya tinggal.</p>
<p>PT. Paladin International sendiri adalah Pialang Asuransi dari Konsorsium Proteksi TKI yang berperan untuk kepentingan tertanggung TKI. Peranan nya sebagai jasa keperantaraan penutupan dan penanganan penyelesaian klaim asuransi.</p>
<p>Lily mengatakan, menjadi TKI resmi dipastikan mendapatkan dana asuransi kecelakaan. Oleh karenanya, hendaknya masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri harus melengkapi diri dengan dokumen resmi pemerintah. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni berdasarkan UU nomor 39 tahun 2004 dan Permenakertrans no. 07/MEN/V/2010 tertanggal 5 Januari 2012 yang menyatakan, setiap TKI yang berangkat ke luar negeri harus memiliki asuransi TKI sebagai salah satu persyaratan penerbitan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).</p>
<p>“Kalau TKI resmi, ada klaim yang akan diajukan jika terjadi kecelakaan saat bekerja di luar negeri,” terang Lily. (lia/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/anak-meninggal-sebagai-tki-sobchah-menanti-kejelasan-barang-anaknya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Meninggal Sebagai TKI, Sobchah Menanti Kejelasan Barang Anaknya</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/anak-meninggal-sebagai-tki-sobchah-menanti-kejelasan-barang-anaknya/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/anak-meninggal-sebagai-tki-sobchah-menanti-kejelasan-barang-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 May 2013 02:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Migrant Institute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16469</guid>
		<description><![CDATA[BREBES-Sobichah, ibu dari keluarga Ade Sri Khusniyati binti M.H. Yusuf (25), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal di Dubai karena kecelakaan pada Maret 2013 lalu masih merasa belum puas dengan penanganan yang dilakukan pemerintah terhadap Ade. Bagaimana tidak? Sejak pemulangan jenazah, pihak keluarga sampai saat ini masih belum mendapatkan barang-barang milik almarhumah. “Sampai saat ini [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BREBES-Sobichah, ibu dari keluarga Ade Sri Khusniyati binti M.H. Yusuf (25), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang meninggal di Dubai karena kecelakaan pada Maret 2013 lalu masih merasa belum puas dengan penanganan yang dilakukan pemerintah terhadap Ade. Bagaimana tidak? Sejak pemulangan jenazah, pihak keluarga sampai saat ini masih belum mendapatkan barang-barang milik almarhumah.</p>
<p>“Sampai saat ini barang-barang almarhumah Ade, seperti baju, laptop,perhiasan, <i>hand phone</i>, dan sebagainya belum diterima keluarga,” ungkap Nursalim, Manajer Crisis Center Migrant Institute (MI) Dompet Dhuafa, yang mendampingi keluarga korban dalam mendapatkan hak-haknya.</p>
<p>Saat hal ini dikonfirmasikan ke Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), belum ada jawaban jelas mengenai keterlambatan  pengembalian barang-barang korban Ade. Padahal, saat pemulangan jenazah pada 6 April 2013 lalu, pihak BNP2TKI berjanji untuk segera mengembalikan barang-barang milik korban almarhumah.</p>
<p><b>Mendapat Santunan</b></p>
<p>Meski demikian, Sobichah bersyukur karena telah mendapat santunan kematian dari PT Paladin International. Santunan sebesar Rp. 55 juta itu diberikan berdasarkan pada peraturan menteri no. 07 tahun 2010. Dalam hal ini, santunan diberikan oleh Direktur Utama PT Paladin International, Lily Krisminari kepada Muhayati selaku ahli waris yang merupakan kakak kandung korban.</p>
<p>Ade merupakan TKI Mandiri yang bekerja di hotel Ramada Jumeirah sebagai resepsionis sejak tahun 2012. Ade meninggal karena terjatuh dari lantai 2 apartemen tempatnya tinggal.</p>
<p>PT. Paladin International sendiri adalah Pialang Asuransi dari Konsorsium Proteksi TKI yang berperan untuk kepentingan tertanggung TKI. Peranan nya sebagai jasa keperantaraan penutupan dan penanganan penyelesaian klaim asuransi.</p>
<p>Lily mengatakan, menjadi TKI resmi dipastikan mendapatkan dana asuransi kecelakaan. Oleh karenanya, hendaknya masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri harus melengkapi diri dengan dokumen resmi pemerintah. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni berdasarkan UU nomor 39 tahun 2004 dan Permenakertrans no. 07/MEN/V/2010 tertanggal 5 Januari 2012 yang menyatakan, setiap TKI yang berangkat ke luar negeri harus memiliki asuransi TKI sebagai salah satu persyaratan penerbitan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN).</p>
