hit counter code


Karena Masuk Angin Santoso Tidur, Namun Tak Pernah Bangun

Sosial, | Thu 01/2020 14:32:05
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BEKASI -- Tak disangka, ajal kapan datang dan bagaimana. Almarhum Santoso (63), lama tak bangun dari tidurnya. Diketahuia ia sedang masuk angin, namun ia lelap terlalu lama. Curiga, ternyata benar saja, Rabu (8/1/2020), menjadi hari terakhir almarhum Santoso menikmati tidurnya. Ia tak bangun lagi setalah itu, selamanya. Pukul 13.00 WIB, rekan almarhum menghubungi tim Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa, untuk meminta bantuan pengantaran jenazah dari Bekasi. Almarhum merupakan pria asal Semarang, Jawa Tengah.

“Hanya karena masuk angin, almarhum Santoso nyawanya tidak tertolong. Pukul 13.00 WIB rekan almarhum mengubungi tim Barzah untuk memohon bantuan pengantaran jenazahnya,” terang Madroi, Manajer Program Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa.

Pukul tiga sore, tim bersiap mengantarkan jenazah ke rumah duka, di Desa Tawang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Didampingi oleh empat saudaranya yang juga penjual bakso, almarhum Santoso pulang, sayangnya berbekal duka.

“Pukul 15.00 WIB, satu armada dan dua personel barzah dari posko Tangerang, memberangkatkan jenazah almarhum dengan di dampingi empat orang saudaranya yang juga sama-sama sebagai pedagang bakso keliling,” aku Madroi.

Benar saja, sampai di kampung halaman pukul 23.00, jenazah langsung disambut tangisan keluarga, yang sama sekali tidak mengyangka kepergian Santoso yang tiba-tiba. Almarhum yang sehari-hari mencari nafkah di Bekasi, sebagai penjual bakso. Ternyata meninggalkan tiga orang anak yang masih berada di jenjang pendidikan sekolah. Ada yang masih sekolah dasar hingga yang tertua masih di bangku SMA.

“Menurut keluarga, almarhum tidak pernah menceritakan sakitnya. Sehingga berita kematiannya sangat mengejutkan,” tambah Madroi.

Kehadiran Barzah sedikit banyak membasuh duka yang dialami keluarga almarhum Santoso. Barzah membantu mengantarkan ke rumah duka, tanpa harus membebani biaya kepada keluarga. Setidaknya, Santoso bisa dimakamkan di kampung halaman, dekat dengan keluarga. (Dompet Dhuafa/Zul)