Konsultasi

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengajukan pertanyaan kepada kami. Kami akan menjawab pertanyaan anda.
Terimakasih.

[contact-form 6 "Konsultasi"]

38 comments

  • December 9, 2011 8:31 amPosted 2 years ago
    Fenny Sukiban

    Menyenangkan sekali bisa menjadi bagian dari dompet dhuafa

    Reply
  • Visit site
    December 25, 2012 4:04 pmPosted 1 year ago
    abu sarah

    assalam wr wb

    tabung wakaf, mohon info ttg program wakaf produktif dalam rangka pengentasan kemiskinan.. berhubung sy akan melakukan penelitian tesis terkait peran wakaf terhadap tingkat kemiskinan. kira2 objek wakaf apa yg bisa sy teliti? terkait judul tersbut?

    syukran jzakumullahu khairan

    Reply
    • Visit site
      January 3, 2013 10:34 amPosted 1 year ago
      admin

      wa’alaikumsalam wr wb
      untuk saudara abu sarah bisa langsung menghubungi Tabung wakaf indonesia di alamat Kantor Tabung Wakaf Indonesia

      Ciputat Indah Permai Blok C-25
      Jl. Ir. H Juanda no 50 Ciputat, Jakarta 15419
      Telp : (021) 741.8977 Fax : (021) 741.8978
      Email : layanan@tabungwakaf.com
      Terima kasih

      Reply
  • Visit site
    December 25, 2012 4:07 pmPosted 1 year ago
    sri rozani

    berapa nominal zakat yang akan saya transfer jika saya mau wakaf produktif, berapa jenis wakaf yg ada di dompet dhuafa? dan berapa saja nominalnya..?

    Reply
    • Visit site
      January 3, 2013 5:15 pmPosted 1 year ago
      admin

      ibu sri untuk zakat silakan di bayarkan sesuai dengan besarnya zakat ibu, untuk wakaf itu besar nominalnya tidak di tentukan terima kasih.

      Reply
  • Visit site
    February 2, 2013 2:42 pmPosted 1 year ago
    joko

    assalamu’alaikum wr.wb

    sya ingin konsultasi mengenai zakat saya.

    setiap bulan saya mengeluarkan zakat profesi/penghasilan (seelum menghitung nishab). namun setelah saya menghitung nishab, ternyata sya belum memenuhi nishab berzakat
    pertanyaannya :
    1. apakah zakat penghasilan saya syah?
    2. apakah sya boleh berzakat penghasilan/profesi jika blm memenuhi nishab?

    info: gaji saya/bulan 2,3-2,7jt

    terima kasih
    wassalam

    Reply
    • Visit site
      February 5, 2013 2:04 pmPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Apabila seseorang mengeluarkan zakat, sedangkan hartanya belum mencapai nishab, maka zakat yang ia keluarkan itu menjadi sedekah. saudara bisa menyisihkan sebagian dari penghasilan saudara untuk sedekah, dengan ketentuan yang terbuka. artinya, tidak ada batasan nilai dan tidak ada ketentuan nishab.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    February 9, 2013 12:35 amPosted 1 year ago
    putri

    assalamu’alaikum wr.wb

    Saya punya bbrapa prtanyaan…

    1. apakah bisa wakaf di dompet dhuafa dgn nominal uang di bawah 1 juta ?
    2. Apakah bisa saya wakaf atas nama orang lain (misalnya atas nama orangtua/mertua) sebagai pemberi wakaf (tetapi uangnya dari saya dan suami) ? dan apakah ada ketentuan2 khususnya untuk kasus sprti ini ?

    syukran jzakumullahu khairan

    Reply
    • Visit site
      February 20, 2013 9:45 amPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt memberkahi saudari dan keluarga.
      Pertama, boleh berwakaf di dompetdhuafa dengan nominal di bawah satu juga. Dompetdhuafa tidak membatasi nilai minimal untuk berwakaf. Hanya saja, bagi yang berwakaf senilai satu juta ke atas akan mendapatkan sertifikat wakaf.
      Kedua. Saudara bisa berwakaf dengan nama orang tua dan tidak ada ketentuan khusus terkait hal tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    February 9, 2013 5:49 pmPosted 1 year ago
    kim

    assalamu’alaikum wr.wb

    saya ingin bertanya mengenai wakaf tunai,
    apakah peruntukan wakafnya (pro sehati atau cendekia atau hasanah) ditentukan oleh pemberi wakaf atau oleh TWI?

