SGI Master Teacher Mewisuda Guru Honorer di Bengkulu Utara

BENGKULU -- Master Teacher ebagai salah satu program Sekolah Guru Indonesia (SGI), untuk pertama kalinya hadir di Kabupater Bengkulu Utara dan telah mewisuda 24 orang Guru Honorer pada Minggu (28/11/2021). Koordinator SGI Bengkulu, Winda Ayu Dwinata, S.Pd, menyampaikan bahwa program SGI Master Teacher ini telah berlangsung sejak 3 bulan sebelumnya dan terlaksana secara hybrid yakni daring dan luring.

Dalam kesempatan wisuda disana, dihadiri oleh jajaran pejabat dari perwakilan Dinas Pendidikan Kab. Bengkulu Utara. Edy Sutrisno, M.TPd selaku Kabid GTK, menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa khususnya tim SGI di wilayah Bengkulu.

“Tentunya kami berharap, program ini bisa berlanjut, juga bertambah kuotanya. Pun para guru-guru dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dan menularkannya kepada guru lainnya,” sebutnya.

Menyambut hal tersebut, Ust. Herman Budianto M.Si, selaku General Manager Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa, turut menyampaikan rasa terimakasih atas kerjasama yang dibangun dan berharap dapat berlanjut di kemudian hari.

“Bahwa peningkatan kualitas peserta didik dimulai dari kualitas para Guru, maka Guru harus terus meningkatkan kapasitasnya baik dari segi softskill maupun hardskill untuk menunjang profesinya,” kata Ust. Herman.

Selanjutanya Ketua SGI, Asep Ihsanudin memaparkan, program Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa di bidang pendidikan, melalui SGI didedikasikan untuk para Guru Honorer. Dengan harapan dapat membantu mengembangkan kapasitas dan menstimulasi inovasi pembelajaran di saat pandemi, serta membantu perekonomian guru tersebut.

”Program SGI sudah mewisuda sebanyak 4.914 guru yang tersebar di 34 provinsi, di 105 kabupaten/kota. Dan hari ini, SGI mewisuda angkatan ke-44 di 7 wilayah Indonesia. Semoga SGI di Provinsi Bengkulu dapat terus menyebar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Bengkulu,” aku Asep.

”Uniknya, dari 24 Wisudawan yang hadir, ternyata ada seorang guru yang berasal dari Kabupaten Bengkulu Selatan yang notabene harus menempuh 7 jam perjalanan untuk hadir di pertemuan luring saat perkuliahan dilaksanakan. Beliau menyampaikan bahwa program ini membantu menguatkan value-nya sebagai guru. Selain juga mendapatkan ilmu praktis untuk diimplementasikan di kelasnya,” tambah Asep. (Dompet Dhuafa / LPI)



a:2:{s:2:

Sambung Kebaikan dengan Layanan Amb

Lihat Detail
Sambung Kebaikan den
29 Nov 2021 17:16:59

PURWOKERTO, JAWA TENGAH -- Meskipun pandemi Corona mereda, tapi masih banyak pasien-pasien yang bergantung hidup dari bantuan oksigen. Diantaranya adalah pasien rutin hemodialisa (cuci dar [...]

a:2:{s:2:

YFP Camp 2022, Shofwan Al Banna: A

Lihat Detail
YFP Camp 2022, Shof
29 Nov 2021 14:29:00

JAKARTA -- Peran pemuda dalam memelihara perdamaian di dunia sangatlah tinggi. Pemuda saat ini, yang kerap kali disebut sebagai generasi milenial, tidak hanya sebagai generasi penerus bangsa, [...]

a:2:{s:2:

Kisah Pasutri Sepuh Penyintas Semer

Lihat Detail
Kisah Pasutri Sepuh
29 Nov 2021 14:17:54

LUMAJANG, JAWA TIMUR -- Bu Sukarminah lanjut menceritakan kenangan pilu saat erupsi terjadi. Ia mengaku saat itu yang dilihatnya hanyalah debu vulkanik hitam yang tebal. Perlahan debu semakin [...]


Tuliskan Komentar