hit counter code

Save Rohingya

Share

Detail

 

13 November 2016, api membakar rumah- rumah. Sepasukan loreng terlatih meratakan desa. Setidaknya 69 jenazah bergelimpangan, lelaki, perempuan, bahkan anak-anak. Ini bukan bencana alam. Ini pembersihan etnik secara luas dan sistematis.

Terpantau dari citra satelit, ratusan bangunan di wilayah tersebut hangus terbakar. ”Gambar satelit baru mengkonfirmasi luas kerusakan desa Rohingya lebih besar dari yang kita pikir pertama kali,” kata Brad Adams, Direktur Human Rights Watch Asia, seperti dikutip dari BBC, Selasa (15/11/2016)
.
“Kami sangat menyesalkan bahwa Myanmar yang sedang menapaki jalan baru menuju Demokrasi, harus ternodai kekerasan sektarian yang mengancam etnis dan agama tertentu. Dompet Dhuafa akan berusaha memberikan bantuan kemanusiaan terhadap korban kekerasan. Terutama dari kalangan pengungsi anak dan perempuan,” ujar M. Sabeth Abilawa, Corporate Secretary Dompet Dhuafa.

Saat ini, melalui Dompet Dhuafa Anda dapat membantu korban kekerasan etnis Rohingya. Kami akan melakukan advokasi kemanusiaan dan mempersiapkan program respon di bawah koordinasi UN.

Rohingya menanti kesadaran manusia di bumi untuk mengakui dan menerimanya. Rohingya, the most persecuted person in the world, menunggu bantuan kita yang lebih berdaya untuk menyuarakan hak-haknya. Karena #merekakeluargakita