<p>“Kalau TKI resmi, ada klaim yang akan diajukan jika terjadi kecelakaan saat bekerja di luar negeri,” terang Lily. (lia/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/21/anak-meninggal-sebagai-tki-sobchah-menanti-kejelasan-barang-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Longsor Majalengka, DMC DD Bangun Sekolah Darurat</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/longsor-majalengka-dmc-dd-bangun-sekolah-darurat/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/longsor-majalengka-dmc-dd-bangun-sekolah-darurat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 09:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[DMC]]></category>
		<category><![CDATA[Kebencanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16466</guid>
		<description><![CDATA[MAJALENGKA – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa akan membangun sekolah darurat di Majalengka setelah bencana pergerakan tanah (longsor) sebulan yang lalu. Bencana tersebut menyebabkan lima bangunan sekolah mengalami kerusakan. Salah satunya SDN Cimuncang II yang berada di Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat “Kami berkomitmen mendirikan sekolah darurat dengan perlengkapan kegiatan belajar [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>MAJALENGKA – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa akan membangun sekolah darurat di Majalengka setelah bencana pergerakan tanah (longsor) sebulan yang lalu. Bencana tersebut menyebabkan lima bangunan sekolah mengalami kerusakan.<span id="more-16466"></span></p>
<p>Salah satunya SDN Cimuncang II yang berada di Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat</p>
<p>“Kami berkomitmen mendirikan sekolah darurat dengan perlengkapan kegiatan belajar mengajarnya,” kata Udi Juandi , Komandan Regu SAR DMC Dompet Dhuafa ,Sabtu (18/5)</p>
<p>Menurutnya, sekolah darurat tersebut didirikan  mengingat kegiatan belajar-mengajar sudah mendesak dilaksanakan. Pantauan DMC Dompet Dhuafa melihat ratusan anak-anak di lokasi tidak bisa menuntut ilmu lantaran banguan sekolah mereka rusak.</p>
<p>Selain mendirikan bangunan sekolah darurat, DMC Dompet Dhuafa juga menyediakan perlengkapan belajar.</p>
<p>“Peralatan sekolah anak-anak banyak yang hilang dan rusak bersama rumah mereka akibat longsor,” terang Udi.</p>
<p>Bila kekurangan tenaga mengajar, imbuh Udi, DMC Dompet Dhuafa akan menurunkan sejumlah tenaga pengajar relawan dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa.</p>
<p>Pendirian sekolah tersebut melibatkan warga masyarakat dan pemerintah desa dengan bergotong royong.  Sistem pembelajaran akan menggunakan sistem pendampingan dan mengkhadirkan psikiater untuk memulihkan trauma anak-anak korban bencana.</p>
<p>“Selain kembali bersekolah, kondisi psikis anak-anak juga penting. Melalui <i>trauma healing</i> diharapkan anak-anak bisa pulih dari rasa trauma dan bisa terus bersemangat untuk belajar,” pungkas Udi.  (sgt/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/longsor-majalengka-dmc-dd-bangun-sekolah-darurat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga pekan di RST, Kondisi Wira Alami Kemajuan Pesat</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/kondisi-membaik-wira-diperbolehkan-rawat-jalan/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/kondisi-membaik-wira-diperbolehkan-rawat-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 09:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[RST]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16459</guid>
		<description><![CDATA[BOGOR-Hampir sebulan mendapatkan perawatan di RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, kondisi Wira (9), bocah penderita Marasmus Kwashiorkor atau penyakit gizi buruk kini semakin mengalami kemajuan signifikan. “Berat badan Wira saat ini sudah naik lagi menjadi 14kg dari berat badan sebelumnya yaitu 13kg. Kulitnya juga sudah mulai membaik,“ kata perawat yang selama ini merawat [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BOGOR-Hampir sebulan mendapatkan perawatan di RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, kondisi Wira (9), bocah penderita <i>Marasmus Kwashiorkor</i> atau penyakit gizi buruk kini semakin mengalami kemajuan signifikan.</p>
<p>“Berat badan Wira saat ini sudah naik lagi menjadi 14kg dari berat badan sebelumnya yaitu 13kg. Kulitnya juga sudah mulai membaik,“ kata perawat yang selama ini merawat dan memantau kondisi kesehatan Wira di RST, Jumat (17/5) lalu.</p>
<p>Meski demikian, guna hasil optimal yang diterima, Wira masih akan berada di RST hingga akhir Mei. Hal ini juga demi kemudahan Wida dalam melakukan cek kontrol gizi di Poli Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.</p>
<p>Menurut keterangan perawat, instruksi dari Poli Gizi Anak RSCM, asupan makanan untuk Wira kini sudah bisa diberikan secara normal, tiga kali sehari dengan kalori 1500 – 2000 kalori.</p>
