hit counter code


World Zakat Forum Gelar Konferensi Internasional Di New York

Kesehatan, | Mon 07/2014 16:08:38
Dompet Dhuafa Post Image
Share

NEW YORK- World Zakat Forum (WZF) menggelar Konferensi Zakat Internasional di New York City, Amerika Serikat pada Rabu-Kamis (28-29/5). Ratusan penyelenggara (amil) zakat dari seluruh dunia, perwakilan dari 30an negara, ulama, pakar dan pemerhati zakat menghadiri konferensi tersebut.

Dipilihnya New York City sebagai tuan rumah Konferensi Zakat Internasional tahun ini adalah dalam rangka menjadikan zakat sebagai salah satu isu ekonomi dunia. Karena itu, dalam konferensi yang digelar bekerja sama dengan Nusantara Foundation ini, tema yang diusung adalah Zakat for Global Welfare.

“Perkembangan zakat di dunia Islam dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari tren pengumpulan dan pendistribusian zakat menunjukkan peningkatan,” ungkap Deputi Sekjen WZF yang juga Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini.

Namun, kata Ahmad, pada praktiknya pengelolaan zakat di setiap negara berbeda-beda. Beberapa negara seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Kuwait adalah contoh negara yang memiliki sistem pengelolaan zakat lebih maju, sementara negara lainnya masih pada tahap awal pengembangan zakat.

“Dengan adanya perbedaan tersebut maka diperlukan forum yang bisa dipergunakan sebagai media untuk bertukar pikiran dan pengalaman dalam pengelolaan zakat,” jelas Juwaini.

Tujuan tak kalah penting dari konferensi ini adalah sebagai media untuk meningkatkan sinergi antarlembaga zakat secara global dalam memerangi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Selain itu, juga meningkatkan kualitas pengelola zakat baik pengumpulan dan penyaluran, sebagai upaya untuk membakukan praktik pengelolaan zakat, dan mendiskusikan isu-isu terkini dalam pengelolaan zakat dunia.

“Penting untuk memahami konferensi ini sebagai media untuk meningkatkan sinergi antarlembaga zakat secara global, mendiskusikan isu-isu terkini pengelolaannya dari berbagai pakar, pemerhati dan perwakilan zakat seluruh dunia,” ujar Juwaini.

Sebagai salah satu anggota WZF, dalam konferensi tersebut Dompet Dhuafa menyampaikan gagasan bahwa pengelolaan zakat yang baik dengan manajemen baik akan memberikan kontribusi yang nyata dalam membantu sesama. Ini dibuktikan dengan kiprah Dompet Dhuafa selama 20 tahun lebih dalam mengelola dana zakat umat.

Dompet Dhuafa sendiri berperan untuk mengembangkan WZF sebagai platform gerakan bersama. Juwaini menegaskan bahwa Dompet Dhuafa memandang urusan zakat bukanlah urusan Dompet Dhuafa semata-mata, melainkan juga urusan seluruh umat Islam.

“Namun demikian, kita bersama-sama melakukan kerja-kerja perjuangan untuk menguatkan zakat di dunia ini yang kemudian kita sebutkan gerakan zakat NGO Lokal, sampai dengan internasional,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, WZF juga memilih sekretaris jenderalnya yang baru untuk periode 2014-2017. Ahmad Juwaini terpilih menjadi Sekjen WZF yang baru, menggantikan sekjen sebelumnya Didin Hafidhuddin. Ahmad didampingi oleh delapan deputi sekjen, yaitu Imam Shamsi Ali (New York), Elnur Salihovic (Bosnia), Mohd Izam bin Mohd Yusof (Malaysia), Mohd Rasiq Mukhtar (Sudan), M Hoosen Essof (Afrika Selatan), Syed Zafaar Mahmood (India), Mohd Obaidullah (IDB/Arab Saudi), dan Irfan Syauqi Beik, yang juga Staf Ahli BAZNAS.

Dipilihnya Ahmad Juwaini untuk melanjutkan kepemimpinan Didin Hafidhuddin menunjukkan bahwa perzakatan Indonesia telah mendapatkan kepercayaan dunia internasional. “Ini adalah amanah yang sangat berat, sekaligus tantangan bagi kami untuk mewujudkan sinergi gerakan zakat bagi kesejahteraan global,” pungkas Juwaini. (gie)