Perhitungan Zakat

Fasilitas ini disediakan untuk membantu anda menghitung besar zakat anda. Hitunglah pendapatan dan simpanan anda untuk mengetahui besar zakat / infaq yang perlu dikeluarkan.

59 comments

  • Visit site
    July 25, 2012 8:10 amPosted 1 year ago
    Ila

    Mau nanya tentang zakat maal. Jika belum setahun tapi sudah melewati nisab-nya apa harus dikeluarkan tahun ini atau nunggu tahun depan? Apa zakat maal bisa diberikan pada saudara yang lebih membutuhkan? Terus, jika fidyah puasa bisa ditransfer ke rekening zakat dompet duafa? Terima kasih atas infonya.

    Reply
    • Visit site
      July 25, 2012 10:58 amPosted 1 year ago
      admincrm

      Ykh. Ibu Ila,

      Ketentuan pembayaran zakat maal adalah sudah mencapai nishab dan haul 1 tahun. Jika telah melewati nishab dan belum mencapai 1 tahun, maka belum wajib zakat maal, pembayaran zakatnya tunggu sampai mencapai haul. Untuk zakat tidak boleh diberikan kepada orang tua, orang yang menjadi tanggungan kita.
      Fidyah bisa ditransfer ke rekening zakat dengan memberi keterangan Fidyah. Demikian, terima kasih.

      Reply
      • Visit site
        July 25, 2012 1:11 pmPosted 1 year ago
        Ila

        Halo bukan orang tua tapi saudara yang kurang mampu untuk biayai anak sekolah. Boleh ta?

        Reply
        • Visit site
          July 25, 2012 1:51 pmPosted 1 year ago
          admincrm

          Dibolehkan.

          Reply
  • Visit site
    July 28, 2012 9:54 amPosted 1 year ago
    edwin

    Dalam menentukan zakat maal ada unsur emas sebagai konversi nilai mata uang…yang jadi patokan harga emas untuk mencapai nisab sekarang saat akan membayar zakat pada harga jual emas atau pada harga beli emas? karena emas ada dua harga yaitu harga jual emas kalo kita membeli dan harga beli emas kalo kita menjual emas dan keduanya berbeda nilainya.

    Reply
    • Visit site
      July 29, 2012 2:18 pmPosted 1 year ago
      admincrm

      para ulama tidak memberikan ketentuan spesifik harga emas beli atau jual. Akan tetapi, ketika ada perselesihan harga para ulama memberikan kaidah: memilih nilai yang mengedepankan kepentingan penerima zakat atau orang-orang miskin. Dengan begitu, dipilih berdasarkan harga terendah. Sedangkan terkait dengan waktu, adalah waktu membayar zakat.

      Reply
  • Visit site
    August 1, 2012 7:51 pmPosted 1 year ago
    ayman rizky

    maaf pak mau nanya, saya bekerja diluar negeri apakah zakat saya yg dikeluarin berupa gaji saya yg diluar negeri atau uang yang ditransfer/ditabung diindonesia?terus terang saya punya account/tabungan diluar negeri jg diindonesia syukron

    Reply
    • Visit site
      August 2, 2012 5:00 pmPosted 1 year ago
      admincrm

      Pada dasarnya, zakat dibayarkan dan disalurkan pada wilayah muzakki berada. Apabila saudara berada di luar negeri, maka zakat diberikan kepada orang miskin terdekat di sana. Akan tetapi, apabila saudara ingin menyalurkannya di negara asal karena lebih banyak orang yang membutuhkan dan lebih besar manfaatnya, maka saudara boleh menyalurkannya di negara asal.

      Reply
  • Visit site
    August 3, 2012 9:02 amPosted 1 year ago
    Bambang

    Assalamualaikum. Wr. Wb

    saya mau nanya2 tentang zakat:
    1. Apakah zakat (profesi)bisa diberikan kepada saudara kandung yang tidak mampu?
    2. Apakah mas kawin berupa perhiasan emas, ikut diperhitungkan dalam perhitungan zakat Maal?
    3. Saya dan istri hidup terpisah karena pekerjaan (istri saya bekerja), apakah untuk perhitungan zakat maal dijumlahkan tabungan keduanya, atau dibayar sendiri2?

    Demikian pertanyaan dari saya, atas jawabannya saya ucapkan terimakasih

    Wassalamualaikum. Wr. Wb

    Reply
    • Visit site
      August 3, 2012 2:18 pmPosted 1 year ago
      admincrm

      Wa’alaikum Salam Wr. Wb.,

      Bapak Bambang yang dirahmati Allah SWT,
      1. zakat boleh diberikan kepada saudara kandung yang termasuk kategori fakir atau miskin. Kerabat yang tidak boleh menerima zakat adalah orang tua ke atas (kakek/ nenek dan seterusnya) dan anak ke bawah (cucu, cicit dan seterusnya).
      2. emas kawin, apabila telah mencapai nishab dan genap satu tahun (haul) wajib dikeluarkan zakatnya. Cara menghitung: emas kawin + tabungan + emas atau perak simpanan + barang dagangan . Bila nilai semuanya mencapai nishab 85 gram emas, dikeluarkan zakatnya 2,5 persen.
      3. Pada dasarnya, harta suami istri terpisah. Harta suami menjadi hak suami dan harta istri menjadi hak istri. Dalam rumah tangga, seorang suami berkewajiban menafkahi istri dan anaknya dengan harta yang ia miliki. Karena kepemilikannya terpisah, maka nishab dan zakatnya terpisah pula.
      Terkecuali bila keduanya memiliki tabungan bersama, maka zakatnya dikeluarkan bersama-sama sesuai dengan kepemilikannya.

