hit counter code


Kini, Guru Penuh Gagasan Kreatif Itu Telah Pergi… (Mengenang Jamilah Sampara, Guru SGI Dompet Dhuafa Angkatan V)

Kesehatan, | Fri 11/2014 16:48:11
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Jamilah Sampara, SPd., Guru SGI Dompet Dhuafa yang bertugas di SDN Banyuasih, Pandeglang, Banten. (Foto: Dokumen SGI)

Senyum keceriaan yang sehari-harinya menghiasi wajah guru yang terkenal murah senyum ini sudah tidak akan lagi terlihat. Tepat setahun menjelang akhir purna tugasnya sebagai seorang guru, Allah telah memiliki rencana terbaik bagi Jamilah Sampara, SPd., salah satu guru transformatif Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa, yang telah berpulang disisi-Nya saat menunaikan tugasnya di SDN Banyuasih 02 Kampung Muara Jaralang, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang-Banten.

Semasa hidupnya, Jamilah dikenal sebagai sosok guru yang memiliki banyak ide kreatif dalam membantu murid-muridnya yang berjumlah 86 siswa memahami berbagai mata pelajaran. Jamilah mencoba memanfaatkan alat peraga pembagian dari Dinas daerah setempat yang sudah lama tertumpuk dikarenakan banyak guru di sekolah itu yang tak memahami alat peraga tersebut.

“Biasanya saya mengajar dengan metode demonstrasi atau pengenalan langsung kepada siswa dengan gambar atau alat peraga. Hal inipun saya lakukan sebagai pembelajaran bersama bagi guru-guru di sekolah ini,” ujar Jamilah semasa hidupnya.

Semangatnya dalam mencerdaskan anak-anak bangsa negeri ini tidak hanya sampai disitu saja. Aktivitas sehari-hari di penempatan banyak dihabiskannya dengan mengisi kegiatan yang lagi-lagi membawa banyak manfaat seperti memberikan les tambahan siswa kelas 6 untuk menghadapi Ujian Nasional setiap hari kamis, jumat, dan minggu. Memberikan les kepada siswa-siswa yang membutuhkan tambahan pelajaran atau mengerjakan PR. Menjalani kegiatan sore menyenangkan bagi anak-anak sekitar tempat tinggal (istana anak).

Selain itu, kegiatan Malam Bina Taqwa(Mabit) untuk anak-anak sekitar tempat tinggal pun dilaksanakan setiap 2 kali seminggu.  Dalam kegiatan mabit biasanya Jamilah mengisinya dengan dongeng kisah tauladan.

Seolah tak ingin berhenti dari kegiatan yang memberi manfaat bagi banyak orang, di waktu libur pun, alumnus  Universitas Muhammadiyah Makassar, Jurusan Pendidikan Matematika ini, mengadakan kegiatan olahraga atau senam sehat dan latihan upacara bagi siswa-siswanya di setiap hari Minggu.

Kini, guru penuh gagasan kreatif dalam mengajar itu telah pergi untuk selamanya. Jamilah Sampara bukan hanya seorang guru, melainkan pejuang bagi bangsa ini yang telah mengabdikan dirinya untuk mendidik anak bangsa pelosok negeri. Semoga, pengabdiannya untuk bangsa ini dapat menjadi tauladan kita semua dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermanfaat lagi dengan sesama. (uyang)