hit counter code


Puluhan Mahasiswa Andalas Semangat Ikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Dakwah, | Mon 11/2015 11:38:35
Dompet Dhuafa Post Image
Share

PADANG -- Bunyi bising para pekerja konstruksi bangunan Masjid Nurul Ilmi Universitas Andalas. Namun semua itu tak mematahkan semangat dari 42 mahasiswa dalam mengikuti Pelatihan Pemulasaran Jenazah pada Minggu (22/11).

Bertempat di Masjid yang tengah diperbaiki, pelatihan memang dihiasi bunyi ketok palu, mesin potong besi, dan gergaji para pekerja kontruksi. Namun para mahasiswa dari berbagai jurusan ini tetap khidmat mengikuti materi yang disajikan Corps Dai Dompet Dhuafa Singgalang, Ustadz Imam Mashroni. Tak hanya itu, rintik gerimis turut menyejukkan area kampus, sehingga membuat area Masjid tak begitu ramai dari lalu lalang mahasiswa.

"Persiapan menghadapi kematian, baik untuk keluarga maupun tetangga, mutlak mesti kita miliki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan tiga hal yang harus disegerakan. Yakni shalat jika telah tiba waktunya, jenazah apabila telah hadir, dan wanita apabila telah ada calon suami. Jadi jangan sampai saat ada si jenazah, kita malah menunggu. Bahkan sampai berhari-hari karena merasa tak ada tokoh agama yang bisa menyelenggarakan pemulasaran jenazah tersebut,” tutur Ustadz Imam.

Acara diadakan bekerjasama dengan Islamic Solidarity of Agricultural Technologi (ISAT) Universitas Andalas, selaku panitia pelaksana. Dimulai pada pukul 13.30 WIB, acara berlangsung hingga berakhir saat gema Adzan pertanda waktu Ashar telah masuk.

"Tujuan kami mengangkat acara ini, karena minimnya pengetahuan masyarakat umum dalam hal penanganan jenazah. Dari persiapan, kami menyebar undangan untuk di lingkup kampus, sayang yang hadir belum maksimal, mungkin faktor cuaca yang kurang bagus. Namun terimakasih atas transfer ilmu yang telah diberikan oleh pihak Dompet Dhuafa Singgalang, sehingga kami mengetahui bagaimana tata pelaksanaan dalam pemulasaran jenazah dari awal hingga akhir," pungkas Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Fariz Arfan. (Dompet Dhuafa Singgalang/Nisa)