hit counter code


Suami Menderita Kusta, Sunenti Tak Patah Arang Jalani Hidup

Kesehatan, | Mon 08/2014 14:33:56
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Foto: Uyang/Dompet Dhuafa

Sambil melayani pembeli yang datang ke sebuah warung jajan sederhana miliknya yang baru dibukanya beberapa menit yang lalu, Sunenti (35), salah satu penerima manfaat Social Trust Fund (STF) Dompet Dhuafa cabang Tangerang Selatan (Tangsel) ini, masih menampakkan keceriaan seperti hari biasanya. Namun, tidak ada yang menyangka, ibu muda yang kini menjadi tulang punggung keluarga ini mengalami cobaan yang dirasanya sangat berat. Sang suami, sudah sekitar 5 tahun lamanya mengidap penyakit kusta yang tak kunjung sembuh.

“Sekarang saya hanya mau berusaha demi kesembuhan suami saya, nggak mau banyak ngeluh. Lagi pula ngeluh doang juga percuma,” ujar Ibu satu orang anak ini.

Dalam kesehariannya, Nenti, demikiaan sapaan akrabnya sehari-hari, mencari penghasilan tambahan dengan membuka warung jajan sederhana, yang terletak di halaman depan rumahnya yang berada di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Aneka makanan ringan dan minuman serbuk manis dijajakan di warung yang baru dibuka beberapa bulan lalu ini.

Nenti menuturkan, usaha warung jajan sederhana yang dirintisnya tersebut dapat berjalan melalui dana pinjaman modal usaha yang diperolehnya dari Social Trust Fund (STF) Dompet Dhuafa Cabang Tangsel. STF sendiri  merupakan program ekonomi Dompet Dhuafa yang memainkan peran sebagai bank orang miskin. Transaksi dominan yang dikembangkan adalah berbasis kepada akad dana kebajikan (Qardhul Hasan), yakni meminjam dengan pengembalian tanpa tambahan bunga maupun bagi hasil.

“Untungnya saya tahu tentang Dompet Dhuafa, alhamdulillah ini jadi jalan keluar saya untuk mencari penghasilan tambahan,” terangnya.

Sebelum bergabung dengan STF Dompet Dhuafa, Nenti mengaku pernah bekerja serabutan dengan menjadi kuli cuci baju di sekitar lingkungan rumahnya. Karena dirasa penghasilan yang didapatnya belum mencukupi kebutuhan lainnya seperti biaya pendidikan dan biaya berobat untuk sang suami, ia akhirnya memutuskan untuk membuka usaha, seperti yang sedang dirintisnya saat ini.

“Alhamdulillah, penghasilan saya sehari bisa Rp 65.000 sampe Rp 85.000. Paling tidak, kebutuhan penting bisa tercukupi,” ucapnya bersyukur.

Dengan bantuan pinjaman modal usaha senilai Rp 750.000, ibu muda yang begitu gigih dan semangat dalam menjalani hidup ini, mengharapkan usaha yang dijalaninya dapat berjalan lancar. Tidak hanya itu, perempuan asli Tanah Betawi ini, mengharapkan sang suami dapat pulih kembali dari sakit yang selama ini menderanya, agar kondisi perekonomian yang selama ini dirasakannya begitu pahit beberapa tahun terakhir ini dapat kembali berangsur pulih kembali.

“Mudah-mudahan orang yang bernasib sama seperti saya dan keluarga, bisa mendapat bantuan dari Dompet Dhuafa, dan selalu dimudahkan usahanya,” harap Nenti tersenyum. (uyang)