hit counter code


Hari Anak Nasional, Dompet Dhuafa Berbagi bersama Penderita Kanker

Kesehatan, | Mon 08/2014 14:32:25
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Foto: Gita/Dompet Dhuafa

Rona keceriaan terlihat di wajah para pasien penderita kanker di Rumah Sakit Yayasan Dharma Bakti Sosial (Dharmais), Jakarta pada Rabu (24/7) sore itu. Mereka kedatangan tim program Jalin Sahabat Penyintas (JSP) yang diadakan Dompet Dhuafa.

Di rumah sakit pusat kanker nasional tersebut merupakan cara penutup program JSP pada Ramadhan 1435 H. “Sebelumnya, Jalin Sahabat Penyintas telah diadakan di Rumah Sakit PMI Bogor dan di daerah yang yang terkena bencana, seperti Manado dan Sinabung,” papar Manager Social Development Dompet Dhuafa, Nugroho Indera Warman.

Jalin Sahabat Penyintas bertujuan untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yang sedang dalam kesulitan. Nugorho menuturkan, Dompet Dhuafa ingin berbagi kepada mereka yang tak bisa menikmati Ramadhan dengan keadaan baik, mereka yang ada di rumah sakit dan pengungsian.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Dompet Dhuafa ingin berbagi semangat kepada anak-anak yang terkena penyakit kronis di rumah sakit tersebut. Salah satunya dengan anak usia 4 tahun yang mengidap penyakit leukimia, yaitu Hafiz Asyam Azzaki.

Bocah usia 4 tahun ini telah 2 bulan dirawat di Rumah Sakit Dharmais. Ketika Dompet Dhuafa datang, Hafiz begitu bersemangat memasuki aula rumah sakit yang penuh gambar warna-warni. Dengan masker di wajahnya, Hafiz duduk dipangkuan pasien lain yang badannya sudah cukup besar dibandingkan Hafiz.

Dompet Dhuafa datang bersama Dongeng Ceria Manajemen untuk menghibur para pasien. Iman, Pendongeng dari Dongeng Ceria Manajemen mengajak anak-anak untuk mendengarkan kisah yang ia ceritakan.

Ada yang menarik perhatian saat Iman bercerita di depan seluruh pasien yang berkumpul di ruangan itu. Hafiz mengikuti cerita-cerita yang disampaikan Iman. Sambil tertawa, bocah itu menirukan gerak-gerik dan ucapan Iman.

“Itu monyet,” ucap Hafiz sambil menunjuk boneka yang dikeluarkan Iman dari dalam tasnya.

Hafiz yang telah tiga kali berganti-ganti rumah sakit ini tanpa malu-malu maju ke depan menemani Iman bercerita. Saat Hafiz maju ke depan menemani Iman, ruangan tersebut menjadi penuh tawa karena polah tingkah bocah itu.

“Hafiz memang anaknya ngga malu untuk maju ke depan, dia seneng kalau diajak bercerita,” ujar Dita, Tante Hafiz yang kala itu sedang menemani bocah itu.

Bocah asal Lampung ini telah menderita kanker darah sejak enam bulan yang lalu. Seluruh keluarga tak ada yang menyangka Hafiz dapat bertahan hidup sejauh ini jika melihat kondisinya. Namun, Hafiz membuktikan kehebatannya bertahan, ia tetap ceria meskipun sakit menggerogoti tubuhnya.

“Kalau habis kemoterapi, Hafiz langsung seger ngga nangis, padahal jika liat anak-anak lain mereka langsung lemas kalau habis kemoterapi,” ujar Dita.

Sore itu, Hafiz dan teman-temannya terlihat semakin semangat untuk melawan penyakit-penyakitnya. Tak lupa, mereka pun turut berbagi semangat dengan anak-anak di Manado dan Sinabung yang berada di pengungsian dengan berkirim surat.

“Di Hari Anak Nasional ini Dompet Dhuafa mencoba merangkul anak-anak yang sakit dan terkena bencara agar mereka termotivasi untuk bangkit dari segala kesulitan yang mendera,” pungkas Nugroho. (gita/gie)