hit counter code


Kegigihan Saryani Menjadi Pejuang Keluarga

Kesehatan, | Thu 12/2014 09:43:32
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Saryani (43) penerima manfaat LPM Dompet Dhuafa pada Program Ibu Tangguh (Foto: Dokumen LPM)

Meski cobaan hidup selalu datang bertubi-tubi menghampirinya, tak membuat Saryani (43) pantang menyerah dalam menjalaninya. Keterbatasan ekonomi yang mendera selama ini merupakan salah satu ujian hidup yang dirasanya bersama keluarga. Seolah belum usai ujian yang tengah dihadapi, kini ia harus menghadapi kenyataan, kedua anaknya mengalami gangguan jiwa sejak 4 tahun yang lalu. Bahkan, Dani (25) anak pertamanya kini kedua kakinya harus dirantai agar tidak melarikan diri dari rumah.

“Sudah pernah dibawa berobat ke rumah sakit di Bogor. Tapi setelah berobat, anak saya masih kambuh-kambuhan,” ujar Saryani, saat tim survey Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa menyambangi kediamannya di Kampung Cilejit Rt. 004/005, Batok, Tenjo,  Bogor, Jawa Barat pada November lalu.

Cobaan seolah tak mau lari dari kehidupan Saryani dan keluarganya. Suaminya yang dulu menjadi penopang hidupnya sehari-hari pun tengah menderita sakit yang cukup parah, sehingga tak mampu lagi mencukupi kebutuhan keluarga.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari, kini Saryani hanya mampu mengandalkan warung kecil yang berada di halaman rumahnya. Kondisi usaha warung yang dirintisnya sudah sangat memprihatinkan. Nyaris tidak ada bahan dagangan yang dimilikinya untuk dijual, hanya terdapat sisa-sisa makanan ringan saja yang bisa dijajakannya.

“Mau belanja barang dagangan tapi nggak ada modal. Tapi alhamdulillah, banyak tetangga juga yang bantu saya mencukupi kebutuhan meski seadanya,” paparnya.

Terasa berat memang beban yang dirasakannya, namun ia sangat berusaha menerima semua keadaan dan tetap gigih dalam menjalani hidupnya. Saryani berusaha bersyukur dalam setiap keadaan yang dijalaninya bersama keluarga dan jauh dari kata mengeluh ketika dirinya kini telah menjadi tulang punggung keluarga. Kini ia sangat berharap, suatu saat akan mendapatkan bantuan dari pihak manapun, untuk membantu usaha warungnya yang kini hampir gulung tikar.

Melihat semangat dan kegigihan yang ditunjukkan Saryani dalam menjalani kehidupan sebagai tulang punggung keluarga, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM), tergerak untuk membantu ‘Ibu Tangguh’ ini mewujudkan harapannya dalam Program Ibu Tangguh yang dijalankan LPM dengan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 800 ribu, agar usaha warungnya mampu berkembang.

Semoga semangat dan kegigihan Saryani menjalani kehidupannya menjadi tauladan bagi kita semua bahwa sesulit apapun keadaan yang sedang dirasakan dalam kehidupan ini harus dijalani dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Tetap tersenyum wahai ibu, semangatmu dalam menjalani kehidupan mengilhami kita semua. (Uyang)