hit counter code


Ahmad Fuadi: Menyusuri Dunia dengan Membaca dan Menulis

Kesehatan, | Sat 05/2015 12:53:50
Dompet Dhuafa Post Image
Share

PANGGUNG INSPIRASI 2015 -- Motivator dan penulis buku "Negeri Lima Menara," Ahmad Fuadi, memaparkan motivasinya kepada peserta Panggung Inspirasi 2015 di Gedung Wahana Bakti Pos, Bandung, Sabtu (30/5). (Foto: Dompet Dhuafa/Taufan)

 

BANDUNG -- Siapa tak kenal Ahmad Fuadi, Penulis yang terkenal hampir seantero negeri? Karya-karyanya  selalu masuk ke dalam kategori best seller di toko buku. Penulis novel terkenal Negeri Lima Menara ini hadir dalam acara Panggung Inspirasi 2015 yang digelar oleh Dompet Dhuafa.

Ahmad Fuadi mengenalkan dirinya sebagai seorang pencerita yang menulis melalui novelnya yang kemudian difilmkan. Dalam gelaran ini, Ahmad Fuadi membagikan semangat kepada para peserta untuk selalu mengejar impiannya.

"Jangan lupa untuk selalu percaya pada harapan serta doa. Dan, jangan pernah meremehkan impian," ujar lelaki pendiri komunitas Menara ini dalam gelaran Panggung Inspirasi 2015 yang diadakan Dompet Dhuafa di Gedung Wahana Bakti Pos, Bandung.

Sejak balita, Ahmad Fuadi yang lahir di Maninjau, Sumatra Barat ini mengaku sudah dikenalkan dengan buku-buku. Di dalam ruangan 3x3 meter kakeknya membuat perpustakaan yang diisi beragam jenis buku. "Kakek membuka mataku tentang dunia," jelasnya.

Dari kesukaannya membaca buku, Ahmad Fuadi yang bercita-cita keliling dunia ini dapat mewujudkan keinginannya. Di tengah-tengah peserta yang berjumlah lebih dari 300 orang, Ahmad Fuadi membagikan kisahkan ketika ia dapat berkeliling ke 40 negara di dunia secara cuma-cuma.

Ketika berusia 15 tahun, ia sudah menaruh cita-citanya di langit untuk berkeliling dunia dan dapat menjadi hebat seperti B.J Habibie. Namun, diusia itu pula ia terpaksa menuruti perintah Ibundanya untuk melanjutkan pendidikannya ke pesantren di wilayah Jawa Timur.

Dalam benaknya, keputusan yang diambil kala itu dapat menjauhkannya dari impiannya. "Diusia itu saya dipaksa masuk pesantren yang jauh, tapi di sanalah perubahan hidup saya terjadi," paparnya.

Sejak itulah, ia bertemu dengan guru yang mengajarinya untuk percaya pada kalimat ampuh Man Jadda Wajada yang berarti barang siapa bersungguh-sungguh akan berhasil. Kalimat itu, menurutnya, selalu menjadi penyemangat dan pemberi motivasi dalam menjalani hari-harinya.

Dalam akhir pembicaraannya, Ahmad Fuadi berpesan kepada peserta Panggung Inspirasi 2015, "Jangan hanya membaca, tapi menulislah minimal satu buah buku seumur hidupmu," jelasnya. (Dompet Dhuafa/Gita)