      Reply
  • Visit site
    August 14, 2012 1:38 amPosted 1 year ago
    riff

    Assalamualaikum wr wb,
    Maaf mau tanya bagaimana jika seseorang selama satu tahun ini tidak berpenghasilan tetap? (kerja serabutan )jika perbulanya paling kecil sekitar 800rb atau 1jt dan paling besar 4jt. bagaimana cara hitungnya ya.? lebih baik mana jika kita keluarkan zakat itu perbulan atau pertahun ?

    Reply
    • Visit site
      August 14, 2012 9:35 amPosted 1 year ago
      admincrm

      Wa’alaikum salam Wr. Wb.,

      Seseorang diwajibkan membayar zakat jika penghasilannya telah mencapai nishab, yaitu senilai 653 kg beras atau setara dengan Rp. 3.918.000,-. Dan besarnya zakat: 2,5 % dari penghasilan yang diterima. Namun jika belum mencapai nishab, belum wajib zakat namun bisa berdonasi infak/sedekah dan wakaf yang tidak ada ketentuan besarannya. Demikian, terima kasih.

      Reply
  • Visit site
    September 2, 2012 9:41 pmPosted 1 year ago
    diyan

    Asalam’alaikum,
    sy py pertanyaan : apakah rumah dan kendaraan tmsuk dlm zakat Mal ? meski msh kpr atau cicilan
    terimakasih
    wassalam

    Reply
    • Visit site
      September 4, 2012 2:05 pmPosted 1 year ago
      admincrm

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahwabarakatuh
      Rumah dan kendaraan tidak termasuk harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. terkecuali, apabila rumah atau kendaraan tersebut diperjual belikan untuk mendapatkan keuntungan maka termasuk barang dagangan yang harus dikeluarkan zakatnya bila telah mencapai nishab (85 gram emas ) dan genap satu tahun.

      Reply
  • Visit site
    September 27, 2012 1:31 pmPosted 1 year ago
    Rahayu Iskandar

    Asalam’mualaikum,
    Bagaimana hukumnya apabila ada sudara yg niat mengeluarkan zakat harta, diperuntukan kepada keluarganya untuk pergi ibadah umroh ? sedangkan saudaranya tsb termasuk mampu, walaupun untuk pergi umroh masih menabung sampai dengan saat ini . Apakah saudaranya tsb berhak sebagai penerima zakat hartanya ?

    Reply
  • Visit site
    October 18, 2012 10:01 amPosted 1 year ago
    nurleli

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    langsung az ya…
    1. sumber lain yang saya peroleh zakat harta itu senilai dgn 653kg gabah kering giling atau 520kg beras. berbeda dgn jawaban saudara pada pertanyaan riff pada 14 agustus. disitu anda menjawab zakat harta senilai dengan 653 beras, jadi yang mana yang benar?
    2. apakah boleh zakat harta dibayar tiap bulannya?
    3. perhitungan zakat harta itu tidak dikurangi pengeluaran pokok perbulan terlebih dahulu?
    mohon jawaban secepatnya, thanks

    Reply
    • Visit site
      October 18, 2012 11:53 amPosted 1 year ago
      admin

      wa’alaikumsalam wr. wb
      1. zakat harta yang dimaksud adalah zakat profesi. Jadi, nishabnya = setara 653 kg gabah kering atau 520 kg beras. mohon maaf apabila jawaban kami sebelumnya keliru
      2. zakat harta berupa penghasilan atau profesi di bayarkan setiap mendapatkan penghasilan/gaji. sedangkan zakat harta berupa simpanan dibayarkan setahun sekali dan dibolehkan juga dibayar setiap bulan
      3. Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurut dua cara:
      a. Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor seara langsung, baik dibayarkan bulanan (sebaiknya demikian)
      b. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok.
      kedua pendapat ini dibolehkan oleh para jumhur ulama

      Reply
  • Visit site
    October 23, 2012 12:37 pmPosted 1 year ago
    arief

    Assalamualaikum wrwb..

    bagaimana perhitungan zakat emas simpanan bila kurang dari 85 gram dan lebih 85 gram dan sudah mencapai haul? Misalnya saya punya 100 gr. brp yang saya keluarkan zakatnya? Terima kasih.

