hit counter code

Pusat Belajar Anti-Korupsi


Share

Pusat Belajar Anti-Korupsi (PBAK)

PBAK lahir atas keprihatinan Dompet Dhuafa terhadap maraknya budaya korupsi di Indonesia. Korupsi adalah sumber kemiskinan dan pemiskinan terhadap sebuah masyarakat atau negara. Oleh karena itu, tidak ada upaya pengentasan kemiskinan tanpa pencegahan terhadap budaya korupsi.

Atas dasar itulah Dompet Dhuafa mendorong lahirnya sebuah gerakan pendidikan antikorupsi yang bertugas untuk memberikan pemahaman serta menanamkan nilai-nilai anti-korupsi sejak dini. Sampai saat ini tercatat sudah sebanyak 5.600 orang menjadi penerima manfaat gerakan ini. Para penerima manfaat tersebut berasal dari kalangan guru, mahasiswa, pelajar setiap jejang pendidikan, serta masyarakat umum.

Sejarah

Inisiatif pendirian PBAK berawal dari kunjungan Dompet Dhuafa ke kediaman Bambang Widjoyanto yang saat itu menjabat sebagai komisioner KPK dan mendapatkan ujian kriminalisasi. Pertemuan itu berlanjut kepada arah yang lebih serius untuk melakukan perlawanan terhadap korupsi yang sesungguhnya. Tanggal 29 Maret 2015 digelar pertemuan Dompet Dhuafa dengan KPK untuk mematangkan konsep kemitraan antara Dompet Dhuafa dan KPK dalam perang melawan korupsi. Dalam pertemuan tersebut, lahirlah program edukasi antikorupsi yang dikenal sebagai PBAK. Tepatnya tanggal 28 April 2015, PBAK dan layanannya resmi diluncurkan agar bisa diakses oleh masyarakat Indonesia.

Visi

Menjadi lembaga rujukan pendidikan anti korupsi di Indonesia untuk mewujudkan generasi anti korupsi.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan anti korupsi yang aplikatif melalui pelatihan, dan pendampingan.
  2. Mengelola literasi yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar, yang dapat dipercaya dan kekinian.
  3. Membangun jaringan strategis dan partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif menjadi bagian penggerak pendidikan anti korupsi.