hit counter code


Upayakan Kurangi Angka Kemiskinan di 2015, Dompet Dhuafa Ikhtiar Lewat Program Pemberdayaan

Kesehatan, | Wed 12/2014 11:24:25
Dompet Dhuafa Post Image
Share

JAKARTA- Kemiskinan masih menjadi persoalan utama yang melanda negeri ini. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada bulan Maret 2014, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,280 juta orang, atau 11,25 persen dari keseluruhan total jumlah penduduk Indonesia, kemiskinan masih berpusat di desa-desa. Selain itu, kemiskinan pun diperkirakan akan semakin merajalela, saat pemerintahan baru memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Program-program pemerintah sangat bagus sekali yang keseluruhannya telah mencangkup semua bidang. Tapi belum semua programnya berjalan mulus,” ujar Enny Sri Harti, Pembicara dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), saat mengisi Seminar Indonesia Poverty Outlook 2015 yang digelar Dompet Dhuafa, Selasa (23/12), Gedung Sucofindo, Jakarta.

Lebih lanjut Enny menilai, selama ini beberapa program pemerintah hanya sekadar memberikan bantuan secara tunai saja. Untuk program-program pemberdayaan pemerintah sendiri baik dalam bidang ekonomi dan sosial pengelolaan programnya belum berjalan secara efektif sehingga belum mampu mengatasi masalah kemiskinan yang terjadi.

“Jangan sekadar bantuan. Tapi diberikan program pemberdayaan berkelanjutan dengan pendampingan yang baik. Saya rasa program-program pemberdayaan Dompet Dhuafa bisa jadi contoh yang tepat untuk menguraikan masalah kemiskinan ini,” paparnya.

Senada dengan Enny, Vivi Alatas, Senior Economi World Bank, yang juga merupakan pembicara dalam seminar tersebut menuturkan, pemerintah harus menata kembali pengelolaan program-program pemberdayaan untuk pengentasan kemiskinan dalam hal ini harus lebih tepat manfaat, sasaran, waktu, dan implementasinya.

“ Anak-anak miskin di Indonesia tingkat pendidikannya masih rendah, sehingga belum mampu memutus rantai kemiskinan yang dirasakan orangtuanya. Hal tersebut terjadi karena biaya dan sarana masih menjadi penghalang,” terang Vivi.

Lebih lanjut vivi menambahkan, peran civil society sangat dibutuhkan untuk membantu mengurai permasalahan kemiskinan. Sebagai lembaga kemanusiaan, Dompet Dhuafa melalui program-program pemberdayaannya telah berpatisipasi aktif dalam membantu pemerintah guna mengurangi angka kemiskinan.

Ahmad Juwaini, Presiden Direktur Dompet Dhuafa mengungkapkan untuk mengurangi dampak kemiskinan sendiri, Dompet Dhuafa terus berikhtiar dengan membangun program-program pemberdayaan untuk masyarakat kecil, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi dan sosial.

“Alhamdulillah, dari banyaknya Perguruan Tinggi yang meneliti program pemberdayaan kami, ternyata Dompet Dhuafa mampu mengurai kemiskinan hingga 28 persen. Buat kami ini merupakan hasil yang baik. Kami akan optimalkan program pemberdayaan agar lebih banyak masyarakat dhuafa semakin berdaya,” pungkasnya. (uyang)