hit counter code


Berdayakan Nelayan Melalui Tangan Para Ibu Hebat

Kesehatan, | Thu 09/2014 17:44:20
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Foto: Turi penerima manfaat Masyarakat mandiri, saat menjajakan bakso, usaha yang digelutinya (Foto Dok. MM DD)

Terik matahari begitu panas siang itu, tak menyurutkan langkah Turi, salah satu ibu muda penjaja bakso ikan, berkeliling ke sudut-sudut kampung di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandang Haur, Indramayu, Jawa Barat. 

Berbekal dua termos besar dan sebuah keranjang, Turi nampak bersemangat menjalani profesi yang setiap hari dimulai pada siang hingga menjelang magrib. Bukan tanpa sebab, Turimembanting tulang berjualan demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga tercinta.

Bagaimana tidak, suaminya yang hanya seorang nelayan berpenghasilan tak menentu dan bergantung pada musim. Tentu, dengan kondisi perekonomian yang dirasakan sangat pas-pasan itu membuatnya mengambil langkah untuk menggeluti usaha bakso ikan.

“Kalo lagi musim angin suami nggak ngelaut, penghasilan dari mana kalo nggak usaha gini,” ujar Turi sambil melayani pelanggannya.

Alhamdulillah, dengan usaha yang ditekuninya,kiniTuri mampu memiliki penghasilan sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu setiap harinya. Atas hasil jerih payahnya tersebut, ia pun kini dapat mencukupi kebutuhan dapur dan sekolah anak-anaknya.

Demikianlah sekelumit cerita Turi, salah satu penerima manfaat Program Perempuan Wirausaha yang digulirkan oleh Masyarakat Mandiri (MM) Dompet Dhuafa. Perempuan berusia 35 tahun ini mampu memanfaatkan potensi perikanan di kampungnya dengan kreatifitas dan keuletan yang dimilikinya.Ia mampu membuat baso ikan dan menjajakan keliling kampung.

Program Perempuan Wirausaha yang bergulir di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandang Haur, Indramayu sudah mulai menampakkan hasil. Rata-rata mitra yang bergabung merupakan para ibu rumah tangga yang merupakan pedagang ikan mentah dan produk olahan ikan. Letaknya yang berbatasan langsung dengan pantai menjadikan nelayan menjadi sumber mata pencaharian mayoritas penduduk desa.

Selama ini, nelayan seolah-olah menjadi masyarakat yang terpinggirkan dari sisi ekonomi. Kondisi cuaca, fluktuasi harga BBM dan harga ikan yang relatif rendah membuat mereka tidak berdaya. Perlu langkah kongkrit yang mampu menggairahkan profesi nelayan.

Selain Turi, masih ada 75 mitra lain yang mendapat manfaat dari program pemberdayaan yang dilakukan oleh Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa. Program yang berjalan selama dua tahun tersebut, diharapkan menjadikan para mitra dampingan mampu mandiri dan berinovasi dalam memajukan usahanya.

Berharap dengan adanya pogram tersebut akan lahir Turi yang lain, yang mampu memanfaatkan peluang dan berani berfikir beda. Pemberdayaan menjadi salah satu metode yang tepat untuk mengubah pola fikir dan meningkatkan derajat nelayan secara ekonomi. (Slamet/Uyang)