hit counter code


Dompet Dhuafa Banten Berikan Beasiswa untuk Anak-anak Pemulung

Kesehatan, | Fri 09/2014 14:06:02
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Titin, mahasiswa yang menjadi best volunteer DD Banten saat menerima donasi berupa beastudi dan asrama dari DD Banten. (Foto: Dokumentasi DD Banten)

SERANG—Dengan semangat melayani dengan hati, Dompet Dhuafa Banten (DD Banten) terus menyalurkan donasi dari para donatur melalui program-program pemberdayaan tepat sasaran, salah satunya di bidang pendidikan.

Sebagai bentuk kepedulian tersebut, DD Banten menyalurkan beasiswa untuk 21 anak-anak pemulung usia sekolah. Anak-anak pemulung yang menerima beasiswa tersebut adalah binaan DD Banten melalui program Lapak Inpiratif di kawasan Pasar Induk Rau, Serang.

“Ini adalah salah satu dari bagian program DD Banten di bidang pendidikan, yaitu memberikan beastudi kepada pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu namun memiliki prestasi dan semangat belajar yang bagus,” ujar Manajer Program DD Banten, Mokhlas Pidono, di sela kegiatan penyerahan donasi dalam rangkaian acara Banten Property Expo 2014, Sabtu (30/8) lalu di Serang.

Selain anak-anak pemulung, DD Banten juga memberikan beasiswa dan asrama kepada mahasiswa kurang mampu dan relawan terbaik (best volunteer).

“Alhamdulillah, DD Banten sangat mengapresiasi pengabdian pada volunteer. DD Banten memberikan beastudi untuk volunteer yang tergabung dalam Relawan Ramadhan DD Banten 1435 H dengan penghimpunan tertinggi,” tambah Mokhlas.

Hal senada juga disampaikan Pimpinan Cabang DD Banten Abdurrahman Usman. Usman mengatakan, DD Banten berkomitmen memutuskan mata rantai kemiskinan dengan mengupayakan pendidikan yang mudah dan berkualias bagi anak-anak Banten, terutama pendidikan tinggi. Ia berharap, selain memiliki bekal pengetahuan yang baik, para penerima manfaat juga mampu menjadi agen perubahan dalam menyebarkan kebaikan.

“Pendidikan akan menciptakan situasi bangsa ke arah yang lebih bermartabat. Asrama volunteer bukan sekadar tempat tinggal untuk mereka sebagai mahasiswa yang harus berpacu di bidang akademik, namun juga menjadi wadah pembelajaran atau laboratorium kehidupan bagi mereka sebagai bagian dari kehidupan sosial,” pungka Usman. (chogah/gie)