hit counter code


Dibedah, Hunian Pengumpul Barang Bekas Kembali Layak

Kesehatan, | Wed 08/2014 14:59:12
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Foto: Dokumentasi Dompet Dhuafa

Memiliki rumah yang layak huni, nyaman dan asri menjadi impian bagi kebanyakan orang. Tak terkecuali dengan Kosan (55) dan keluarga. Kosan bersyukur, rumahnya kini menjadi layak huni setelah direnovasi tim Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa lewat program Bedah Rumah beberapa waktu lalu.

Keterbatasan ekonomi yang mendera Kosan menyebabkan ia dan keluarganya sebelumnya tinggal di sebuah rumah yang kumuh dan sempit. Beralaskan tanah, berdinding bilik dan bertiang kayu yang sudah lapuk, Rumah Kosan berada di kawasan Kp. Rawa Gempol RT. 03/01 Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang, Banten.

Meski hidup dalam kondisi yang memprihatinkan selama berpuluh tahun ,Kosan tak putus asa. Dengan cobaan hidup yang dialaminya tersebut, ia sangat yakin bahwa Tuhan merencanakan hal yang indah bagi Kosan dan keluarga.

’’Ngapain ngeluh? Toh Allah juga nggak suka kalo kita ngeluh terus. Yang penting sekarang berusaha dan syukuri apa yang ada,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, Kosan bekerja sehari-hari sebagai pengumpul barang bekas. Pekerjaan ini ia lakukan untuk menghidupi istri dan 3 orang anak serta 1 orang cucu. Upah yang diperolehnya dalam sehari hanyalah sebesar Rp 25.000. Tentu, upah tersebut sangatlah minim untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

’’Alhamdulillah, istri, anak dan cucu saya nggak pernah mengeluh. Bisa makan setiap hari aja udah syukur,” ucapnya.

Meski dikenal sebagai sosok yang sangat sabar dan menerima keadaan, namun bukan berarti Kosan tidak memiliki harapan dan impian. Keinginannya untuk memiliki rumah yang nyaman dan layak huni masih menjadi dambaannya sejak dulu.

’’Nggak muluk-muluk, yang penting rumah yang layak huni aja udah syukur,” harapnya.

Kosan menceritakan, sejak beberapa bulan yang lalu, struktur rumahnya sudah mulai miring, seperti posisi hendak roboh. Hingga pada puncaknya pertengahan Januari 2014 lalu, hujan terus menerus mengguyur di kawasan tempat tinggalnya yang mengakibatkan banjir. Akibat bencana tersebut, rumah Kosan terpaksa dirobohkan demi keselamatan.

Musibah yang menimpanya tersebut membuat Kosan dan keluarga kehilangan rumah satu-satunya yang menjadi tempat berlindung. Keterbatasan ekonomi pula yang menghambat keluarga ini untuk dapat membangun kembali rumahnya.

’’Jangankan untuk merenovasi rumah, untuk makan sehari-hari aja masih dibantu tetangga saya,” ujarnya.

Alhamdulillah, doa yang dipanjatkan Kosan dan keluarga setiap harinya terjawab sudah. Dengan rahmat Allah, melalui Dompet Dhuafa dengan menjalin kerjasama dengan aparatur setempat, seperti tokoh agama, dan masyarakat luas, rumah kosan telah dibangun.

Rasa syukur tak henti-hentinya dipanjatkan Kosan beserta keluarga. Kini, istana kecilnya kembali berdiri. Ia pun siap menata kembali kehidupannya bersama keluarga tercinta, terus bersabar dan berjuang dalam menjalani hidup.

’’Semoga Dompet Dhuafa, terus berjuang membantu orang-orang yang tak berpunya seperti saya,” harapnya. (uyang/gie)