<p>Setelah nanti diperbolehkan pulang melakukan rawat jalan, tim dokter beraharp asupan nutrisi dan gizi diharapkan tetap terjaga sehingga tidak kembali terserang penyakit gizi buruk.</p>
<p>“Walaupun nanti ia pulih dan bisa pulang, tetapi kalau orang tuanya tetap tidak memberi asupan gizi seperti selama dalam perawatan ia bisa kembali mengalami gizi buruk,” jelas Jufrialdy, dokter yang menangani Wira di RST. (tie/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/kondisi-membaik-wira-diperbolehkan-rawat-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malnutrition entangled Wira Waits Our Helping Hands</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/malnutrition-entangled-wira-waits-our-helping-hands/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/malnutrition-entangled-wira-waits-our-helping-hands/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 03:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[DD News]]></category>
		<category><![CDATA[Featured-en]]></category>
		<category><![CDATA[Lirih]]></category>
		<category><![CDATA[RST]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16458</guid>
		<description><![CDATA[Weighing only 11 kg, is far from ideal weight range of 20-25 kg for his age, is urgent for Wira (9) that hung limp in the inpatient hospital isolation room. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa in Parung, Bogor. From head to toe, the skin of this little man nicknamed Wira was dried and partially [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Weighing only 11 kg, is far from ideal weight range of 20-25 kg for his age, is urgent for Wira (9) that hung limp in the inpatient hospital isolation room. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa in Parung, Bogor. From head to toe, the skin of this little man nicknamed Wira was dried and partially peeling, blistering.</p>
<p>&#8220;According to the investigation, they said my child suffering malnutrition,&#8221; said Rohman (37), the father.</p>
<p>Based on medical terms, the second child of Rohman is experiencing Marasmus Kwashiorkor. Nutritional deficiencies such as energy intake, calories, and protein being the main cause.</p>
<p>Wira malnutrition conditions like today, Said Rohman, been happening since 2-year-old son. However, the poor condition of the Wira during the last three months. During that time, Rohman who is a citizen of Tenjo, Bogor commute took Wira to health centers and hospitals.</p>
<p>Although often brought to health centers and hospitals, the children do not get better. Plus the fact that economic conditions are less made Rohman family decided not to continue treatment.</p>
<p>&#8220;We do the difficult, just for eating it was so. But thank God, here in (RST) because I was not dizzy because it does not encumber me, &#8220;he said.</p>
<p>The child was taken by Rohman to the RST, referral to a volunteer in Bogor who cares Wira conditions. Initially, Rohman reluctant to deal with the pain anymore. However, once explained that the RST free intended for disadvantaged communities, Rohman was willing to go there.</p>
<p>Found that children exposed to conditions of malnutrition, Rohman aware of it because he could not provide the maximum nutrition. Rohman, who earn only Rp. 10,000-Rp.35.000 per day from selling leaves in Cengkareng, Jakarta find it difficult to get a variety of nutritional intake for their children.</p>
<p>&#8220;My wife is working as a peasant labor has incomes not much different. With earnings like that my wife and I can only buy rice and side dish. If we make another purchase, we could not afford, &#8220;Rohman said in a low voice.</p>
<p>Since coming to the RST on Saturday, (27/4) last week Wira condition has a small progress. However, according to the Jufrialdy, the doctor treating Wira in RST, the recovery will require short time. He said it took about a month to recover Wira.</p>
<p>&#8220;Though he later recovered and could go home, but when his parents still were not given nutrition care as long as he could go back in malnutrition have developed,&#8221; he explained.</p>
<p>Wira was waiting for our concern. Donation to the health of patients Wira and other RST can be channeled through BNI Syariah account 253 710 921. Or on behalf of the Dompet Dhuafa Foundation  101.000.6626.673. (Gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/malnutrition-entangled-wira-waits-our-helping-hands/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Longsor Majalengka, DMC DD Bangun Sekolah Darurat</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/longsor-majalengka-dmc-dd-bangun-sekolah-darurat-2/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/longsor-majalengka-dmc-dd-bangun-sekolah-darurat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 03:15:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[DMC]]></category>
