hit counter code


“Allah Akhirnya Mendengar Doa Saya”

Kesehatan, | Mon 10/2014 17:10:57
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Desi (kanan) penerima manfaat LPM Dompet Dhuafa saat berjualan makanan ringan di sekitar tempat tinggalnya, Koja, Jakarta Utara.

Sambil berkeliling menawarkan makanan ringan yang dijajakannya, ia nampak begitu semangat. Guratan senyum yang selalu mengembang manis saat beraktivitas sehari-hari. Ya, semua itu dilakukan Desi (17) demi menebus ijazah SMAnya yang masih tertahan di sekolah, lantaran masalah administrasi yang belum dilunasinya.

Keterbatasan ekonomi yang dirasakannya selama ini, mengharuskan Desi hidup mandiri dan membantu mencari nafkah untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Maklum, sang ayah yang bekerja sebagai kenek container dan jarang pulang ke rumah ini penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari. Sang ibu pun mencoba membantu memperbaiki ekonomi keluarga dengan menjadi buruh cuci harian di sekitar komplek tempat tinggalnya di kawasan Rawa badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.

“Alhamdulillah bisa bantu orangtua, meski hasilnya ngga seberapa. Yang penting ada uang buat tambah-tambah lunasin tunggakan,”ucapnya tersenyum.

Dengan kondisi seperti itu sulit bagi anak pertama dari empat bersaudara ini untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun ia tak pantang menyerah dan selalu berusaha untuk tetap bersekolah. Kegigihan dan semangat usahanya membuahkan hasil, sekolah yang ia pilih untuk melanjutkan pendidikan memberikan keringanan berupa boleh membayar sekolah sesuai kemampuannya.

“Saya nggak nyangka aja dapat ngelanjutin ke SMA waktu itu. Karena buat makan sehari-hari aja sulit,” paparnya.

Setelah tiga tahun menempuh pendidikan SMA, tidak mudah bagi Desi mendapatkan ijazah yang selama ini diharapkannya untuk melamar sebuah pekerjaan. Menurut penuturan Desi, pihak sekolah yang semula menjanjikannya untuk membayar uang SPP sesuai kemampuannya tak sesuai dengan yang diharapkan.

“Kesal juga pas mereka (pihak sekolah) ingkar janji. Saya pikir setelah lulus, ijazah saya bisa langsung dikasih,” terang Desi yang memiliki hobi membaca buku ini.

Kenyataan pahit pun harus diterima Desi. Tunggakan sebesar Rp 1,5 juta harus dilunasinya untuk mendapatkan ijazah yang selama ini diharapkannya.

Melihat kegigihan Desi dalam memperbaiki ekonomi keluarganya, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) membantu melunasi biaya administrasi sekolah sebesar Rp 1,5 juta. Alhamdulillah, kini ijazah yang diidamkannya pun telah berada di tangannya. Tidak hanya itu, melalui ijazah tersebut, ia telah mendapat pekerjaan.

Alhamdulillah, kini ia pun dapat memberikan sebagian penghasilannya kepada keluarganya untuk kebutuhan hidup sehari-hari  dan membiayai pendidikan ke 3 orang adiknya.

“Allah telah mendengarkan doa-doa saya, sehingga saya dapat menebus ijazah berkat Dompet Dhuafa,” pungkasnya. (Uyang)