hit counter code


Mereka yang Menginspirasi dengan Berbakti

Kesehatan, | Thu 08/2014 13:46:54
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Shoimun (duduk) saat menerima Dompet Dhuafa Award 2014 kategori Special Award, Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bidang Dakwah. (Foto: Uyang/Dompet Dhuafa)

Usianya mungkin sudah tak muda lagi. Namun, pengabdiannya kepada masyarakat dalam berdakwah menuju kebaikan tak pernah henti-henti dilakukannya dengan menjadi pengisi acara pada program Kuliah Subuh di stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung, Jawa Barat.

Tak sia-sia perjuangan dakwah yang dilakukan Shoimun, kakek berusia 73 tahun ini. Kegiatan dakwah melalui radio yang dijalankannya selama 17 tahun ini mampu menggalang dana dan digunakan untuk membangun masjid dan sarananya senilai Rp 3,5 Milyar di Sumedang, Jawa Barat.

“Yang dilakukan seorang Shoimun mah biasa saja. Ini nggak ada apa-apanya. Saya malah ngerasa takutnya Riya kalo dapet penghargaan ini,” ujar Shoimun yang menerima Dompet Dhuafa Awards 2014, Kategori Special Award, Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bidang Dakwah ini pada Rabu (20/8) di Jakarta.

Namun demikian, Shoimun sangat bersyukur Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga kemanusiaan yang telah bergerak lebih dari 20 tahun dalam bidang pemberdayaan masyarakat ini memberikan apresiasi dan bantuan Rp 10 juta untuk membantu pesantren yang didirikannya. Saat ini pesantren tersebut sedang dalam proses pembangunan.

“Insya Allah dakwah saya nggak akan putus, sampe nyawa saya dicabut sama yang kuasa,” harap Shoimun.

Senada dengan Shoimun, Mashadi (43), pria asal Brebes, Jawa Tengah ini juga berkecimpung dalam kegiatan pemberdayaan. Namun, kegiatan pemberdayaan yang digiatkannya ini dalam bidang lingkungan.

“Saya dan pak Shoimun sama-sama kegiatan pemberdayaan, tapi hanya bidangnya aja yang beda, yang penting manfaatlah,” terang ujar bapak tiga anak ini.

Selama selama 8 tahun berturut-turut, Hasdi demikian sapaan akrabnya telah melakukan kegiatan rehabilitasi mangrove di sekitar wilayah pesisir Kabupaten Brebes secara konsisiten dan terus menerus. Walhasil, ia mampu memotivasi masyarakat serta menyadarkan masyarakat tentang perubahan iklim, dan pentingnya hutan mangrove untuk perlindungan pesisir.

Atas motivasi yang terus digencarkan pria yang tinggal di Jalan Kandri No. 08, Desa Pagejugan RT 04, RW 03, Kec Brebes, Kab Brebes, Jawa Tengah ini berhasil menyeru masyarakat dengan sukarela mau terlibat di dalam melakukan rehabilitasi mangrove, hingga terbentuknya komunitas sabuk hijau yang pada tahun 2014 sudah menanamkan hampir 200 Ha.

“Ya ini kan semata-mata demi kebaikan mereka juga, menjaga ekosistem lingkungan itu perlu,” terang peraih Dompet Dhuafa Awards 2014 pada Kategori Pejuang Lingkungan ini.

Tidak hanya itu, Program RehabilitasI Hutan Mangrove ini yang dijalankannya ini juga mampu menarik lembaga donor dan program CSR dari berbagai pihak serta meyakinkan pemerintah daerah untuk bersama-sama dengan melakukan penanaman mangrove di wilayah pesisir.

Di samping penanaman ada juga kegiatan ekonomi yang mampu memberikan peluang berusaha bagi masyarakat yang terkena dampak abrasi diantaranya kegiatan ekonomi, budi daya kepiting, ternak kambing, olahan hasil perikanan bagi ibu-ibu pesisir walaupun masih dalam skala kecil.

Dengan apresiasi dan bantuan Rp 25 juta yang diberikan Dompet Dhuafa, Hadi menuturkan, bantuan tersebut akan digunakannya untuk meningkatkan pemberdayaan pada program Rehabilitasi Mangrove dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Brebes.

“Semoga apresiasi yang saya terima ini juga bisa memberikan inspirasi kepada banyak orang,” harapnya.

Dompet Dhuafa Award 2014 Apresiasi untuk Pelaku Pemberdayaan

Presiden Direktur Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini mengatakan, Dompet Dhuafa Award 2014 ini merupakan apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang layak menjadi tauladan. Melalui program maupun kegiatan program pemberdayaan yang digiatkannya, mampu menjadi inspirasi dalam praktek pemberdayaan untuk bangsa ini.

“Apa yang dilakukan mereka (Pemenang Dompet Dhuafa award) ini sudah memiliki hasil nyata, yang berguna untuk masyarakat marginal,” terang Ahmad.

Ahmad mengharapkan, dengan mengusung tema “Menginspirasi dengan Berbakti” Dompet Dhuafa Award kali ini dapat membawa spirit baru bagi banyak kalangan untuk bersama-sama melakukan tindakan pemberdayaan demi perubahan bangsa menuju negara yang maju dan berdaya.

Malam Apresiasi untuk para pelaku pemberdayaan ini dilangsungkan pada Rabu (20/8), di Auditorium Televisi Republik Indonesia (TVRI), dengan jumlah 9 penerima awards, diantaranya, Yudik Prianto (Pejuang Ekonomi), Suprapto (Pejuang Kemanusiaan), M. Saleh (Pejuang Pendidikan), H. Shoimun (Pengabdian kepada Masyarakat dalam Dakwah), dr. Joserizal (Bidang Kesehatan), Alm Prof Muh. Amin Aziz (Life Time Achievement), Nungki Kusumastuti (Tokoh Budaya), dan NET TV (Program Lentera Indonesia Media Inspiratif). (uyang/gie)