    Reply
  • Visit site
    February 19, 2013 11:52 amPosted 1 year ago
    putri

    assalamu’alaikum wr.wb

    1.boleh tdk sy dan suami mengeluarkan wakaf atas nama orang tua kami (blum meninggal),dgn niat pahala untuk mereka ?
    1.jika kami berniat wakaf uang di DD,apakah ada saldo minimalnya ?

    syukran jzakumullahu khairan

    Reply
    • Visit site
      February 20, 2013 4:11 pmPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan rahmat-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Pertama, saudari dan suami dapat mengeluarkan harta wakaf atas nama orang tua dan niat untuk orang tua. Secara syar’I, hal semacam ini dibolehkan.
      Kedua. Untuk wakaf, tidak ada saldo minimal. Hanya saja, bagi yang berwakaf senilai satu juta ke atas akan mendapatkan sertifikat wakaf.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    March 3, 2013 9:50 pmPosted 1 year ago
    Faisal

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Saya baru menjual rumah (satu2nya) dan akan membeli rumah lain yg lebih murah. Tujuannya adalah mencari kelebihan uang untuk menutupi kebutuhan2 yang lain serta menggunakan sebagiannya untuk modal bekerja. Sekarang ini saya tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan.

    Pertanyaan saya adalah:
    1. Apakah dari hasil penjualan rumah tersebut harus dikeluarkan zakatnya? Kalau iya, bagaimana cara penghitungannya?

    2. Apakah boleh saya memberikan zakat kepada adik dan ipar saya yang kebetulan mereka membutuhkan?

    Terimakasih atas jawabannya,

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Reply
    • Visit site
      March 5, 2013 11:38 amPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Pertama, harta yang diperoleh dari hadiah, warisan, pemberian, penjualan harta tertentu termasuk kategori harta mustafad. Apabila harta mustafad mencapai nishab, maka zakatnya adalah 2,5 persen. Sebagian ulama berpendapat zakat langsung dikeluarkan setelah menerima harta tersebut. sebagian ulama berpendapat bahwa kewajiban zakat baru akan berlaku setelah berlalu masa satu tahun. Menurut hemat kami, bila saudara menjualnya untuk memenuhi kebutuhan pokok, maka saudara pergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. Rumah termasuk kebutuhan pokok. Oleh karena itu, bila rumah itu rumah yang hendak saudara tempati, maka saudara dapat menggunakan harta penjualan rumah untuk membeli rumah kembali. Bila ada sisa dan masih mencapai nishab, saudara keluarkan 2,5 persen dari harta yang tersisa.
      Kedua, saudara bisa memberikan zakat kepada kerabat selama kerabat itu termasuk salah satu dari 8 kelompok orang-orang yang berhak menerima zakat. Sederhananya, apabila kerabat saudara termasuk kategori fakir miskin ( tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak) maka ia berhak menerima zakat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    March 19, 2013 11:47 amPosted 1 year ago
    lilyk muflichah

    Assalamu’alaikum warokhmatullahi wabarokatuh.saya mau mengadakan penelitian tentang wakaf tunai.apakah cukup ke TWI atau langsung ke dompetduafa.mohon infonya.sebelumnya terima kasih.wass.

    Reply
  • Visit site
    March 20, 2013 7:08 pmPosted 1 year ago
    megi zakaria

    bagaimana hukum untuk wakaf tunai yg terjadi di perbankan, dimana seseorang mewakafkan uangnya di perbankan dan uang itu di upayakan oleh pihak perbankan kepada bentuk usaha, setelah usaha itu menguntungkan, maka hasilnya akan di bagi buat bank dan orang yang mewakafkan uang tersebut,.???
    sedangkan menurut apa yang saya baca, wakaf itu adalah pemindahan harta atau ahak milik kepada orang yang berhak mengolah wakaf, dan apabila akad wakaf itu telah terjadi, maka harta tersebut telah lepas hak kepemilikannya dari orang yang punya harta, dan orang itu sudah tidak punya hak terhadap harta tersebut???

    jadi inti pertanyaan saya itu apa hukumnya wakaf yang terjadi atau yang di berlakukan di bank tersebut????
    trim’s…
    wassalam….

