hit counter code


Mari Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Saki

Sosial, Nasional, | Thu 04/2017 11:33:31
Dompet Dhuafa Post Image
Share

 

BANTEN -- Nenek Saki (70), adalah sosok wanita dan ibu yang tangguh. Di usia senja, ia masih harus mengurus anaknya Sakam (48), yang mengalami kebutaan sejak kecil. Mereka tinggal di sebuah gubuk tak layak huni di Kampung Surung Sungut RT 14/RW 03, Desa Cibungur, Sukaresmi, Pandeglang, Banten.

Dengan sisa tenaganya, Saki terus bekerja keras sekedar untuk makan. Seringkali ia membuat sapu lidi dari daun kelapa yang ia jual ke orang sekitar. Tak jarang orang memberikan uang lebih kepadanya.

Dengan segala keterbatasannya ia masih dapat membantu tetangga yang membutuhkan pertolongan. Sikap inilah yang mendorong masyarakat tak segan membantu mereka jika kekurangan makanan.

Namun nasib buruk menimpa ibu dua anak ini. Setahun lalu, rumahnya ambruk tersapu angin pada musim hujan. Hanya pondasi rumah yang tersisa.  Mereka terpaksa tinggal di rumah Tawil, anak kedua Saki. Kondisi rumahnya pun sama memprihatinkannya. Tidak ada kamar apalagi ruang tamu, semua menjadi satu antara dapur, tempat tidur, dan tempat ternak.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Yani, salah satu tokoh di Cibungur, “Ibu Saki ini kehidupanya sangat memperihatinkan. Sudah lanjut usia dan harus mengurus anaknya yang tuna netra. Anaknya suka jalan-jalan. Walaupun buta, tapi ia tahu jalan pulang ke rumah,” selorohnya saaat berbincang.

Ibu Saki hanya pasrah dan tiada berhenti berdoa, “Mudah-mudahan Gusti Allah membantu emak,” lirihnya sambil tangan tua keriput tersebut mengambil kayu bakar untuk memasak.

Kesabaran luar biasa nenek asal Pandeglang tersebut dalam menerima ujian di usia lanjutnya. Kegigihanya dalam membesarkan anaknya yang tuna netra adalah bukti perjuangan sepanjang hayat seorang ibu.  

Melihat kondisi ibu pekerja keras tersebut, Dompet Dhuafa mengajak Anda untuk berpartisipasi dalam meringankan ujian Nenek Saki dan keluarga. Setidaknya kita dapat mendoakan agar Saki dan anaknya Sakam yang tunanetra diberikan kemudahan rezeki untuk membangun rumah sebagai tempat berteduh. (Dompet Dhuafa/Taufan LPM)