    Reply
    • Visit site
      November 5, 2012 3:38 pmPosted 1 year ago
      admin

      wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Seseorang berkewajiban mengeluarkan zakat atas emas, uang, tabungan, deposito dan sejenisnya apabila telah mencapai nishab (85 gram emas atau senilai dengannya) dan telah tersimpan satu tahun dari semenjak mencapai nishab. Jadi penghitungan haul (tahun ) itu dimulai dari semenjak mencapai nishab, bukan awal memiliki emas atau uang. Apabila seseorang telah memiliki harta yang mencapai nishab maka zakat dikeluarkan setiap tahun senilai 2,5 persen. Zakat wajib dikeluarkan setiap tahun selama emas atau harta yang dimiliki masih mencapai nishab (85 gram emas).
      Berarti jika memiliki 100 gr emas x 2,5 % = 2,5 gr yang di keluarkan saat mencapai haul.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    November 18, 2012 8:53 pmPosted 1 year ago
    Resna

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Saya ingin menanyakan tentang ketentuan cara pembayaran zakat-zakat mal (zakat tabungan, zakat investasi, zakat niaga/perdagangan) yang sampai ini masih membuat saya bingung.

    1. Apakah zakat tabungan, investasi, niaga/perdagangan harus dikeluarkan setiap tahunnya ketika sudah mencapai nisab pada tahun tersebut?

    2. Apabila harus dikeluarkan pertahunnya, bagaimana dengan perhitungan zakat perniagaan. Seperti pada referensi wikipedia :
    Besar Zakat Perniagaan = [(Modal diputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) - (hutang + kerugian)] x 2,5 %.
    Apakah modal yang dihitung itu modal awal pertama kali berniaga atau modal setelah kita melakukan zakat sebelumnya?

    3. Kemudian Keuntungan yang dimaksud apakah keuntungan yang didapatkan selama satu tahun pada tahun tersebut atau keseluruhan keuntungan selama dia melakukan perniagaan tersebut?

    4. Bagaimana perhitungan zakat investasi yang sebenarnya? Sebab saya melihat beberapa sumber referensi ada yang diambil dari 2,5% atau 5% atau 10%.

    Sekiranya itulah yang saya ingin tanyakan. Mohon pencerahannya.

    Terimakasih.

    Reply
    • Visit site
      November 21, 2012 3:35 pmPosted 1 year ago
      admin

      Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
      1. Zakat tabungan, investasi dan perdagangan harus dikeluarkan zakatnya bila telah mencapai nishab. Jadi, waktu mengeluarkannya satu tahun dari pencapaian nishab. Apabila sebelum memulai perdagangan sudah mencapai nishab dan biasa mengeluarkan zakat maka zakatnya dikeluarkan mengikuti ritme tahun-tahun yang sebelumnya. Bila biasanya pada bulan ramadhan maka pada bulan ramadhan waktu mengeluarkan zakatnya. Di samping itu, penghitungan pencapaian nishabnya antara zakat tabungan, investasi dan perniagaan tergabung dan tidak terpisah-pisah.
      2. Cara penghitungannya adalah: nilai barang dagangan yang belum terjual + uang cash yang ada + piutang lancar – hutang jatuh tempo x 2,5 persen. Pengertian modal bukanlah modal awal. Terkecuali bila semua modal awal itu digunakan untuk membeli barang dagangan. Apabila sebagian modal untuk membeli perlengkapan dan sarana maka sarana tersebut tidak termasuk dalam hitungan harta wajib zakat. Sebagai ilustrasi, bapak A memulai bisnis dengan modal 100 juta. Saat memulai usaha, ia harus menyewa ruko senilai 15 juta. Ia juga membutuhkan perlengkapan lain senilai 5 juta. Sisanya ia gunakan untuk membeli barang dagangan. Dengan demikian, nilai barang dagangannya adalah 80 juta. Ini artinya telah mencapai nishab. Setelah genap satu tahun dari kepemilikan modal mencapai nishab, ia menghitung kembali barang dagangannya dan penambahan harta dari perniagaan itu. Bila sebagian keuntungan telah dipakai untuk kebutuhan hidup maka tidak terhitung. Yang terhitung adalah harta yang ada pada akhir tahun.
      3. Haul keuntungan perniagaan mengikuti haul modal atau pokok. Keuntungan yang terhitung adalah keuntungan yang masih ada pada waktu mengeluarkan zakat di akhir tahun. Apabila sebagian keuntungan telah dibelanjakan untuk pembelian sarana maka tidak termasuk dalam hitungan.
      4. Untuk zakat investasi, tergantung jenis investasinya, akadnya dan bidang usahanya. Apabila investasinya trading, maka zakatnya adalah 2,5 persen. Akan tetapi bila investasinya di bidang pertanian, jasa penyewaan, manufaktur dan perkebunan maka zakatnya adalah 10 persen (dari penerimaan bersih) atau 5 persen dari penerimaan kotor. Untuk investasi trading, zakat dikeluarkan setiap tahun. Sedangkan investasi yang kedua zakat dikeluarkan setiap kali menerima b agi keuntungan. Tentu bila penerimaannya mencapai nishab. Sebagian ulama berpendapat, bila investasi itu pada saham, maka zakatnya adalah zakat perniagaan.
      Wallahu a’lam
      (ustdz. Abdul Rochim LC)

      Reply
  • Visit site
    December 19, 2012 3:15 pmPosted 1 year ago
    ida

    Bagaimana jika harta sudah mencapai nishab sejak 3 tahun yang lalu tetapi belum pernah dikeluarkan untuk zakat maal? Harga emas tahun berapakah yg dipakai untuk menghitung nishab? Mohon contoh perhitungannya. Terima kasih.