    Reply
  • Visit site
    April 8, 2013 10:21 amPosted 1 year ago
    Mas Bagus Ari Bawono

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Saya ingin bertanya tentang zakat yang harus saya keluarga dari harta dan penghasilan saya. Yang pertama saya ingin bertanya zakat penghasilan. Pekerjaan saya wiraswasta, pedagang dan jasa. namun dalam penghasilan saya tidak menentu setiap bulannya, jadi hanya perkiraan saja karena tidak ada catatan khusus yang mencatat hasil penjualan dagangan saya dan jasa yg saya jual. mungkin kalau diperkirakan penghasilan saya sekitar 10-15juta /bulan. Berapakah zakat yg harus saya keluarkan setiap bulan atau tahunnya?
    Kemudian zakat ma’al. Saya memiliki rumah yang saya beli dengan kredit melalui bank. Harga jual sewaktu saya beli adalah 55jt, saya mencicil selama 15 tahun sebesar Rp. 481.500 /bulan. Rumah tersebut sudah saya renovasi dan menghabiskan dan sekitar kurang lebih 60jt. Dan juga saya membeli mobil yang saya beli dengan mencicil juga, harga jual sewaktu saya beli 14 bulan yang lalu adalah 189jt saya beli dengan mencicil sebesar rp.5.023.000 /bulan selama 48 bulan. Saya juga memiliki 2 buah sepeda motor, yang 1 sudah lunas, mungkin kalau saya jual harganya 7-8jt, dan 1 lagi masih saya bayar dengan cicilan sebesar kalau tidak salah sebesar 680rb /bulan selama 24 bulan dan baru berjalan 3 bulan. berapakah zakat maal yg harus saya keluarkan?

    Atas jawabannya saya mengucapkan terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Reply
    • Visit site
      April 9, 2013 1:30 pmPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Berdasarkan informasi yang saudara sampaikan, zakat yang terkait dengan usaha saudara adalah zakat perdagangan. Seseorang berkewajiban mengeluarkan zakat atas harta yang ia miliki, di antaranya barang perniagaan, bila nilainya mencapai nishab (senilai 85 gram emas atau sekitar 40 juta) dan genap satu tahun. Ketentuan genap satu tahun adalah 12 bulan hijriah setelah harta itu mencapai nishab dan bukan memulai usaha. Apabila seseorang memiliki uang, emas, perak, tabungan dan surat-surat berharga, maka penghitungan pencapaian nishabnya digabung semuanya. Apabila nilai barang dagangan dan harta yang sejenis seperti di atas telah mencapai nilai 40 juta atau 85 gram emas maka wajib dikeluarkan zakatnya 2,5 persen. Zakat dikeluarkan pada saat genap satu tahun dari semenjak mencapai nishab.
      Adapun mobil, rumah, motor, tanah dan harta lainnya yang berupa fasilitas penunjang hidup dan bukan barang dagangan maka tidak termasuk harta wajib zakat. terkecuali bila harta itu dijadikan barang dagangan maka wajib dikeluarkan zakatnya. Selama harta-harta tersebut sebagai penunjang kebutuhan hidup maka tidak ada kewajiban zakat. Hal ini berdasarkan pada hadits Rasulullah saw, “Tidak ada kewajiban zakat atas seorang muslim terhadap hamba sahaya dan kuda yang ia miliki.”
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    April 11, 2013 5:31 pmPosted 1 year ago
    Nidaul Jannah

    Assalamualaikum wr wb
    maaf saya maw bertanya. sehubungan dengan judul skripsi saya tentang aplikasi investasi wakaf uang apakah saya bisa melakukan penetian di TWI?dan bagaimana prosedurnya?
    Terima kasih
    Wss Wr Wb

