hit counter code


Sokongan Donatur Bawa Dompet Dhuafa Hadrikan Pos Hangat Di Respon Banjir Bandang Sangihe

Kebencanaan, | Thu 01/2020 09:14:54
Dompet Dhuafa Post Image
Share

KEPULAUAN SANGIHE -- Pada Jumat (3/1/2020), menyeruak kabar di pemberitaan mengenai adanya lagi banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Indonesia. Kali ini kabar tersebut datang dari Kampung Lebo dan Belengan, di Kecamatan Manganitu, serta Kampung Ulung Peliung di Kecamatan Tamako, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Kabar tersebut langsung menggerakkan tim Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Utara untuk hadir meresponnya.

Sejak awal pekan lalu, tim Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Utara, bergegas untuk bertolak ke Kepulauan Sangihe. Langkah utamanya adalah untuk memberikan respon cepat bagi korban terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Setibanya di Sangihe, pada Selasa (7/1/2020), tim langsung mengunjungi daerah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Kondisi tersebut membuat tim relawan Dompet Dhuafa Sulawesi Utara bergerak cepat untuk membuka Pos Hangat dan pada tahapan pertama akan bergulir hingga lima hari kedepan. Dengan adanya pos hangat, harapannya para korban dapat menikmati berbagai sajian untuk kebutuhan asupan.

"Di tahap awal, kami langsung menggelar asessment dan menghadirkan pos hangat untuk masyarakat. Di kondisi cuaca yang seperti ini, semoga pos hangat dapat menjadi salah satu penyedia sajian bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sangihe. Tentunya melalui pos hangat juga, masyarakat dapat menikmati dan merasakan manfaat dari kebaikan para donatur," jelas Nur Amalia, selaku penanggung jawab Bidang Progam Dompet Dhuafa Sulawesi Utara, melalui pesan singkat.

Berdasar penghimpunan data dari Bapak Samson, selaku lurah setempat, tercatat sebanyak 189 jiwa terdampak dari bencana tersebut. Tercatat tiga warga meninggal dunia, 14 rumah rusak berat, 12 rumah hilang/lenyap dan 9 rumah rusak ringan/sedang, akibat banjir bandang dan longsor. Selain itu, kios dan jembatan penghubung rusak. Sehingga membuat akses pertolongan masih terhambat. (Dompet Dhuafa/Tim Sulawesi Utara/TYN)