    Reply
  • Visit site
    December 19, 2012 7:48 pmPosted 1 year ago
    chalimatus

    Ass..
    Selama ini pemasukan saya dari mobil angkutan. Bolehkah dihitung termasuk zakat,apabila saya berikan kepada karywan/sopir saya?
    Kemudian misalkan mobil angkotnya saya jual,apakah besar zakat mal_nya dihitung dari harga jualnya?
    Terima kasih
    Wassalam

    Reply
    • Visit site
      January 15, 2013 10:16 amPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Para ulama sepakat apabila seseorang telah memiliki harta yang mencapai nishab dan genap satu tahun, lalu ia tidak mengeluarkan zakatnya hingga bertahun-tahun, maka kewajiban zakat di tahun-tahun yang telah lampau tidak gugur. Ini artinya, ia harus membayar zakat pada tahun-tahun yang telah lampau. Para ulama memasukkan zakat yang belum dibayar di masa lampau sebagai hutang kepada Allah swt. Dalam syariat Islam, hutang dibagi menjadi dua: hutang kepada makhuluk atau sesame manusia dan hutang kepada Allah swt. Salah satu contoh hutang kepada Allah swt adalah: kewajiban zakat yang belum ditunaikan.
      Adapun harta emas yang menjadi parameter nishab adalah harta emas murni yang berlaku dipasar. Misalnya, Ibu A memiliki uang 50 juta. Sedangkan nilai emas pergram saat ini adalah: 500.000. Maka nishab zakat harta adalah: 85 gram x 500 ribu= 42. 500.000. Dengan demikian, harta Ibu A telah mencapai nishab. Cara penghitungan nilai zakat yang harus dikeluarkan adalah: 50 juta x 2,5 %= 1.250.000 (nilai zakat yang harus dikeluarkan).
      Wallahu a’lam.

      Reply
  • Visit site
    January 11, 2013 3:38 pmPosted 1 year ago
    erna

    Assalammualaikum wr. wb

    Saya ingin mengetahui, bila mendapat hadiah dari menang suatu undian, apakah wajib membayar zakat?

    Terima kasih

    Reply
    • Visit site
      January 15, 2013 9:31 pmPosted 1 year ago
      admin

      Wa’alaikumsalam wr wb
      benar sdri. erna Harta yang diperoleh dari hasil undian atau kuis berhadiah merupakan salah satu sebab dari kepemilikan harta yang diidentikkan dengan harta temuan (rikaz). Oleh sebab itu jika hasil tersebut memenuhi kriteria zakat, maa wajib dizakati sebasar 20% (1/5).
      silakan lihat http://www.dompetdhuafa.org/harta-lain-lain/
      Terima Kasih

      Reply
    • Visit site
      June 21, 2013 8:19 amPosted 10 months ago
      refy nuryanto

      itu tergantung jumlah hadiahnya,,, apakah sampai k nisab atau tidak?

      Reply
      • Visit site
        June 26, 2013 10:57 amPosted 9 months ago
        abdul rochim lc

        Ya, benar. mencapai nishab ataukah tidak

        Reply
  • Visit site
    January 13, 2013 4:10 pmPosted 1 year ago
    BAMBANG Widigdo

    Mohon penjelasan, saya seorang karyawan yang menerima gaji setiap bulan. Dari gaji yang saya terima telah dipotong pajak sebanyak 30%, pertanyaan saya, apakah pajak yang dipotong pemerintah tersebut dapat dihitung sebagai pajak, apa masih harus menghitung pajak dari penghasilan bersih yang saya terima. syukron.

    Reply
  • Visit site
    February 3, 2013 1:20 pmPosted 1 year ago
    kartika putri asmi

    bapak kasim mempunyai saham yang nilainya jika diuangkan saat ini berjumlah Rp. 10 juta. untuk tahun ini menerima deviden Rp. 560.000. berapa zakat yang harus dikeluarkan ?