    Reply
    • Visit site
      April 12, 2013 4:43 pmPosted 1 year ago
      admin

      Wa’alaikumsalam wr wb
      sdri. Nidaul Jannah silakan datang ke TWI di ruko ciputat dengan membawa pengantar dari kampus setelah itu baru bisa dijadwalkan untuk penelitian.
      Terima kasih

      Reply
  • Visit site
    April 18, 2013 10:52 amPosted 1 year ago
    yudo

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Begini ustadz, orangtua saya mempunyai deposito tetapi atas nama saya (alasannya agar tidak sulit pengurusan jika terjadi sesuatu dengan orangtua saya). Deposito tersebut saya masukkan bank syariah yang bagi hasilnya per bulan dimasukkan ke rekening saya dan boleh saya pakai untuk kebutuhan saya, sedangkan depositonya itu sendiri tidak boleh saya cairkan untuk saya pakai. Nah bagaimana mengenai deposito itu stadz, apakah wajib saya zakati atau bagaimana, mengingat deposito itu atas nama saya dan saya menikmati bagi hasilnya per bulan?
    Terima kasih atas jawabannya.

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Reply
    • Visit site
      April 23, 2013 1:39 pmPosted 12 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikusalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Saudara dapat mengambil bagi hasil atas tabungan itu bila ada izin dari orang tua. Bagaimana pun juga, pada hakekatnya harta yang berasal dari bagi hasil deposito itu adalah milik orang tua. Bila beliau berkenan maka saudara dapat mengambilnya. Namun bila tidak berkenan atau belum memberikan ungkapan karena belum ada pertanyaan tentang itu, maka hukum asalnya tidak boleh mengambil harta itu. Adapun kewajiban zakat atas harta deposito itu adalah kewajiban orang tua sebagai pemilik penuh atas harta tersebut. Kewajiban zakat berlaku pada orang yang memiliki, meskipun disimpan atas nama orang lain.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    April 29, 2013 1:38 pmPosted 11 months ago
    D Kusmanto

    Assalamualaikum wr wb,
    Saya mau tanya mengenai zakat , saya adalah karyawan swasta dan Alhamdulillah penghasilan saya 1 bulan 6-7 jt bruto.

    adapun saya mempunyai 2 orang anak yang 1 satu tinggal dengan nenek nya di kampung karena sekolah SD dan setiap bulan saya berikan biaya hidup 1.5jt per bulan.

    Juga setiap bulan nya karena Mertua saya terlilit hutang 25jt, maka saya mencicilnya 1jt per bulan selama 36 bulan / 3 tahun.

    sedangkan orang tua saya juga pinjam Bank 50jt untuk membuat rumah Saya dan saya harus mencicilnya 1 jt per bulan selama 60 bulan.

    jadi total uang yang saya terima setiap bulan nya adalah 7jt- 1.5jt ( biaya anak di kampung) – 1jt ( hutang mertua) -1jt ( HUtang bukin rumah) = Sisa uang setiap bulan nya 3.5jt saja.

    Tolong di info kalkulasi zakat saya harus bayar berapa setiap bulan nya, karena saya beranggapan dengan membayar 1 jt setiap bulan untuk membayar hutang mertua adalah termasuk zakat ?

    saya tunggu jawaban nya

    Terimakasih / salam

    D Kusmanto

    Reply
    • Visit site
      April 30, 2013 11:00 amPosted 11 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Para ulama berbeda pendapat, apakah zakat itu dikeluarkan tanpa dikurangi zakat dan kebutuhan pokok terlebih dahulu ataukah tidak. Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat tanpa dikurangi hutang dan kebutuhan pokok. Dengan demikian, saudara mengeluarkan zakat 2,5 persen dari penghasilan yang saudara terima.
      Sedangkan ulama lain berpendapat bahwa zakat dikeluarkan setelah dikurangi hutang dan kebutuhan pokok, maka zakat dikeluarkan dari sisanya. Hanya saja, dalam hal ini, yang menjadi pengurang adalah hutang saudara ( bukan hutang mertua atau orang tua) dan kebutuhan pokok keluarga saudara.
      Apakah uang satu juta yang saudara berikan itu termasuk zakat. tentu saja, jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Jawaban itu tergantung apakah mertua saudara termasuk orang yang berhak menerima zakat ataukah tidak. Apabila termasuk orang yang berhak menerima zakat, termasuk kategori yang mana? Bila termasuk gharim, maka harus memenuhi kriteria gharim. Gharim adalah seseorang yang terlilit hutang dan tidak memiliki harta berlebih dari kebutuhan pokok yang bisa ia gunakan untuk membayar hutang. Apabila seseorang memiliki harta berlebih, baik itu berupa property atau tanah di luar kebutuhan pokok, maka tidak termasuk ghorim. Akan tetapi bila kriteria itu terpenuhi, maka mertua saudara termasuk kategori ghorim.
      Weallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    April 30, 2013 12:15 pmPosted 11 months ago
    hilma nafsiyti

