Inilah Penyebab Kita Sulit Bersyukur

Sebagai manusia, sering kali kita sulit untuk bersyukur. Ada banyak sekali nikmat yang Allah berikan setiap harinya, tapi sering pula kita mengingkarinya. Sebenarnya sudah cukup hidup yang kita rasakan namun selalu saja merasa kekurangan. Inilah yang membuat kita menjadi orang-orang yang sulit untuk bersyukur.

Berapa banyak pun harta yang kita miliki, jika tanpa ada rasa syukur, maka selama itu pula kita akan terus merasa miskin dan kekurangan harta. Seperti hukum dunia, semakin kita mengejarnya maka semakin kita merasa kurang dan tidak akan pernah sampai pada kepuasan.

Selain itu, ada beberapa hal yang menurut hadits dari Rasulullah SAW, yang membuat perasaan kekurangan ini selalu ada dalam diri manusia. Berikut adalah penjelasannya.

1.Menjadikan Dunia Sebagai Tujuan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa ambisi terbesarnya adalah dunia, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, Allah jadikan kefaqiran di depan matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sesuai apa yang telah ditetapkan baginya (HR. Ahmad).

Artinya, sejauh dan seberapa besar usaha kita mengejar dunia, ia tidak akan pernah memberikan kepuasan dan kebahagiaan maksimal bagi kita. Dunia diciptakan oleh Allah bersifat fana, sedangkan manusia hidup dalam keadaan yang selalu ingin merasakan kebahagiaan. Untuk itu, sampai kapanpun kita mengejar dunia tidak akan pernah selesai.

Seperti yang disampaikan dalam ayat berikut ini, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS: Al-An’aam: 32)

Saat hidup kita fokus pada mencari kebahagiaan dunia yang maksimal dan memuaskan diri kita, semua itu tidak akan pernah tercapai. Dunia hanya sementara dan memiliki banyak keterbatasan untuk memberikan kebahagiaan tersebut. Hanya akhirat yang mampu mewujudkan keinginan manusia.

Untuk itu, bersyukurlah dengan apa yang kita dapatkan di dunia dan kejarlah akhirat dengan apa yang kita miliki di dunia. Jadikan dunia sebagai kendaraan untuk menuju akhirat. 

2.Selalu Melihat Ke Atas

Dunia memang menyilaukan. Melihat orang lain yang lebih dibanding kita, bisa menjadi motivasi atau menjadi boomerang bagi hidup kita. Tetapi, sesekali lihatlah ke bawah, kepada kaum dhuafa, bahwa ada banyak orang yang mengalami sulitnya hidup dan membutuhkan bantuan kita. Jika kita punya rezeki lebih maka berbagilah dengan kaum dhuafa

Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam hadits berikut, “Lihatlah orang yang berada di bawah kamu, dan jangan lihat orang yang berada di atas kamu, karena dengan begitu kamu tidak meremehkan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu” (HR. Bukhari & Muslim).

Tidak ada salahnya melihat orang dengan kondisi yang lebih dibanding kita, namun bukan untuk menjadikan diri kita tidak bersyukur. Ingatlah bahwa apa yang dimiliki oleh seseorang di dunia ini hanyalah titipan. Semakin besar hartanya, maka semakin besar tanggung jawabnya, dan ujiannya pun akan semakin tinggi tingkatnya. 

Bersyukurlah dengan kondisi kita. Kejarlah sesuai kemampuan karena ikhtiar tentu dibutuhkan dan Allah menilai segala bentuk ikhtiar kita. Namun jangan menjadi kufur nikmat saat apa yang kita alami tidak seperti yang orang lain alami. Yakinlah bahwa setiap orang diuji dengan berbagai bentuk sesuai kondisinya masing-masing.

Memiliki harta yang banyak tidak selalu membahagiakan. Begitupun dengan harta yang pas-pasan, tidak selalu menyengsarakan. Yang terpenting cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kita di dunia.