    Reply
    • Visit site
      February 12, 2013 10:10 amPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Paling tidak, ada dua jenis zakat terkait dengan saham. Pertama, apabila saham itu diperjual belikan atau bergerak dibidang keuangan atau perdagangan, maka zakatnya adalah zakat harta; apabila mencapai nishab 85 gram emas dan genap satu tahun. Maka, nilai zakatnya adalah 2,5 persen x nilai saham.
      Kedua, Bila saham itu bukan untuk diperjual belikan dan tidak bergerak di bidang keuangan, seperti penyewaan dan sejenisnya, maka zakatnya adalah zakat pertanian. Zakat dikeluarkan bila bagi hasilnya mencapai nishab ( 653 kg beras atau senilai dengannya). Sedangkan nilai zakatnya adalah: 10 persen x nilai bagi hasil yang diterima.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    February 13, 2013 1:35 pmPosted 1 year ago
    brury

    Assalammualaikum wr. wb
    Saya ingin menanyakan tentang zakat emas/perak,
    1. bagaimana cara menghitung karat suatu emas/perak, misalnya saya mempunyai emas 24 karat, apakah sama menghitungnya dengan emas muni.
    2. apabila emas di bubukan di suatu benda, apakah benda tersebut kena zakat.

    Reply
    • Visit site
      February 20, 2013 9:19 amPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Pertama. Para ulama berpendapat bahwa emas yang menjadi parameter zakat adalah emas murni atau emas 24 karat. Mereka berpandangan bahwa kewajiban zakat itu berlaku atas emas. sedangkan campurannya tidak termasuk kategori harta wajib zakat. Ada sebagian kalangan yang berpandangan bahwa zakat mengikuti kadar emas yang menjadi bahan dinar pada masa Rasulullah saw. Sebagian penelitian menyebutkan bahwa kadar emas pada dinar adalah 22 karat. Hanya saja, sebagian besar ulama berpendapat bahwa yang menjadi parameter adalah emas murni dan bisa juga 24 karat.
      Kedua. Apabila emas bercampur dengan benda, maka yang wajib dizakati adalah emasnya saja. Sedangkan yang bukan emas tidak termasuk harta wajib zakat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    March 4, 2013 11:25 amPosted 1 year ago
    shinta

    assalamualaykum warrohmatullah,,
    ana mau tanya,, apabila memperoleh hadiah undian, apakah ada nishobnya?
    ataukah langsung dihitung 20% dari nilai hadiah tersebut?
    jazakumullah khoir,,

    Reply
    • Visit site
      March 5, 2013 11:19 amPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Harta yang berasal dari hadiah undiah, bila hadiah yang diterima berupa uang, maka hadiah itu termasuk kategori harta mustafad. Bila nilainya mencapai nishab (senilai dengan 85 gram emas) maka zakatnya adalah 2,5 persen. Zakat dikeluarkan pada saat menerima hadiah.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Visit site
        March 5, 2013 12:09 pmPosted 1 year ago
        shinta

        kalau yang diterima berupa barang bagaimana ustad?
        jazakumullah khoir,,

        Reply
  • Visit site
    March 10, 2013 8:37 pmPosted 1 year ago
    Jan

    ass. wr. wb,

    saya single dan saat ini bekerja di luar negeri, untuk memudahkan dan mengurangin biaya transfer saya membayar zakat profesi sekaligus setelah satu tahun di negara asal.

    Pertanyaan:
    1. apakah zakat profesi di potong langsung 2.5% dari gaji pokok atau 2.5% dari gaji kotor
    2. apakah biaya hidup untuk kehidupan yang dasar (sewa kamar dan makan sehari2) selama tinggal di luar negeri
    turut di perhitungan dalam perhitungan zakat profesi?
    3. bisakah zakat tersebut di beri ke keluarga terdekat dalam hal ini keponakan sudah menjadi anak yatim serta
    keponakan yang tinggal dengan single parent karena perceraian yang masih kecil, mereka tinggal di rumah
    yang sama dengan penanya di negara asal. maksud pemberian zakat ini untuk diinvestasikan guna pendidikan
    mereka.

    jazakumullah khoir

    Reply
    • Visit site
      March 13, 2013 2:44 pmPosted 1 year ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Pertama. Sebagian ulama berpendapat bahwa zakat dikeluarkan tanpa mengurangi dengan kebutuhan pokok. Para ulama yang berpendapat demikian beralasan bahwa kewajiban zakat itu menyatu dengan harta. Oleh karena itu, zakat harus dikeluarkan tanpa melihat orang yang berkewajiban zakat. sedangkan ulama yang lain berpendapat bahwa zakat dikeluarkan setelah dikurangi kebutuhan pokok. Ulama tersebut beralasan bahwa kewajiban zakat itu berlaku bagi orang yang mampu ( telah terpenuhi kebutuhan pokoknya), maka bila seseorang tidak memiliki harta untuk memenuhi kebutuhan pokok kecuali dari harta yang wajib dizakati maka ia kurangi terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan pokok. Setelah itu, ia keluarkan zakatnya.
      Kedua, biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari merupakan kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar. Maka, kebutuhan tersebut dapat menjadi pengurang kewajiban zakat.
      Ketiga. Seseorang dapat memberikan zakat kepada orang-orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, baik dari kalangan keluarga maupun di luar keluarga. Parameternya adalah: termasuk orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    May 13, 2013 5:51 pmPosted 11 months ago
    ridho

    Bagaimana menghitung zakat bagi orang yang masih punya hutang ? misal punya tabungan 100 juta, tapi masih punya hutang 200 juta di tempat lain.

