hit counter code


Peletakan Batu Pertama SMA SMART Cibinong, Buka Sejarah Dunia Pendidikan Dompet Dhuafa

Pendidikan, | Wed 01/2020 20:27:43
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BOGOR — Sekolah SMART Cibinong sejak diwakafkan dari PT Solusi Bangun Indonesia (dulu PT Holcim Indonesia) kepada Yayasan Dompet Dhuafa Republika di 2011, telah meraih pencapaian yang patut dibanggakan. Menginjak dasawarsa ke-2, Sekolah SMART Cibinong berkeinginan meningkatkan kontribusinya dalam dunia pendidikan untuk menciptakan generasi berkualitas, berakhlaqul karimah dan berjiwa entrepreneur dengan membuka program SMA yang terbuka bagi masyarakat luas. Khususnya bagi warga Kabupaten Bogor. Sekolah tersebut juga menerima peserta didik dari berbagai latar belakang. Baik muslim dan non-muslim dapat mengenyam pendidikan di sini.

“Untuk meningkatkan nilai kebermanfaatan di masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Klapanunggal. Terlebih dengan diberlakukan sistem zonasi, membawa dampak bagi usia pelajar di kecamatan Klapanunggal, yang harus bersaing dengan pelajar lainnya. Sebab masih terbatasnya sekolah menengah atas yang tersedia di wilayah kecamatan Klapanunggal,” ujar Wildan Hakim Mahardika, sebagai Direktur Sekolah SMART Cibinong.

Peletakan batu pertama bangunan SMA SMART Cibinong dipimpin langsung oleh Parni Hadi, selaku Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa. Dengan semangat tinggi, ia mengatakan, “Ayok semuanya kita letakan batu ini bersama-sama. Kita di sini mengukir sejarah,” terangnya.

Rencana gedung SMA ini memiliki luas 8 X 42 meter persegi. Terdiri dari dua lantai meliputi tiga rombongan belajar (kelas). Masing-masing tingkatan memiliki dua kelas. Satu kelas untuk jurusan IPA dan satu lagi IPS. Kurikulum yang disajikan juga berbasis internasional. Salah satunya dengan menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris dan Mandarin (bilingual).

“Selain program bilingual tadi. Juga akan ada pertukaran pelajar internasional. Semua ini didukung dengan sistem kredit semester (SKS). Karena SKS tersebut mampu menyelesaikan mata pelajaran yang ada di kurikulum selesai dalam dua tahun. Sehingga kita punya space setahun untuk program-program tadi,” tambah Wildan.

Harapannya melalui peletakan batu pertama tersebut, mampu memberikan kesempatan dan membuka akses bagi anak-anak melanjutkan jenjang pendidikannya lebih tinggi.

“Insyaa Allah selesai pada Ramadhan mendatang. Sehingga langsung dibuka untuk ajaran baru 2020/2021,” tutup Wildan. (Dompet Dhuafa/Fajar)