    assalamu’alaikum warrahmah
    saya mau tanya tentang wakaf yang di produktifkan
    jika harta wakaf tsb telah mencapai 1 nishab apa mesti dikeluarkan zakatnya??

    Reply
    • Visit site
      May 1, 2013 9:18 amPosted 11 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Para ulama membagi wakaf menjadi dua. Pertama, wakaf yang diperuntukkan umat muslim. Jadi, seseorang mewakafkan hartanya kepada lembaga atau institusi untuk kepentingan umat Islam. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa harta wakaf tersebut tidak wajib dikeluarkan zakatnya. Sebab, kewajiban zakat itu adalah kewajiban seorang muslim dan bukan kepada umat.
      Kedua, wakaf kepada pribadi. Seseorang bisa mewakafkan hartanya kepada orang lain untuk kepentingan dirinya dan keluarganya serta kerabatnya. Untuk wakaf yang kedua ini, sebagian besar ulama berpendapat wajib dikeluarkan zakatnya bila telah memenuhi ketentuan wajib zakat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    May 15, 2013 6:48 amPosted 11 months ago
    indra

    assalamu’alaykum
    Saya mahasswa yg tinggal bersama ibu sya di rumah kontrakan. Kami adalah penjual serabi. Tapi akhir2 ini sdang sepi.
    Modal usha kami berasal dari pinjaman berbunga. Akhrnya Keluarga saya terlilit hutang yg berbunga. Semua barang di rumah sudah dijual, tapi Saya memiliki sbuah laptop pemberian orang tp diamanahkan untk fasilitas kuliah sya dan tidak boleh dijual.
    Kondisi kami pun hdup pas2n.
    Yg ingn sya tanyakan adalah
    1. Apakah keluarga sya trmasuk gharim?
    2. Kluarga sya sudah terlibat riba, jika sya trmasuk gharim.apakah zakat yg sy trima jg untk membyar riba trsbut?
    3. Apakah sya hrus menjual laptop sya?
    Terima kasih atas jawabannya

    Reply
    • Visit site
      May 15, 2013 9:34 amPosted 11 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Para ulama berpendapat bahwa seseorang yang terlilit hutang untuk memenuhi kebutuhan hidupanya, bukan untuk maksiat dan tidak memiliki harta lebih dari kebutuhan pokoknya maka ia termasuk kategori gharim.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    May 21, 2013 8:05 pmPosted 11 months ago
    hafsyah

    assalammualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

    saya masih belum faham benar tentang zakat apa saja yg harus dibayarkan dan kapan.
    pendapatan kami peroleh dari gaji per bulan, tidak ada sumber pendapatan lain dari berjualan atau yang lain. sudah bekerja selama 2 tahun dg gaji 9jt per bulan, artinya sudah memenuhi nishab dan haul ya ustad?saya membayar zakat profesi sebulan sekali dihitung dari sisa gaji setelah dikurangi kebutuhan. misal gaji 9jt, kebutuhan 5jt, sisa 4jt. untuk zakat profesi, berarti saya membayar 2,5%x4jt=100ribu. Artinya setelah zakat profesi dibayarkan, tiap bulan saya save 3.900.000. Saya memiliki perhiasan emas, sudah masuk nishab, tapi dimiliki baru 7bulan.

