hit counter code


Posdaya Tunas Karya Bersama, Berkembang dari Hobi

Ekonomi, Lingkungan, Nasional, | Mon 05/2016 15:35:04
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR -- Tanaman hortikultura seperti cabai, terong, pokcay dan caisim tumbuh subur di pekarangan warga Jampang, Kabupaten Bogor. Disertai dengan pengelolaan pekarangan yang sangat baik, hal ini merupakan salah satu bukti kekuatan dari sebuah pemberdayaan. Dibawah binaan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Posdaya Tunas Karya Bersama mampu berkembang dalam menciptkan kemandirian masyarakat di sekitar Jampang, Bogor dalam hal ketahanan pangan.

Posdaya yang telah berdiri sejak akhir Desember 2015 ini terbentuk dari sebuah hobi yang dijalankan oleh Enung yang sekarang menjabat menjadi Bendahara Posdaya Tunas Karya Bersama. Bersama suaminya, Enung mengaku menyukai kegiatan seperti menanam tanaman sejenis hortikultura. Hobi ini diakuinya cukup membuahkan hasil hingga ada salah satu kenalannya dari LPPM IPB menyarankan untuk bergabung bersama Dompet Dhuafa.

“Awalnya hobi aja sih bareng suami. Tanam-tanam aja, tapi lama-lama ada kenalan dari LPPM IPB nyaranin untuk gabung di Dompet Dhuafa. Namun harus punya kelompok kalau mau gabung di Dompet Dhuafa. Jadi ya awalnya kita bentuk pengurusnya dulu pelan-pelan. Harapannya nanti setelah terbentuk, akan banyak masyarakat yang tertarik,” ungkap Enung.

Menurut Enung, dalam program posdaya ini, fokusnya masih berupa tanaman hortikultura seperti cabai, terong, pokcay dan caisim. Tentu mengembangkan tanaman tersebut dengan tujuan memenuhi kebutuhan keluarga. Dana yang digunakan pun merupakan swadaya dari masyarakat dan bantuan dari LKC Dompet Dhuafa. Semua untuk pengadaan kebutuhan seperti benih, polybag, dan tenaga pendamping.

“Alhamdulillah programnya sampai sekarang berjalan lancar, dan kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dapurnya. Mereka tidak perlu mengeluarkan uang lagi dalam memenuhi kebutuhan dapurnya. Cukup memetik dari pekarangan masing-masing,” tambah Enung bersemangat.

Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terkadang warga memanfaatkan produksi tanaman hortikultura untuk di jual ke pasar. Enung pun mengakui bahwa, saat ini anggota Posdaya Tunas Karya Bersama, sedang mempertimbangkan strategi penjualan produk tersebut. Agar nanti, program ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk memanfaatkan pekarangan yang dimilikinya.

Anggota dari Posdaya Tunas Karya Bersama, kini terus bertambah. Sekarang jumlahnya mencapai 20 anggota. “Sekarang udah sekitar 20an anggotnya, kemungkinan bisa bertambah. Soalnya kemaren kita juga ada pelatihan lele. Nah itu malah yang datang ada 40an orang. Makanya berharap banget antusias masyarakat di sini semakin bertambah,” akunya.

Enung dan anggota Posdaya Tunas Karya Bersama, kini mencoba mengembangkan produk unggulan baru, diantaranya penanaman sayuran dengan cara vertikal, hodroponik dan ternak lele. Harapannya dengan penambahan program ini, produksi akan terus meningkat dan mendorong masyarakat untuk bergabung. Sehingga suatu hari wilayah Jampang menjadi terkenal karena produk hortikulturanya. (Dompet Dhuafa/Ira)