hit counter code


Bermain Kriket, Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa Hibur Anak-anak Korban Gempa Nepal

Kesehatan, | Mon 05/2015 10:44:13
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Tim kemanusiaan DMC Dompet Dhuafa, tengah berfoto bersama anak-anak korban gempa Nepal, usai penyerahan kaos (jersey) dan alat permainan kriket. (Foto: Taufan/Dompet Dhuafa)

NEPAL-Matahari pagi itu mulai terik, keringat pun mulai mengucur deras di sela-sela wajah anak-anak korban gempa Nepal. Meski demikian, hal tersebut tak menyurutkan semangat anak-anak menjalani aktivitas pagi itu, yakni bermain kriket bersama Tim kemanusiaan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.

Tak hanya menghibur anak-anak dengan bermain kriket, Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa bersinergi dengan Humanitarian Forum Indonesia (HFI), memberikan bantuan berupa kaos (jersey) dan peralatan kriket untuk bermain bersama.

“Selama ini anak-anak yang tinggal di pengungsian antusias mengikuti beragam permainan yang DMC hadirkan. Salah satunya adalah kriket,” ujar Taufan, Tim Komunikasi Dompet Dhuafa, yang bertugas meliput di Nepal, melalui pesan WhatsApp pada beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Taufan mengatakan, anak-anak korban gempa Nepal selama ini masih diliburkan sekolahnya dan juga sebagian masih takut masuk sekolah lantaran ada beberapa sekolah yang mengalami kerusakan parah. Menurut beberapa anak-anak di sini sekolah akan dimulai sekitar 29 Mei mendatang.

Selain membagikan jersey dan alat bermain kriket, Dompet Dhuafa juga melakukan koordinasi, inventarisasi dan serah terima seluruh barang bantuan yang ada di posko pengungsian Satungal, Nepal, kepada warga dan tentara nasional Nepal. “Dengan serah terima ini, pengelolaan berbagai donasi yang merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia,  akan berada di bawah kendali warga negara dan tentara setempat,” jelas Taufan, Minggu (24/5).

Lebih lanjut Taufan menambahkan, bantuan yang diberikan kali ini berupa logistik, barak pengungsian, dan obat-obatan. Selain itu, Dompet Dhuafa juga menyediakan 330 balting (sebutan untuk ember di Nepal) untuk diserahkan ke posko-posko pengungsian. (Uyang)

 

Editor: Uyang