Tanggap Darurat Banjir Garut Ditetapkan: DD Jabar dan Disaster Management Center Dompet Dhuafa Kerahkan Layanan Respons Bencana

GARUT, JAWA BARAT -- Para relawan Dompet Dhuafa Jawa Barat dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa kerahkan tim respons banjir bandang di Garut semenjak Sabtu lalu (27/11/2021).

Berdasarkan laporan yang dihimpun tim lapangan, ditemukan 112 KK/ 319 jiwa terdampak. Sebanyak 108 rumah terdampak material lumpur, 1 (satu) rumah rusak berat, 1 (satu) rumah rusak sedang, dan 1 (satu) rumah rusak ringan. Sedangkan fasilitas umum ada 2 (dua) unit madrasah rusak ringan, 3 (tiga) unit mushola rusak ringan, 1 (satu) posyandu juga terendam, dan diperkirakan 5 (lima) jembatan rusak. Pun, 6 (enam) kendaraan roda dua hanyut terbawa banjir, dan 1 (satu) unit kendaraan roda empat rusak berat.

“Hingga Senin (29/11/2021) siang, DMC Dompet Dhuafa telah turut membantu aksi bersih-bersih material lumpur di Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening dan Pos Hangat di Desa Cintamanik Kecamatan Karang Tengah dan di Desa Sukawening Kecamatan Sukawening,” pungkas Haryo Mojopahit selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa.

Sebelumnya akibat dipicu hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Ciloa pada hari Sabtu (27/11/2021), pukul 14.00 WIB, meluap hingga mengakibatkan banjir bandang yang menerjang dua kecamatan yakni Kecamatan Sukawening dan Karangtengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari untuk menangani daerah terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Kabupaten Garut.

"Kita akan mengadakan tindakan tanggap darurat, yaitu membereskan dulu material yang menghalangi aktivitas masyarakat," kata Uu Ruzhanul Ulum selaku Wakil Gubernur Jawa Barat, saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Garut, Minggu (28/11/2021) sebagaimana diberitakan oleh Medcom.

Pemerintah provinsi maupun Kabupaten Garut, kata dia, menetapkan status tanggap darurat dengan langkah awal membersihkan lingkungan yang terdampak banjir agar aktivitas masyarakat tidak terganggu setelah terjadinya banjir tersebut.

“Tim akan stand by di lokasi mengikuti perkembangan kondisi masyarakat. Dengan koordinasi berbagai pihak diharapkan mampu membantu penyintas untuk melewati masa sulit seperti ini,” terang Haryo. (Dompet Dhuafa / DMC)




Tuliskan Komentar