    Reply
    • Visit site
      May 14, 2013 9:54 amPosted 11 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan berkah-Nya.
      Para ulama berbeda pendapat tentang pengaruh hutang terhadap kewajiban zakat. Hanya saja, bila seseorang memiliki hutang setelah ada kewajiban zakat, para ulama sepakat bahwa hutang tidak berpengaruh sama sekali terhadap kewajiban zakat.
      Ulama syafi’iah berpendapat bahwa hutang tidak berpengaruh sama sekali terhadap kewajiban zakat, baik itu itu ada sebelum atau sesudah masuk kewajiban zakat.
      Ulama hanabilah berpendapat bahwa kewajiban membayar hutang dapat mengurangi kewajiban zakat bila hutang itu telah ada sebelum ada kewajiban zakat.
      Menurut hemat kami, bila seseorang memiliki hutang yang telah jatuh tempo dan tidak memiliki harta, baik berupa uang cash atau property di luar kebutuhan pokok, untuk membayar hutang itu kecuali harta yang harus dizakati itu maka kewajiban hutang itu mengurangi kewajiban zakat.
      Berbeda halnya dengan tanggungan hutang yang pembayarannya dicicil, maka yang mengurangi adalah cicilan yang dikeluarkan tepat sebelum waktu mengeluarkan zakat. Adapun hutang yang belum jatuh tempo pembayarannya tidak termasuk hutang yang menjadi pengurang kewajiban zakat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    May 20, 2013 7:02 pmPosted 11 months ago
    nadhila

    bagaimana hukumnya bagi seorang istri karir yang suaminya belum berpenghasilan cukup?apakah wajib mengeluarkan zakat/ infaq setiap bulanya?apakah suami yang belum memenuhi kebutuhan tersebut wajib dizakati?

    Reply
    • Visit site
      May 22, 2013 4:25 pmPosted 11 months ago
      abdul rochim lc

      Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh
      Apabila seorang suami belum mampu mencukupi kebutuhan atau masih termasuk kategori miskin, sebagian besar ulama membolehkan seorang istri memberikan zakatnya kepada suami. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada Abdullah bin Masud.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    May 21, 2013 5:59 amPosted 11 months ago
    Achmad Tossin

    Asslm.wr.wb. Mohon penjelasan mengenai kewajiban zakat atas harta (baik fixed assets maupun liquid) yang tidak berupa emas, seperti rumah, mobil, perlengkapan rumah, pakaian/busana, tabungan dsb. Apakah harus dikonversikan dulu kedalam nilai emas (melalui proses appraisal) atau melalui cara lain? Terima kasih. Wass.

    Reply
    • Visit site
      May 22, 2013 9:32 amPosted 11 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan berkah-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Harta yang fungsinya sebagai sarana atau fasilitas hidup seseorang tidak termasuk harta wajib zakat, seperti: rumah, mobil, kendaraan dan peralatan rumah tangga. Asset tersebut akan menjadi harta wajib zakat bila dibisniskan. Artinya, bila seseorang memiliki usaha bisnis peralatas atau fasilitas penunjang hidupa maka harta itu menjadi harta wajib zakat. Misalnya, seseorang yang bisnis jual beli motor, bisnis property, bisnis computer dan lain-lain. Ketika harta itu dibisniskan maka statusnya berubah dari harta tidak wajib zakat menjadi harta wajib zakat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    May 22, 2013 9:47 pmPosted 11 months ago
    desi

    Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh,,

    saya seorang mahasiswa dan saya mendapatkan beasiswa 600ribu /bulan,selama 3 tahun.
    yang ingin saya tanyakan apakah beasiswa saya tersebut termasuk penghasilan yang harus mengeluarkan zakat juga..???
    kalo iya,berapakah zakat yang harus saya keluarkan tiap bulannya??
    terima kasih

    Reply
    • Visit site
      June 11, 2013 9:12 amPosted 10 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt memberkahi saudara dan keluarga.
      Tidak ada kewajiban zakat atas beasiswa yang saudara terima. Saudara akan terkena zakat apabila beasiswa yang saudara terima itu saudara simpan dan jumlahnya genap mencapai nishab tatkala digabungkan dengan harta wajib zakat sejenis yang lainnya (seperti tabungan, emas, perak dan barang perniagaan) dan genap tersimpan satu tahun. Sedangkan nilai zakatnya adalah 2,5 persen. Adapun beasiswa yang telah terpakai, tidak mencapai nishab dan tidak genap tersimpan satu tahun maka tidak ada kewajiban zakat atasnya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    June 11, 2013 11:20 amPosted 10 months ago
    dela