		<category><![CDATA[Kebencanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16494</guid>
		<description><![CDATA[MAJALENGKA – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa akan membangun sekolah darurat di Majalengka setelah bencana pergerakan tanah (longsor) sebulan yang lalu. Bencana tersebut menyebabkan lima bangunan sekolah mengalami kerusakan. Salah satunya SDN Cimuncang II yang berada di Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat “Kami berkomitmen mendirikan sekolah darurat dengan perlengkapan kegiatan belajar [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>MAJALENGKA – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa akan membangun sekolah darurat di Majalengka setelah bencana pergerakan tanah (longsor) sebulan yang lalu. Bencana tersebut menyebabkan lima bangunan sekolah mengalami kerusakan.</p>
<p>Salah satunya SDN Cimuncang II yang berada di Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat</p>
<p>“Kami berkomitmen mendirikan sekolah darurat dengan perlengkapan kegiatan belajar mengajarnya,” kata Udi Juandi , Komandan Regu SAR DMC Dompet Dhuafa ,Sabtu (18/5)</p>
<p>Menurutnya, sekolah darurat tersebut didirikan  mengingat kegiatan belajar-mengajar sudah mendesak dilaksanakan. Pantauan DMC Dompet Dhuafa melihat ratusan anak-anak di lokasi tidak bisa menuntut ilmu lantaran banguan sekolah mereka rusak.</p>
<p>Selain mendirikan bangunan sekolah darurat, DMC Dompet Dhuafa juga menyediakan perlengkapan belajar.</p>
<p>“Peralatan sekolah anak-anak banyak yang hilang dan rusak bersama rumah mereka akibat longsor,” terang Udi.</p>
<p>Bila kekurangan tenaga mengajar, imbuh Udi, DMC Dompet Dhuafa akan menurunkan sejumlah tenaga pengajar relawan dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa.</p>
<p>Pendirian sekolah tersebut melibatkan warga masyarakat dan pemerintah desa dengan bergotong royong.  Sistem pembelajaran akan menggunakan sistem pendampingan dan mengkhadirkan psikiater untuk memulihkan trauma anak-anak korban bencana.</p>
<p>“Selain kembali bersekolah, kondisi psikis anak-anak juga penting. Melalui <i>trauma healing</i> diharapkan anak-anak bisa pulih dari rasa trauma dan bisa terus bersemangat untuk belajar,” pungkas Udi.  (sgt/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/longsor-majalengka-dmc-dd-bangun-sekolah-darurat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Guru Indonesia (SGI) Whipped up the spirit of Teachers to Service</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/sekolah-guru-indonesia-sgi-whipped-up-the-spirit-of-teachers-to-service/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/sekolah-guru-indonesia-sgi-whipped-up-the-spirit-of-teachers-to-service/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 02:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amir</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Featured-en]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16455</guid>
		<description><![CDATA[Talking about the quality, man is certainly very determined of the extent to which the quality of education held. Talking the quality of education, the focus will be on the extent to which the quality of the teachers. Teachers are an important element. No exaggeration, because teachers are the frontline in the struggle who lift [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Talking about the quality, man is certainly very determined of the extent to which the quality of education held. Talking the quality of education, the focus will be on the extent to which the quality of the teachers. Teachers are an important element. No exaggeration, because teachers are the frontline in the struggle who lift the quality of human resources (HR).</p>
<p>However, what if the teacher as a front line in education is not competent? So, how about if the teachers understand their role only as a profession, not as an opportunity to form a winning nation generation?</p>
<p>It cannot imagine what would happen to the next generation of students actually found such a quality teacher. Poor teacher quality is a social disaster. The indication is clear and must respond with comprehensive treatment. Constraints because the quality of science is suspected to be a bad teacher. Minimal teacher education is not up to infrequent scholar and teacher training is an indisputable fact.</p>
<p>Concern over the quality of the teacher is to be motivation for setting up Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa on October 24, 2009. Established as an institutions to create a model that has the competency of teachers to teach, educate, and lead, SGI is dedicated to the youth of Indonesia. They are young fighters who are ready to devote themselves to the teacher models and ready to contribute to the advancement of education throughout the country.</p>
