hit counter code


RST Dompet Dhuafa Kembali Tangani Pasien Gizi Buruk

Kesehatan, | Tue 12/2014 13:34:22
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Fauzi bersama ibunya, Sarah, di ruang rawat inap RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Fauzi merupakan pasien gangguan gizi yang ditangani RST Dompet Dhuafa. (Foto:Septi/RST Dompet Dhuafa)

BOGOR –RS. Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa kembali menangani pasien gizi buruk. Kali ini, pasien tersebut bernama Fauzi yang merupakan balita berumur 2,7 tahun.

Fauzi dilarikan ke rumah sakit nonprofit untuk dhuafa tersebut pada Sabtu (29/11) lalu lantaran daya tahan tubuh yang lemah akibat penyakit gangguan gizi yang dideritanya sejak dua tahun terakhir. Saat ditemui di ruang rawat inap anak RST Dompet Dhuafa, Sarah, ibunda Fauzi, menuturkan bahwa anak bungsunya sudah sejak lahir bolak-balik berobat ke puskesmas.

“Waktu bayi diketahui ada cairan di paru-parunya, sehingga Fauzi juga terkadang suka sesak,” ucap Sarah yang merupakan warga Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini.

Selama dua tahun, Fauzi pun hanya dibawa berobat ke puskesmas oleh orang tuanya akibat keterbatasan biaya. Selama pengobatan kondisi Fauzi turun naik, sembuh namun setelah itu kambuh lagi.

Sebelum dibawa ke RST Dompet Dhuafa dengan diantar oleh seorang relawan kesehatan, pihak keluarga sempat menolak karena khawatir tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Terlebih ia dan seluruh keluarganya juga tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Khaerudin, ayah Fauzi, bekerja sebagai pemulung di sekitar Desa Tenjo dengan pendapatan Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per hari, sedangkan Sarah hanyalah seorang ibu rumah tangga. Penghasilan ala kadarnya tersebut harus Khaerudin gunakan untuk menghidupi istri dan empat orang anaknya.

Saat ini berat badan Fauzi hanya berkisar 6,2 kilogram. Dokter mendiagnosa Fauzi menderita Marasmus Kwashiorkor yaitu penyakit yang disebabkan karena kekurangan kalori dan energi protein pada tubuh.

“Kondisi yang dikeluhkan pasien saat ini adalah batuk, pilek, dan sesak. Setelah dikonsultasikan ke dokter spesialis anak RST, terapi yang akan diberikan saat ini yaitu imunisasi karena pasien belum pernah mendapatkan imunisasi,” ucap perawat ruangan.

“Untuk terapi perbaikan gizinya sendiri masih menunggu konsultasi terlebih dahulu ke dokter spesialis gizi klinik RST, “ tambahnya.

Melihat perutnya seperti membuncit, beberapa tulang tubuhnya yang menonjol serta lingkar kepala tengkorak kepala yang membesar tentu memunculkan keprihatinan bagi siapapun yang melihatnya.

Fauzi tentu bukanlah balita pertama dengan kasus gizi buruk yang ditangani oleh RST Dompet Dhuafa. Hingga menjelang akhir tahun 2014 ini saja sudah lebih dari 600 pasien gangguan gizi yang mendapatkan penanganan di RST. (tie/gie)