    1. Apakah zakat profesi sudah benar seperti itu pembayarannya?
    2. Kan tadi saya tiap bulan save 3.900.000, apabila tabungan ini tersimpan 1tahun, apakah perlu dibayarkan zakat 1tahun sekali?atau sudah termasuk dizakati ketika masih 4jt tadi?atau bagaimana seharusnya ya?
    3. Dari kondisi saya ini, apakah ada zakat lain yang perlu saya bayarkan?
    4. Apakah saya wajib zakat maal juga?berapa rupiah dan apakah pembayarannya setahun sekali bersamaan dengan zakat fitrah?
    5. Ketika perhiasan emas sudah dimiliki 1tahun, artinya saya wajib bayarkan zakat ya?untuk 1tahun kedua ketiga keempat (setiap setahun sekali) apakah perlu zakat lagi?

    Mohon penjelasannya ustad. Saya takut pembayaran zakat saya selama hidup salah.
    Terima kasih
    wassalammualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

    Reply
    • Visit site
      June 4, 2013 9:55 amPosted 10 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Pertama. Cara saudara dalam menghitung zakat penghasilan sudah benar. Hanya saja, sebagai pengurang hendaklah kebutuhan pokok atau primer saja. Jadi, bukan seluruh pengeluaran menjadi pengurang. Apabila dikeluarkan tanpa dikurangi terlebih dahulu akan lebih memberikan maslahat bagi fakir miskin. Dan memang ada sebagian kalangan yang berpendapat bahwa zakat penghasilan dikeluarkan tanpa dikurangi kebutuah terlebih dahulu untuk mengedepankan kehati-hatian.
      Kedua, Apabila sebagian dari penghasilan yang sudah dizakati waktu menerima lalu ditabung, maka bila mencapai nishab zakat harta simpanan satu tahun maka wajib dikeluarkan zakatnya setiap tahun. Hanya saja hal ini berlaku pada tahun kedua dari harta itu. Sebab, pada tahun pertama saudar telah mengeluarkan zakatnya pada saat menerima maka tidak dikeluarkan lagi pada akhir tahun pertama sehingga tidak terjadi double zakat dalam satu tahun.
      Ketiga. Tidak ada zakat lain selain zakat penghasilan dan zakat tabungan ( bila mencapai nilai 85 gram emas).
      Keempat. Adapun zakat mal, zakat penghasilan, zakat tabungan, zakat investasi, perniagaan ( bila ada) adalah zakat mal. Jadi, bila memiliki tabungan yang telah memenuhi kriteria zakat maka zakat tabungan itu adalah zakat mal. Zakat mal yang lain misalnya, zakat pertanian, perkebunan, peternakan, bisnis dan lain-lain.
      Kelima. Apabila seseorang memiliki emas yang mencapai nishab ( senilai dengan 85 gram emas tatkala digabungkan dengan uang, asset bisnis atau harta sejenisnya ) maka wajib dikeluarkan zakatnya 2,5 persen ketika genap satu tahun. Dan zakatnya pun wajib dikeluarkan setiap tahun.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    May 25, 2013 6:27 pmPosted 11 months ago
    yunita patarai

    Gmn sich perhitungan pengeluaran zakat buat pembelial barang yg hargax 61jt..mohon dibantu yach..

    Reply
    • Visit site
      June 11, 2013 9:08 amPosted 10 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alakumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Seseorang memiliki kewajiban mengeluarkan zakat apabila ia memiliki harta simpanan, emas, perak, saham, obligasi dan sejenisnya yang mencapai nishab (senilai 85 gram emas) dan tersimpan selama satu tahun. Kewajiban itu berlaku ketika telah genap satu tahun. Maka nilai zakatnya adalah 2,5 persen. Dengan demikian, pembelian suatu barang yang tidak termasuk harta wajib zakat maka tidak ada kewajiban zakat atas harta itu. Misalnya, seseorang membeli mobil senilai 200 juta, maka tidak ada kewajiban atas mobil tersebut selama tujuan kepemilikannya bukan untuk bisnis ( diperjual belikan0.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    June 4, 2013 2:03 pmPosted 10 months ago
    waluya

    assalamu alaikum wr.wb

    saya mo tanya ustad tolong segera djawab….begini ustad…maaf sebelumnya….saya punya nadzar….stelah saya selesai memperingati 2 tahun meninggalnya ibu saya saya akan mengamalkan sejumlah uang yang sama dengan apa yg saya kluarkan untuk peringatan ibu saya……klo begitu hukumnya apa dan itu termasuk infaq atau sodaqoh…terima kasih….