<p>&#8220;The birth of SGI is a commitment in the program Dompet Dhuafa empowerment and improving the quality of teachers,&#8221; said Asep Sapa&#8217;at, Director of SGI Dompet Dhuafa.</p>
<p>Until 2013, SGI has graduated three batches. The first batch, SGI models spawned 37 teachers, 90% have served as a teacher and trainer. The second generation, SGI models spawned 30 teachers, 80% of the 20 teachers who have been placed chose to remain active in the world of education. The third force, resulted to 32 teachers SGI models.</p>
<p>&#8220;The middle class placed fourth as a primary school teacher in various regions. They are scattered in Lampung, Belitung, Banten, Sambas, West Kalimantan, NTB Dompu, and Buton in Southeast Sulawesi, &#8220;said Asep.</p>
<p>Placement in the area for a year is a measure of the extent to which SGI graduate they are able to carry out its role and function as a model teacher.</p>
<p>&#8220;Not only that, they also empower the community as a driving force, at least in the school environment they are placed. Thus what they have acquired during the lectures and internships were actually able to apply in the field, &#8220;said Asep.</p>
<p>Chose their elementary school as a place to teach, Asep said, because the most important primary phase in building character of students.</p>
<p>&#8220;They need a teacher models. Needs of elementary teachers qualified (minimum undergraduate /bachelor degree) in the area are very limited, &#8220;said Asep.</p>
<p>Asep added, according to the teachers of Research and Development (Research and Development) Ministry of National Education in 2009 states that nationally qualified teachers S1 of 42.3% and 57.7% of teachers who are not qualified presentations S1.</p>
<p><b>Comprehensive Guidance</b></p>
<p>Institutions to create model teacher, human resources recruiting superior education with a vision to promote Indonesia as well as the spirit of devotion is not enough. However, it also needed a system that was structured in order to form a strong personal, professional, and has a strong character.</p>
<p>Having passed through the selection process in the form of administration, focus group discussion (FGD), and interviews, the participants SGI follow the process of coaching for six months. Material during the coaching is the orientation, training, lectures, and internships.</p>
<p>&#8220;Debriefing creativity in the course material is very helpful in the process of creativity is there,&#8221; said Dasnah, SGI class bacth III participants from Makassar, South Sulawesi.</p>
<p>According to SGI model teacher placed on Dompu, West Nusa Tenggara (NTB) is applied to form a curriculum dorm superior character. Discipline became one important element.</p>
<p>&#8220;Our <i>Ruhaniyah</i> (spirit) as in-charge. Balanced between the science world and the afterlife. I have benefitted so much, &#8220;said the alumnus of the State University of Makassar.</p>
<p><b>Being a teacher wholeheartedly</b></p>
<p>Advancing the education of children around the country to follow SGI became Dasnah motivation. &#8220;In addition, I explore insights and experience will certainly increase in foreign places that I will step up,&#8221; She explained.</p>
<p>In line with Dasnah, Julyasman participants of SGI III force got placement Buton, Southeast Sulawesi following reasons SGI called to contribute to education in Indonesia.</p>
<p>&#8220;Starting from my graduate education. My biggest motivation to inspire and motivate the children so that they possess the same opportunity in the world get an education and do not lose much different from the kids in town, &#8220;said alumnus of Sociology, State University of Jakarta.</p>
<p>For Julyasman, SGI program can inspire and motivate as well as learn a lot of things. As for Dasnah, SGI is the charitable field, knowledge, and insight for young people who want to become teachers wholeheartedly. (Gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/sekolah-guru-indonesia-sgi-whipped-up-the-spirit-of-teachers-to-service/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kondisi Membaik, Wira Diperbolehkan Rawat Jalan</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/kondisi-membaik-wira-diperbolehkan-rawat-jalan-2/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/kondisi-membaik-wira-diperbolehkan-rawat-jalan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 02:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[RST]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16491</guid>