    Assalammualaikum,

    saya baru buka usaha kecil-kecilan, toko aksesoris, untuk menghitung zakatnya bagaimana ya? total penjualan kotor atau hasil penjualan dikurangi dengan biaya-biaya (biaya gaji, dll)?
    terimakasih

    Reply
    • Visit site
      June 11, 2013 1:38 pmPosted 10 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya selalu kepada saudara dan keluarga.
      Cara penghitungan zakat usaha jual beli adalah: nilai barang yang diperjual belikan+ uang cash yang dimiliki + harta sejenis yang dimiliki ( seperti emas, perak, tabungan)+ piutang yang akan cair- hutang yang harus segera dibayar. Bila nilai semuanya mencapai nishab dan telah berlalu satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya 2,5 persen. Adapun sarana dan penglengkapan untuk usaha tersebut tidak termasuk dalam penghitungan harta wajib zakat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    July 8, 2013 8:27 pmPosted 9 months ago
    puputa

    assalamuallaikum

    saya mau tanya, sya berpenghasilan 30 jta per bulan, sya kumpulkan hingga mencapai 300 jta hingga kini untuk membeli rumah karena saya belum punya rumah,, apakah saya wajib zakat mall dengan belum mempunyai rumah yang itu adalah kebutuhan pokok,karena saat ini saya masih kontrak rumah,,
    terimaksih..

    Reply
    • Visit site
      July 9, 2013 10:26 amPosted 9 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara
      Apabila penghasilan yang saudara peroleh itu berasal dari bisnis, maka sistem zakatnya adalah zakat perniagaan. Apabila harta saudara telah mencapai nishab (senilai dengan 85 gram emas dan genap tersimpan satu tahun, maka saudara berkewajiban mengeluarkan zakatnya 2,5 persen.
      Sedangkan bila penghasilan saudara berasal dari gaji sebagai karyawan atau pegawai, maka sistem zakatnya adalah zakat penghasilan. Bila penghasilan saudara mencapai nishab zakat pengahasilan (senilai dengan 653 kg beras) maka zakatnya adalah 2,5 persen pada saat menerima gaji.
      Adapun kondisi seseorang belum memiliki rumah sendiri atau akan menggunakan tabungan untuk membeli rumah sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadap zakat bila kriteria wajib zakat telah terpenuhi.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    July 11, 2013 9:08 amPosted 9 months ago
    erna

    Assalamu’alaikum wr. wb .
    Mohon penjelasan untuk tabungan yang telah dikeluarkan zakatnya pada tahun lalu, bagaimana perhitungan zakatnya untuk setahun berikutnya, apakah ikut diperhitungkan/ditambahkan dengan tabungan berikutnya.
    terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    Reply
    • Visit site
      July 11, 2013 10:56 amPosted 9 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Seseorang yang memiliki tabungan yang telah mencapai nishab (senilai dengan 85 gram emas atau 595 gram perak) dan genap satu tahun berkewajiban mengeluarkan zakatnya 2,5 persen setiap tahun. Jadi, zakat harus dikeluarkan setiap tahun selama harta yang dimiliki itu masih mencapai nishab. Bila ada penambahan, maka haul penambahan itu adalah haul baru. Zakat penambahan itu dikeluarkan setelah satu tahun dari masa terima. Sedangkan nishabnya tetap tergabung dengan harta yang sebelumnya.
      Apabila seseoranga menghadapi kesulitan untuk menentukan dan mengeluarkan haul setiap penambahan baru, maka ia bisa menggabungkan zakatnya dengan harta yang sebelumnya. Misalnya seseorang memiliki tabungan 50 juta pada tahun lalu. Pada tahun ini, hartanya menjadi 70 juta. Maka pada tahun ini (berdasarkan bulan hijriah) ia mengeluarkan zakat 2,5 persen dari 70 juta. Dengan begitu, ia memajukan zakat penambahan 20 juta bersama dengan zakat yang 50 jt. Cara ini lebih mudah dan gampang dalam berzakat.

      Reply
  • Visit site
    August 27, 2013 12:33 pmPosted 7 months ago
    and

    Assalamualaikum wr wb
    saya mau bertanya mengenai zakat maal, dimana misalnya kita memiliki tabungan yang sudah memenuhi ketentuan wajib zakat, namun tabungan tersebut dibutuhkan untuk membangun rumah, apakah wajib dikenakan zakat?

