hit counter code


Rasulullah Sang Social Entrepreneur

Sosial, | Mon 07/2014 14:37:04
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Nabi Muhammad adalah sosok multi dimensi yang menjadi teladan untuk umat manusia. Ia menjadi pribadi paripurna yang segenap manusia dapat mencontoh perilakunya. Dalam sejarah perjalanan hidupnya kita bisa mengambil pelajaran untuk perbaikan hidup kita. Dalam konteks kewirausahaan sosial, Rasulullah saw juga adalah seorang Social Entrepreneur.

Ketika Muhammad melihat keadaan sekelilingnya, beliau merasakan ada masalah di tengah masyarakatnya. Permasalahan itu  melingkupi banyak segi kehidupan. Dari mulai kerusakan moral, perbudakan, hegemoni politik dan penguasaan ekonomi oleh segelintir anggota masyarakat, serta kesenjangan kaya dan miskin yang sangat melebar. Penyebab utama banyaknya masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya adalah terjadinya pemujaan manusia kepada manusia dan pemujaan manusia kepada benda (materi) yang melahirkan paganisme.

Ketika menyadari adanya permasalahan di tengah masyarakatnya, Muhammad berusaha menemukan jawaban atas masalah tersebut. Mulailah Muhammad berpikir keras dan merenung panjang. Saat jawaban itu belum ditemukan, Muhammad masih terus mencarinya, sampai akhirnya dia menyepi di Gua Hira. Jawaban itu akhirnya ditemukan melalui datangnya wahyu dari Tuhan. Sebuah jawaban untuk mulai memberikan solusi atas keadaan yang dialami masyarakat di sekitarnya. Solusi ini merupakan sebuah inovasi baru dalam kehidupan masyarakatnya saat itu – sebuah inovasi yang terbimbing oleh petunjuk wahyu Tuhan.

Nabi muhammad kemudian mulai mengajak orang-orang di sekelilingnya untuk menempuh perubahan. Nabi Muhammad mengajak orang-orang untuk melakukan perbaikan kehidupan. Siang dan malam tiada henti Nabi Muhammad melakukan aktivitas untuk mengajak masyarakatnya. Sedikit demi sedikit masyarakat mulai tertarik dengan ajakan dari Nabi Muhammad. Ada harapan keindahan kehidupan baru yang dibawakan oleh Nabi Muhammad. Tentu saja tidak sedikit di antara anggota masyarakat yang menolak ajakan Nabi Muhammad, bahkan ada yang menentang dan merintanginya.

Untuk melakukan perubahan di masyarakat tersebut, Nabi Muhammad harus mengorganisasikan aktivitasnya secara baik. Nabi Muhammad harus memobilisasi sumber daya untuk mendukung aktivitas perubahan yang sedang dilakukan. Nabi Muhammad sangat sadar bahwa sebuah tujuan mulia tidak akan mampu dicapai tanpa pengorganisasian dan mobilisasi sumber daya yang unggul. Pengelolaan sumber daya ini meliputi pengelolaan dana, aset non finansial, sumber daya manusia, juga termasuk pengelolaan sumber daya alam. Bergabunglah berbagai kecakapan sumber daya manusia dalam barisan perbaikan keadaan masyarakat.

Melalui kesungguhan perjuangan yang luar biasa, dibarengi dengan kepiawaian pengelolaan aktivitas yang unggul, serta kepemimpinan yang mempesonakan, dampak perubahan yang dihasilkan oleh Nabi Muhammad mulai terasa. Jumlah orang-orang yang mengikuti langkah Nabi Muhammad semakin banyak. Dukungan sumber daya semakin besar, sebagian pelaku bisnis juga telah menyumbangkan kekayaan dan keuntungan usahanya untuk mendukung gerakan perbaikan kehidupan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Masyarakat semakin tercerahkan dan mulai meninggalkan aneka masalah yang dulu menggelayuti mereka.

Bahkan dampak perubahan yang dibawakan oleh Nabi Muhammad bukan lagi dalam level kelompok masyarakat atau komunitas, tapi telah sampai pada lingkup bangsa dan negara. Gerakan perbaikan masyarakat ini telah menyebar melewati batas negara dan jazirah, sampai menyebar ke seluruh penjuru dunia. Nabi Muhammad saw telah sukses melakukan perbaikan masyarakat, sehingga gemanya seakan mengguncang setiap sudut muka bumi.