hit counter code


Institut Kemandirian, Jalan Yulianto Meraih Sukses

Kesehatan, | Tue 08/2014 13:10:37
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Awalnya ia pun tak menyangka, kehidupannya yang dulu serba kekurangan, kini berangsur membaik. Berawal dari menjadi karyawan dan chef di salah satu Restoran di bilangan Jakarta, ia berjuang mencari jalan menuju kesuksesan.

Namun, keinginannya untuk berwirausaha terus membayangi pikiran dan hatinya selama ini. Memang belum terlintas dalam pikirannya mengenai ide dan gagasan terkait usaha apa yang nantinya akan digeluti. Meski demikian, ia tetap memantapkan diri untuk memilih berwirausaha dan berhenti dari pekerjaannya yang dulu.

Dengan bermodal pengalaman sebagai chef, akhirnya ia memutuskan untuk membuka usaha kuliner di sekitar lingkungan rumahnya di wilayah Kelapa Dua, Tangerang. Namun usaha yang dibangunnya dalam hitungan bulan tersebut tidak berjalan lancar dan akhirnya gulung tikar.

Yulianto (kaos hitam), saat membuka konternya di kawasan Kelapa Dua, Tangerang. (Foto: Dokumentasi IK Dompet Dhuafa)

“Saat itu modal usahanya habis untuk membangun warung (ruko kecil), untuk mencoba peruntungan usaha lainnya,” terang pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah ini.

Meski usaha yang dibangunnya tengah mengalami jatuh bangun, lantas tak membuat pria ini menyerah. Hingga di kemudian hari ia mengubah usaha kuliner rintisannya menjadi jual beli pulsa dengan memanfaatkan warung yang sudah ada, meskipun masih sederhana.

Hampir senada dengan usaha kuliner yang dirintisnya, dalam perjalanan usaha jual beli pulsa pun juga mengalami pasang surut, bahkan usahanya hampir tutup.

Namun, dengan tekad kuat untuk terus bangkit dari keterpurukan membuat pria yang dikenal gigih dalam berwirausaha ini ingin mengikuti kursus pelatihan service handphone. Yulianto ingin menyelamatkan usaha dan bisnis terakhirnya yang tengah berjalan dengan tidak hanya jual beli pulsa.

“Paling tidak kalo saya bisa buka service handphone mungkin bisa membaik usaha saya ini,” terangnya.

Alhamdulillah, beberapa bulan kemudian ia mendapatkan informasi pelatihan service handphone di Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa dari seorang pelanggan yang beli pulsa ke konternya. Ia lantas mengikuti pelatihan tersebut hingga bisa meningkatkan kompetensinya dalam service handphone dan lulus dalam pelatihan yang dijalankannya selama setahun itu.

Kini berbekal keahlian tersebut, pemuda yang gemar berwirausaha ini berhasil menjadi pengusaha ponsel. Dengan usaha konter sederhana bernama “Adi Cell” tersebut, Yulianto juga aktif menjadi instruktur program pelatihan teknisi handphone di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.

Demikianlah sekelumit cerita Yulianto (28), salah satu penerima manfaat yang juga merupakan alumni IK Dompet Dhuafa 2010. Kini ia sudah dapat menikmati hasil jerih payahnya membangun usaha setelah lulus dari diklat pelatihan IK Dompet Dhuafa.

Institut Kemandirian sendiri merupakan salah satu solusi tepat dan tuntas dalam pengentasan pengangguran di Indonesia. Tidak hanya itu, IK juga menjadi pusat pelatihan keterampilan untuk mencetak tenaga terampil yang profesional, amanah dan mampu mandiri untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Setiap tahunnya Institut Kemandirian meluluskan minimal seribu alumni dengan predikat wirausaha dan pekerja dengan minimum pendapatan setara UMR. Adapun bidang pelatihan yang diajarkan antara lain pelatihan reguler dengan fasilitas perlengkapan yang dimiliki, diantaranya teknisi otomotif sepeda motor, teknisi telepon seluler, tata busana/menjahit, salon muslimah, IT desain grafis dan video editing. Selain program-program pelatihan reguler, Institut Kemandirian juga melaksanakan program-program kerjasama dengan pihak mitra. (uyang)