hit counter code


Lewat Santunan Makanan, Dompet Dhuafa Beri Kebahagiaan Penderita Gangguan Jiwa

Kesehatan, | Tue 09/2014 13:46:57
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Tim LPM Dompet Dhuafa memberi makan salah seorang penderita gangguang jiwa. (Foto: Dokumentasi LPM Dompet Dhuafa)

Bagi sebagian orang, berinteraksi dengan penderita gangguan jiwa adalah hal yang sangat berbahaya dan mengancam keselamatan. Kehidupan yang terkesan liar dan tidak terurus pun menambah kesan jijik bagi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) ini.

Maka tidak heran, bila banyak orang yang tidak mempedulikan nasib dan keadaan mereka yang semakin terpuruk. Padahal, para ODMK ini juga membutuhkan bantuan layaknya manusia normal lainnya. Kebutuhan berupa makanan untuk memberi energi sehari-hari adalah contohnya.

Mengingat hal tersebut, Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menggulirkan Program Santunan Makanan Penderita Gangguan Jiwa. Melalui program ini, Dompet Dhuafa memberikan santunan makanan yang berisikan nasi dilengkapi lauk-pauk seperti ayam, telur, dan sayur mayur, serta sebotol air mineral kepada para ODMK di sekitar wilayah Jabodetabek.

Menurut Kordinator Layanan Mustahik LPM Dompet Dhuafa, Lukman, program yang telah berjalan selama setahun ini setiap bulannya menyantuni sebanyak 20 penerima manfaat. Para penerima manfaat umumnya ditemui di pinggir jalan, stasiun, terminal, bahkan lebih mirisnya lagi sedang mengais sisa makanan di tempat pembuangan akhir.

“Alhamdulillah, bila digabungkan jumlah penerima manfaat periode Januari hingga September 2014 sebanyak 180 penerima manfaat. Kita biasa survei ke lokasi di mana mereka tinggal,” ujarnya.

Lebih lanjut Lukman menuturkan, butuh kesabaran yang kuat dalam menjalani ini. Pasalnya, tidak mudah memberikan pengertian bagi penderita gangguan jiwa saat ingin memberikan santunan makanan. Berbagai pengalaman pun pernah dialami tim survei LPM Dompet Dhuafa. Penderita gangguan jiwa mengamuk saat diberikan makanan, hingga mengejar dan melempari tim survei dengan batu menjadi cerita tersendiri.

Menurut Lukman, berbagai pengalaman tersebut tersebut tidak mengendurkan semangat para tim survei LPM Dompet Dhuafa dalam menjalani program, malah menjadi pemicu semangat untuk terus menebar kebaikan dalam membantu sesama.

“Para penderita gangguan jiwa ini juga butuh kesejahteraan walau hanya diberi makanan. Semoga program ini terus menebar manfaat,” harapnya. (uyang/gie)