    wassalamuaalaikum wr.wb

    Reply
    • Visit site
      June 11, 2013 9:02 amPosted 10 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan berkah-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Nadzar yang saudara lakukan termasuk nadzar dalam kebaikan. Dengan begitu, apabila saudara mampu, saudara berkewajiban melaksanakan nadzar itu. Dengan adanya nadzar tersebut, sedekah atau infak yang semula hukumnya sunnah berubah menjadi wajib. Maka, uang yang saudara infakkan atau sedekahkan itu merupakan bagian dari pelaksanaan nadzar.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    June 19, 2013 9:24 pmPosted 10 months ago
    ida

    Thn lalu saya menjual tanah 200jt dan lngsung saya keluarkan zakatnya. Sekarang sisa uang tersbt 100jt ditabungan saya apakah wajib zakat ketika haulnya

    Reply
    • Visit site
      June 25, 2013 3:04 pmPosted 10 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Apabila saudara telah mengeluarkan zakatnya 2,5 persen pada saat menerima, maka untuk akhir tahun pertama saudara tidak perlu mengeluarkan zakatnya kembali karena sudah saudara keluarkan pada saat menerima. Hal ini berdasarkan pada satu kaidah bahwa satu harta tidak dizakati dua kali dalam satu tahun. AKan tetapi untuk akhir tahun kedua, saudara berkewajiban mengeluarkan zakatnya kembali karena syarat wajib zakat untuk tahun berikutnya telah terpenuhi, yaitu: mencapai nishab dan genap haul.
      Wallahu a’alam

      Reply
  • Visit site
    July 10, 2013 11:43 pmPosted 9 months ago
    heru

    assalamu’alaikum
    saya krj d jkt. sebelum sy krj , sy nadzar mw ngirim ke ortu min 20% dr gaji sy. dan sekarng alhamdulillah sy udah dpt pekerjaan. nah yg sy maw tanyakan apakah uang yg sy kirim itu termasuk infak/zakat/sodaqoh/kewajiban. yg ke2 apakah boleh zakat kpd ortu (yg2,5% dr gaji) apa tetep hrs infak ?
    terimakasih pak ustadz / bu ustadzah.
    waasalamu’alaikum

    Reply
    • Visit site
      July 11, 2013 11:15 amPosted 9 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara
      20 persen dari gaji yang saudara berikan kepada orang tua itu termasuk sedekah wajib. Hukum asalnya sedekah sunnah. Hanya saja, karena saudara telah bernazar sebelumnya sehingga berubah hukum dari sunnah menjadi wajib.
      Bagaimana dengan memberikan zakat kepada orang tua?
      Para ulama berbeda pendapat tentang persoalan tersebut. Sebagian ulama berpendapat tidak boleh memberikan zakat kepada orang tua. Sebab, ketika orang tua tidak mampu maka anak adalah orang yang berkewajiban menafkahinya. Demikian juga, harta anak adalah harta orang tua. Dengan pertimbangan di atas, seorang anak tidak boleh memberikan zakat kepada orang tuanya. Bila ia memberikan zakat kepada orang tuanya sama artinya ia memberi zakat kepada orang yang menjadi tanggungannya.
      Ulama yang lain berpendapat boleh memberikan zakat kepada orang tua bila orang tua termasuk dalam kategori orang-orang yang berhak menerima zakat. Misalnya, orang tua dalam keadaan miskin atau fakir. Ulama tersebut melandaskan pendapat mereka kepada sifat dan makna yang ada pada surah attaubah ayat 60 tentang orang-orang yang berhak menerima zakat.
      Menurut hemat kami, sebaiknya seseorang memberikan zakat kepada selain orang tua. Dengan begitu, ia bisa berbakti dengan orang tua dengan sedekahnya dan bukan zakat. Cara semacam ini lebih aman dan keluar dari perbedaan pendapat.
      Wallahu a’lam

      Reply

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment