hit counter code


Anak Divonis Usus Buntu, Sang Ibu Gigih Upayakan Kesembuhan

Kesehatan, | Fri 12/2014 11:07:21
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Setiap ibu dibelahan dunia manapun selalu mengharapkan kedua buah hatinya dalam kondisi yang sehat. Begitu juga yang diharapkan Aminah (36), seorang ibu rumahtangga yang tinggal di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Baginya, kesehatan buah hatinya menjadi prioritas utama yang menjadi fokus perhatiannya.

Namun, perasaan gelisah pun mulai menghampiri ibu yang baru memiliki seorang putri ini. Lutfia Anida, putrinya yang berusia 1 tahun, didiagnosa oleh dokter terserang penyakit usus buntu, sejak sakit dibagian perut sebelah kiri telah dirasakannya sebulan yang lalu.

“Saya cemas banget. Kalo malem sering nangis pegang-pegang perut katanya sakit di sebelah kiri. Saya langsung bawa aja berobat ke sini,” ujarnya saat mendatangi klinik Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa pada Jumat (12/12) lalu.

Rasa sakit yang dikeluhkan sang anak membuat Aminah sangat terpukul. Ia pun tak pikir panjang lagi. Bersama sang suami, ia langsung membawa sang buah hati untuk berobat ke klinik yang memberikan pelayanan kesehatan terpadu gratis bagi kaum dhuafa ini. Ia menceritakan, awalnya sang anak sudah pernah dirujuk di salah satu rumah sakit swasta. Namun, karena biaya pengobatan yang tidak bersahabat membuatnya beralih ke klinik lain.

“Suami saya cuma buruh di matrial. Jangankan buat berobat, buat makan sehari-hari aja saya udah syukur. Apalagi saya sekarang masih tinggal sama mertua. Saya ngerasa beban aja,” terangnya.

Atas kondisi yang dialami Lutfia, lebih lanjut Aminah bercerita, bila kondisi sang anak masih mengalami sakit perut berkepanjangan selama 5 hari, sang dokter menyarankan agar Lutfia menjalani rontgen dan menunggu hasilnya. Bila positif menderita usus buntu, disegerakan untuk mengikuti tindakan medis selanjutnya.

“Dokter bilang kalo ini usus buntu, anak saya disuruh operasi. Ya saya sih cuma bisa doa dan pasrah aja sekarang, yang penting anak saya sembuh,” ucapnya lirih.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Aminah selalu berusaha untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik untuk kesembuhan sang buah hati. Kesabarannya dalam menerima cobaan dan mengurus sang anak dengan penuh keikhlasan ini semoga mampu menjadi inspirasi keteladanan bagi seluruh kaum ibu. (uyang)