3.Menyepelakan Nikmat dan Hal-Hal Kecil

Banyak hal yang bisa kita syukuri, dari hal-hal kecil sekalipun. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak akan bersyukur pada nikmat yang banyak” (HR. Ahmad)

Terkadang, ada hal-hal yang terlupa dan jarang kita syukuri. Padahal jika dihitung, tentu kita tidak bisa mengkonversi nilainya menjadi sebuah materi. Misalnya saja betapa Allah masih memberikan nikmat bernafas dengan lega, nikmatnya sehat tubuh kita, nikmatnya hidup tanpa peperangan atau konflik kemanusiaan, terhindar dari bencana, nikmatnya air yang mengalir dan udara yang segar, dsb.

Pernah kita membayangkan bagaimana jika hidup tanpa semua hal tersebut? Apa yang akan terjadi dalam hidup kita andai kata Allah mencabut semua nikmat tersebut? Untuk itu, syukurilah semua nikmat yang kita terima. Jangan sampai kita baru menyesal saat semua itu sudah hilang dari hidup. Terkadang hal-hal kecil itulah yang menambah makna keberkahan dalam hidup

4.Jarang Berdo'a

Padahal Rasulullah sendiri mengajarkan perbanyak berdoa untuk menghindari kefakiran, sebagaimana doa Rasulullah, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari menzhalimi atau dizhalimi.” (HR An-Nasai dan Abu Dawud)

Perbanyaklah berdoa kepada Allah agar kita senantiasa menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur. Bersyukur memang bukan hal mudah. Itu adalah sebuah kebiasaan yang harus ditanamkan. Setidaknya, dengan berdoa kita sadar bahwa pemberi nikmat sebenarnya adalah Allah SWT. Untuk itu, jadikanlah doa sebagai perisai kita melawan kekufuran.

Doa-doa yang bisa sahabat baca misalnya adalah: Doa meminta rezeki yang halal dan berkah, doa tolak bala, dan doa qunut nazilah.

5.Terdorong oleh Hawa Nafsu Semata

Manusia diberi akal namun terkadang jarang menggunakannya dan malah terdorong dengan hawa nafsu semata. Hawa nafsu membuat kita selalu haus dan kekurangan. Akhirnya, kita terjebak pada sifat kekufuran dan lupa untuk bersyukur.

Untuk itu, kelolah hawa nafsu kita dan gunakan akal kita untuk menimbang hal benar-salah dan baik-buruknya sesuatu, bukan pada hawa nafsu belaka. Manusia yang hidupnya didominasi oleh hawa nafsu dan tidak mampu mengkontrolnya, maka ia selalu ada dalam keterpurukan.

Yang membuat kita merasa miskin dan kekurangan harta bukan hanya dari berapa yang kita miliki. Perasaan cukup akan muncul jika kita bisa menghitung kebutuhan kita bukan hanya keinginan belaka.

Menghindari sifat kekufuran, kita juga bisa membiasakan untuk berbagi dan bersedekah dengan apapun yang kita miliki. Allah tidak menilai dari banyak atau sedikitnya, tapi dari ikhtiar dan pengorbanan yang kita lakukan. Untuk itu jangan lupa berbagi dengan orang lain dan bersyukur setiap saat.



a:2:{s:2:

Cara Mudah Membangun Kepedulian Ana

Lihat Detail
Cara Mudah Membangun
20 Okt 2020 07:43:57

Setiap orangtua pasti menginginkan dan mendambakan anaknya untuk menjadi anak yang sukses. Namun, perlu diingat bahwa terkadang kita terjebak oleh makna kesuksesan yang terlalu sempit. Banyak orang tua yang [...]

a:2:{s:2:

Kisah 'Ala, Harta, dan Nasihat Ali

Lihat Detail
Kisah 'Ala, Harta, d
20 Okt 2020 07:14:54

Ali bin Abi Thalib adalah salah satu pemimpin besar Islam di masanya, sahabat Nabi, sekaligus bagian dari keluarga Nabi Muhammad SAW yang sangat teladan. Ia bukan hanya dikenal sebagai orang cerdas karena il [...]

a:2:{s:2:

Tsalabah dan Permintaan Harta Berli

Lihat Detail
Tsalabah dan Permint
20 Okt 2020 07:11:00

Suatu hari, hiduplah seorang suku Anshor bernama Tsa'labah, yang hidup dalam kemiskinan. Ia pun mendatangi Rasulullah SAW.

Tsalabah: “Wahai Rasulullah, doakan aku agar Allah Memberiku [...]


Tuliskan Komentar