hit counter code


Sinergi dengan Tim Relawan Gabungan, Dompet Dhuafa Gelar Sekolah Ceria, Hibur Anak Korban Longsor Banjarnegara

Kesehatan, | Wed 12/2014 13:33:22
Dompet Dhuafa Post Image
Share

BANJARNEGARA- Keceriaan nampak terlihat di wajah anak-anak korban longsor Banjarnegara saat mengikuti kegiatan Sekolah Ceria yang dilgelar tim relawan kemanusiaan Dompet Dhuafa bekerja sama dengan tim relawan gabungan mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Persatuan Bulan Sabit Merah Indonesia, pada Rabu (17/12) di posko pengungsian Balaidesa Leksono, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

“Saat ini, anak-anak sedang bermain lipat kertas (origami), tiup balon, mewarnai, dan bernyanyi bersama. Mereka nampak bergembira sekali,” ujar Siska, Relawan Dompet Dhuafa dari Sekolah Guru Indonesia (SGI).

Siska menuturkan, diadakannya kegiatan Sekolah Ceria ini bertujuan untuk membantu menyembuhkan trauma dari anak-anak pengungsi. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengusir kebosanan anak-anak dan menciptakan suasana menyenangkan di pengungsian.

“Kegiatan ini juga menjadi pemanasan kembali setelah anak-anak lama tidak bersekolah akibat bencana longsor,” terangnya.

Di sisi lain, Amel (8), salah satu peserta kegiatan Sekolah Ceria mengaku, merasa bergembira dan antusias sekali saat terlibat dalam permainan yang disuguhkan oleh tim gabungan relawan kemanusiaan. Bocah menggemaskan yang masih duduk di kelas 3 SD ini sejak 5 hari tinggal di posko pengungsian bersama kedua orangtua dan 3 saudaranya dikarenakan jarak rumahnya berdekatan dengan lokasi bencana.

“Biasanya saya cuma main bola aja sama teman-temannya. Tapi sekarang banyak permainan lain jadi nggak bosan lagi,” ucapnya lugu.

Rencananya, kegiatan Sekolah Ceria ini akan dilanjutkan di beberapa titik posko pengungsian lainnya. Sebelumnya, tim relawan kemanusiaan Dompet Dhuafa telah menggelar kegiatan Sekolah Ceria di posko pengungsian Perhutani Karangkobar pada Ahad (14/12) lalu. Pada kegiatan tersebut, Dompet Dhuafa bekerja sama mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjalani terapi psikologi bagi anak-anak korban bencana. (uyang)