Profil Relief

Profil Program Relief Dompet Dhuafa

Divisi Program Relief Dompet Dhuafa, secara struktural merupakan satu dari empat divisi yang mengelola kemiskinan di bawah Direktorat Program. Secara umum, Divisi Program Relief bertanggung jawab mengelola kemiskinan pada aspek yang paling dasar yaitu aspek pelayanan. Aspek pelayanan dalam program Dompet Dhuafa bersifat memberikan bantuan langsung, melayani keperluan pragmatis masyarakat miskin/mustahik, dan menyelesaikan permasalahan yang dialami secara cepat dan efektif. Sedangkan untuk kegiatan di  luar negeri, Divisi Relief mengemban misi sebagai ujung tombak Diplomasi Kemanusiaan, dengan mekanisme people to people.

Tiga kegiatan utama Divisi Relief yaitu Pelayanan dasar masyarakat miskin, pengelolaan kebencaaan, dan pengelolaan buruh migran Indonesia. Ketiga kegiatan tersebut menggunakan metode intermediator dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini Dompet Dhuafa membentuk jejaring lembaga pelaksana program. Program layanan masyarakat dilaksakan oleh Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM), Program pengelolaan kebencanaan dilaksanakan oleh Disaster Management Centre (DMC), dan Program pengelolaan buruh migran Indonesia dilaksanakan oleh Migran Institut (MI) . Ketiga lembaga intermediator tersebut bertanggungjawab kepada Dompet Dhuafa dalam pengelolaan anggaran, implementasi program, dan pengembangan program di masa mendatang. Selain itu, beberapa program tematik seperti program sedekah pohon, program air untuk kehidupan, program energy dan lingkungan, program pelayanan muallaf, dan program-program lainnya dilaksanakan dengan menetapkan pananggungjawab pelaksana program.

Divisi Relief terus mengembangkan format pengelolaan program sesuai tuntutan kemiskinan di sekitarnya. Saat ini sedang dipersiapkan beberapa tema program baru yaitu: Semesta Hijau, sebagai program pengelolaan kemiskinan dalam bingkai kegiatan lInkungan; Akses, untuk menyatukan jarak baik fisik, geografi, maupun informasi; dan Perumahan, sebagai program pelayanan tempat tinggal bagi masyakat. Diharapkan ke depan, tema-tema ini dibakukan sebagai program dengan mekanisme intermediator dalam pelaksanaannya.