hit counter code


Punksantren: Pesantrennya Anak Punk

Kesehatan, | Fri 07/2014 10:23:27
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Berkegiatan di alam bebas bukanlah hambatan ketika berpuasa. Masih banyak aktivitas positif selama Ramadhan yang dapat dilakukan meski berada di alam bebas. Hal ini seperti yang dilakukan 60 anak punk dari Komunitas Punk Muslim dalam kegiatan Punksantren pada akhir pekan lalu (4-6/7) di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat.

Punksantren merupakan kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Punk Muslim dan Dompet Dhuafa. Kegiatan ini digelar sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual dengan mengajak anak-anak punk untuk mendekatkan mereka kembali dengan nilai-nilai agama.

Manager Social Development Dompet Dhuafa, Nugroho Indera Warman mengatakan, bulan Ramadhan adalah momen terbaik untuk berbagi, khususnya mereka yang dhuafa dan termarginalkan.

“Termasuk kepada anak-anak jalanan (punk) yang waktunya lebih sering di jalan mencari penghidupan,” jelasnya.

Selain mendapatkan pendidikan keagamaan, Nugorho menambahkan, peserta juga menerima pelatihan mengenai kebencanaan. Pelatihan relawan siaga bencana tersebut difasilitasi dari tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.

“Kita berharap mereka bisa jadi bagian dari relawan kita, khususnya untuk kebencanaan,” ungkap Nugorho.

Sementara Pembina Punk Musilm, Ahmad Zaki menuturkan, segmentasi pendidikan anak punk masih rendah sehingga mereka perlu meningkatkan kualitas diri mereka. Dengan kegiatan ini, Zaki berharap, mereka dapat menggunakan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. “Alhamdulillah mereka senang dan ingin kegiatan ini terus berlanjut di luar bulan Ramadhan,” ujarnya.

Stigma buruk yang melekat pada pribadi anak punk tak membuat Komunitas Punk Muslim patah arang. Kata brandal yang seringkali disematkan untuk mereka semakin menantang mereka untuk berbuat kebajikan.

Rencananya pelatihan tentang kebencanaan dari DMC Dompet Dhuafa akan rutin digelar. Menurut Zaki, pelatihan kebencanaan akan menghilangkan stigma negatif yang melekat pada tubuh anak punk. “Mereka juga bisa peduli pada lingkungan dan keadaan sosial,” tegasnya. (gita/gie)