		<description><![CDATA[BOGOR-Hampir sebulan mendapatkan perawatan di RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Wira (9), bocah penderita Marasmus Kwashiorkor atau penyakit gizi buruk sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan. “Berat badan Wira saat ini sudah naik lagi menjadi 14kg dari berat badan sebelumnya yaitu 13kg. Kulitnya juga sudah mulai membaik,“ kata perawat yang selama ini merawat dan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>BOGOR-Hampir sebulan mendapatkan perawatan di RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa, Wira (9), bocah penderita <i>Marasmus Kwashiorkor</i> atau penyakit gizi buruk sudah diperbolehkan menjalani rawat jalan.<span id="more-16491"></span></p>
<p>“Berat badan Wira saat ini sudah naik lagi menjadi 14kg dari berat badan sebelumnya yaitu 13kg. Kulitnya juga sudah mulai membaik,“ kata perawat yang selama ini merawat dan memantau kondisi kesehatan Wira, Jumat (17/5) lalu.</p>
<p>Namun demikian, guna hasil optimal yang diterima, Wira masih akan berada di RST hingga akhir Mei. Hal ini juga demi kemudahan Wida dalam melakukan cek kontrol gizi di Poli Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.</p>
<p>Menurut keterangan perawat, instruksi dari Poli Gizi Anak RSCM, asupan makanan untuk Wira kini sudah bisa diberikan secara normal yaitu, tiga kali sehari dengan kalori 1500 – 2000 kalori.</p>
<p>Setelah nanti diperbolehkan pulang melakukan rawat jalan, tim dokter beraharp asupan nutrisi dan gizi diharapkan tetap terjaga sehingga tidak kembali terserang penyakit gizi buruk.</p>
<p>“Walaupun nanti ia pulih dan bisa pulang, tetapi kalau orang tuanya tetap tidak memberi asupan gizi seperti selama dalam perawatan ia bisa kembali mengalami gizi buruk,” jelas Jufrialdy, dokter yang menangani Wira di RST. (tie/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/kondisi-membaik-wira-diperbolehkan-rawat-jalan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Kulon Progo Dukung Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa</title>
		<link>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/bupati-kulon-progo-dukung-program-klaster-mandiri-dompet-dhuafa/</link>
		<comments>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/bupati-kulon-progo-dukung-program-klaster-mandiri-dompet-dhuafa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 01:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yogiachmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita DD]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Klaster Mandiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.dompetdhuafa.org/?p=16471</guid>
		<description><![CDATA[KULON PROGO- Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mendukung penuh program Klaster Mandiri yang di gagas Dompet Dhuafa di Kulon Progo. Hal tersebut diungkapnya saat kunjungan audiensi Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ismail A. Said dalam acara kunjungan program Klaster Mandiri di Kulon Progo, Jumat, (17/5). Salah satu program yang didukung Hasto adalah usaha batu bata di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>KULON PROGO- Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mendukung penuh program Klaster Mandiri yang di gagas Dompet Dhuafa di Kulon Progo. Hal tersebut diungkapnya saat kunjungan audiensi Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ismail A. Said dalam acara kunjungan program Klaster Mandiri di Kulon Progo, Jumat, (17/5).<span id="more-16471"></span></p>
<p>Salah satu program yang didukung Hasto adalah usaha batu bata di Kecamatan Kokap. Usaha tersebut menggunakan sumber daya lokal berupa tanah lempung yang tersedia melimpah ruah di Kulon Progo.</p>
<p>“Saya terkadang melakukan kritik terhadap program pemerintah yang bersifat ‘plung&#8230;lap’, <i>nyemplung</i> langsung lenyap,” ujar Hasto.</p>
<p>Hasto menilai, program pemberdayaan Dompet Dhuafa seperti Klaster Mandiri sangat membantu pemerintah daerah untuk mengurangi kemiskinan.</p>
<p>Program Klaster Mandiri Dompet Dhuafa di Kulon Progo yang telah memasuki tahun kedua ini terdiri dari program ekonomi dan kesehatan. Sebanyak 330 kepala keluarga yang tergolong dhuafa tercatat sebagai penerima manfaat.</p>
<p>“Program yang kami lakukan tidak besar, tapi diharapkan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain”, ungkap Ismail A. Said.</p>
<p>Lebih lanjut Ismail menuturkan, pertanian, peternakan, dan usaha kecil menjadi usaha yang dikelola masyarat Kulon Progo dalam program tersebut. (erri/gie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.dompetdhuafa.org/2013/05/20/bupati-kulon-progo-dukung-program-klaster-mandiri-dompet-dhuafa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Database Caching 60/100 queries in 0.038 seconds using apc

 Served from: www.dompetdhuafa.org @ 2013-05-23 08:42:19 by W3 Total Cache -->