hit counter code


Gerakan Ayo Bercita-cita: Gebrakan Untuk Berani Bermimpi

Pendidikan, | Wed 01/2020 20:21:09
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR — Banyak orang miskin yang belum berani bercita-cita. Padahal untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan, bisa dimulai dari berani bercita-cita. Karena cita-cita memberikan sebuah gambaran tentang perwujudan akan seperti apa masa depan kita. Memiliki cita-cita membuat kita fokus dan menumbuhkan daya juang untuk meraihnya.

Yayasan Karakter Pancasila bersama Dompet Dhuafa, membuat Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB) sebagai gerakan yang sistematis dan efektif. Sebagai salah satu ikhtiar dalam pengentasan kemiskinan yang diluncurkan di Sekolah SMART Cibinong, Klapanunggal, Bogor, Selasa (14/1/2020).

Peluncuran dibuka dengan penampilan dari siswa-siswi peserta didik Sekolah SMART Cibinong yang terdiri dari TK, SD dan SMP. Dari marching band, seni tari hingga seni paduan suara, memeriahkan acara.

Gerakan tersebut akan dijalankan di Sekolah SMART Cibinong dan Sekolah Islam Al Syukro Universal, untuk jenjang Sekolah Dasar. Namun nantinya akan terus dipantau perkembangannya hingga menyasar jenjang kelas yang lebih tinggi lagi.

“Kunci lepas dari kemiskinan ialah dengan bercita-cita. Hidupnya jadi terarah dari kecil hingga dewasa. Berbeda dengan generasi sebelumnya, termasuk saya. Setelah lulus kuliah, baru cari-cari (cita-cita). Kini kalian harus mulai sejak dini,” jelas Zaim Uchrowi, selaku Inisiaor GAB.

Adapun langkah yang dilakukan tahap pertama guru menumbuhkan kesadaran bercita-cita pada peserta didik. Kedua, peserta didik menggambarkan cita-cita. Kemudian ketiga, peserta didik menceritakan cita-citanya di depan kelas. Gerakan GAB ini perlu adanya peran penting dari relawan, stakeholder, guru dan kepala sekolah.

“Tolong dorong mereka-mereka ini untuk bercita-cita. Bisa dimulai dengan sederhana yakni berani menuliskan masing-masing cita-citanya. Jadi tuliskan!” terang Parni Hadi, selaku Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa.

Peluncuran GAB ditandai dengan pemukulan gong oleh Parni Hadi. Kemudian berlanjut dengan rangkaian lain seperti tanda tangan di prasasti dan juga peletakan batu pertama. (Dompet Dhuafa/Fajar)