    Reply
    • Visit site
      August 28, 2013 9:14 amPosted 7 months ago
      abdul rochim lc

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
      Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
      Apabila seseorang memiliki tabungan yang telah mencapai nishab dan genap tersimpan satu tahun maka ia berkewajiban mengeluarkan zakatnya. Jadi, selama ketentuan itu terpenuhi maka orang tersebut wajib mengeluarkan zakat. Tidak ada perbedaan antara uang itu tujuannya untuk disimpan saja atau disimpan untuk persiapan pembangunan rumah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  • Visit site
    August 16, 2012 1:22 pmPosted 1 year ago
    admincrm

    wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
    Ada dua cara untuk menghitung zakat tabungan yang arusnya fluktuatif. cara sebagian besar ulama: setiap uang yang masuk memiliki haul atau waktu pengeluaran zakat yang terpisah. zakat dikeluarkan tatkala telah mencapai nishab dan genap satu tahun. untuk penambahan yang belum genap satu tahun berarti belum ada kewajiban zakat. cara kedua, cara ulama hanafiah. penghitungan cara yang kedua; zakat dikeluarkan dari saldo terakhir simpanan. cara ini lebih mundah dan praktis dalam menghitung zakat harta simpanan atau pun tabungan. wallahu a’lam

    Reply
  • Visit site
    July 27, 2013 1:30 pmPosted 8 months ago
    abdul rochim lc

    Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
    Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara.
    Untuk usaha yang saudara sebutkan di atas, system penghitungannya adalah: nilai uang saudara yang ada di tangan atau ditabungan dan harta sejenis lainnya (emas, perak, investasi) + nilai barang dagangan yang ada dan belum terjual + piutang yang akan cair pada tahun itu-hutang yang harus segera saudara lunasi pada tahun itu x 2,5 persen. Zakat ini dikeluarkan bila nilai harta yang saudara miliki dengan system penghitungan di atas telah mencapai nishab (85gram emas menurut sebagian besar ulama kontemporer dan 595 gram perak menurut sebagian ulama).
    Wallahu a’lam

    Reply
  • Visit site
    July 27, 2013 1:39 pmPosted 8 months ago
    abdul rochim lc

    Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
    Apabila seseorang memiliki usaha yang memiliki unsur jual beli, maka system zakantya adalah zakat perniagaan. Cara menghitung zakat perniagaan adalah: nilai uang yang dimiliki + barang dagangan + barang baku (bila ada) + piutang x 2,5 persen. Zakat dikeluarkan bila nilainya mencapai nishab (85 gram emas) dan genap tersimpan satu tahun.
    Wallahu a’lam

    Reply
  • Visit site
    July 30, 2013 9:30 amPosted 8 months ago
    abdul rochim lc

    Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
    Semoga Allah swt senantiasa mencurahkan keberkahan-Nya kepada saudara dan keluarga.
    Pertama: saudara berkewajiban menzakatinya yang 6o juta itu. Jadi, 2,5 persen x 60 juta.
    Kedua: saudara berkewajiban menzakati yang 40 juta, bila uang yang 40 juta itu telah genap haul. Dengan demikian, saudara berkewajiban menzakati uang 100 juta itu. Hanya saja, waktunya yang berbeda. Namun bila saudara ingin menzakatinya secara bersamaan dengan memajukan zakat yang 40 juta bersama dengan menzakati yang 60 juta, sebagian besar ulama berpendapat bahwa hal itu diperbolehkan.
    Wallahu a’lam

    Reply
  • Visit site
    July 30, 2013 9:49 amPosted 8 months ago
    abdul rochim lc

    Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh
    Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memberikan fidyah dalam bentuk uang atau barang. Sebagian besar ulama tidak memperkenankan, karena fidyah termasuk ibadah dan ibadah harus mengikuti sunnah Rasulullah saw. Sedangkan ulama hanafiah memperbolehkan memberikan fidyah dalam bentuk uang dengan pertimbangan maqashid syariah atau tujuan syariat. Ulama yang membolehkan berpendapat bahwa tujuan dari fidyah adalah memberi makan untuk kelapangan hidup fakir miskin. Nah, pemberian uang lebih memberikan kemudahan bagi fakir miskin. Dengan demikian, ada beberapa pilihan dalam pemberian fidyah: bahan makanan pokok, makanan siap konsumsi atau uang. Redaksi ayat tentang fidyah adalah memberi makan fakir miskin. Oleh karena itu, sebaiknya memberikan dalam bentuk bahan makanan pokok, makanan siap konsumsi atau uang.
    Wallahu a’lam

    Reply

Leave your comment

Your Name: (required)

E-Mail: (required)

Website: (not required)

Message: (required)

Send comment

TABEL PERHITUNGAN ZAKAT
I. Penghasilan/Pemasukan
- Pendapatan (Gaji/Perbulan)
- Pendapatan Lain-lain(/Bulan)
- Hutang/Cicilan (/Bulan)
Pemasukan/Pendapatan per Bulan
 
II. Zakat Profesi (Az-Zira'ah)
- Harga beras saat ini (/Kg)
- Besarnya nishab
- Wajib membayar zakat profesi?
Dibayarkan pertahun
Dibayarkan perbulan
 
III. Zakat Harta Simpanan (Maal)
Total Kekayaan (dalam bentuk tabungan / investasi)
Hutang Jatuh Tempo Saat Membayar Kewajiban Zakat
Harta Yang Wajib Di Zakat
Harga emas saat ini (/Gram)
Besarnya nishab
Wajib zakat maal?
Dibayarkan pertahun
Dibayarkan perbulan (Dengan cara menyicil)