hit counter code


2 Tahun Berdiri, RST Dompet Dhuafa Layani 100 Ribu Lebih Pasien Dhuafa

Kesehatan, | Thu 08/2014 10:03:43
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Foto: Dokumentasi Dompet Dhuafa

BOGOR—Memasuki usia 2 tahun pada 4 Juli 2014 lalu, rumah sakit nonprofit Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa telah melayani 100 ribu lebih pasien dhuafa. Berbagai fasilitas kesehatan pun dikembangkan untuk mengoptimalkan layanan untuk pasien dhuafa.

“RST Dompet Dhuafa berusaha melengkapi fasilitas klinik dan dokter spesialis untuk rawat jalan dan fasilitas penunjang lain seperti Hemodialisa (layanan cuci darah) baru-baru ini,” ungkap Direktur Utama RST Dompet Dhuafa, dr. Yahmin Setiawan pada acara Halal bi Halal RST Dompet Dhufa pada Rabu (13/8) di Bogor.

Yahmin melanjutkan, renovasi ruangan untuk penambahan jumlah kapasitas tempat tidur saat ini juga tengah dilakukan. Jumlah kapasitas tempat tidur yang sebelumnya berjumlah 58 akan ditambah menjadi 100.

Provider BPJS

Sejak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai beroperasi pada 1 Januari 2014, RST Dompet Dhuafa pun menjadi provider Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Yahmin mengatakan, kerja sama yang terjalin ini bisa memberi peluang bagi RST Dompet DHuafa untuk meningkatkan pelayanan. Dengan menjadi provider BPJS Kesehatan, RST Dompet DHuafa bisa mendapatkan sumber dana lain dari BPJS Kesehatan, sehingga sumbangan para donatur yang selama ini digunakan untuk biaya operasional rumah sakit bisa dialihkan untuk peningkatan pelayanan.

"Sebelum menjadi provider BPJS Kesehatan, dana yang dibutuhkan RST untuk biaya operasional setiap bulannya mencapai sekitar Rp 2 miliar. Tahun 2013 lalu, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 25 miliar dengan jumlah penerima manfaat lebih dari 70.000 orang. Artinya dengan kerjasama ini, dana yang diberikan BPJS Kesehatan melalui mekanisme INA-CBGs bisa kita maksimalkan untuk pengembangan rumah sakit," katanya.

Untuk fasilitas kesehatan (faskes) tingkat dasar yang dimiliki Dompet Dhuafa seperti Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) atau klinik yang tersebar di 10 provinsi, Pos Sehat, dan juga Gerai Sehat, semua itu juga sedang dalam proses menjadi provider BPJS Kesehatan. "Untuk project awal, kerjasama terlebih dahulu akan dilakukan oleh LKC di Banten," tambahnya.

Selain itu, lanjut Yahmin, kerjasama juga dilakukan dalam bentuk sosialisasi. "Kami akan terus mengedukasi sekitar 30.000 kepala keluarga (KK) anggota Dompet Dhuafa di kawasan Jabotabek yang memiliki Jamkesmas dan jadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk menggunakan fasilitas itu," imbuh dia.

Bagi masyarakat dhuafa yang belum menjadi peserta PBI dan belum ditanggung oleh Jamkesda, Dompet Dhuafa menurutnya juga telah mendaftarkan 115 kaum dhuafa di wilayah Bogor sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan serta membayarkan preminya setiap bulan.

"Kami akan memilih kembali calon-calon peserta mana saja yang mestinya dapat ditanggung oleh dana zakat. Namun kami juga akan terus mengadvokasi supaya nantinya mereka juga mendapatkan haknya sebagai penerima PBI di anggaran JKN selanjutnya," tambah Yahmin.

RST Dompet Dhuafa merupakan merupakan fasilitas layanan kesehatan gratis milik Dompet Dhuafa. Berdiri di atas lahan seluas 7.803 m2, di desa Jampang Kec. Kemang, Bogor Jawa barat.

Dompet Dhuafa terus menggalang dana untuk membangun Indonesia yang kuat dan salah satunya melalui program RST. Dengan harapan RS Rumah Sehat Terpadu selalu siap memberikan pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa yang selama ini sulit mendapatkan akses kesehatan secara memadai. Beragam program Dompet Dhuafa selalu terbuka bagi mereka yang akan mengamalkan hartanya, salah satunya untuk menjamin kesehatan masyarakat. Sehingga partisipasi semua masyarakat baik di Indonesia dan dunia terus terhimpun untuk mensejahterakan sesama. (gie)