hit counter code


Sahajanya Kasepuhan Sinar Resmi

Kesehatan, | Fri 12/2014 17:01:23
Dompet Dhuafa Post Image
Share

Fadlun Arifin

Sahajanya Kasepuhan Sinar Resmi

 

Rumah Adat Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok Sukabumi

Kasepuhan sama artinya dengan sepuh, sudah tua, ini menunjukkan bahwa disuatu tempat tersebut masih mempertahankan adat-istiadat lama dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari - hari. Sabtu, 20 Desember 2014 saya berkesempatan mengunjungi salah satu kasepuhan Banten Kidul. Kasepuhan Bantel Kidul sendiri merupakan kelompok masyarakat adat adat Sunda yang tinggal di sekitar Gunung Halimun, terutama wilayah Kabupaten Sukabumi sebelah barat hingga ke Kabupaten Lebak, dan ke utara hingga ke Kabupaten Bogor. Perjalanan yang ditempuh cukup jauh juga dari Jakarta, sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil ELF, saran saya jangan menggunakan bis menuju Kasepuhan "Sinar Resmi", karena medan perjalanan cukup menengangkan.

Berbicara tentang Kasepuhan Sinar Resmi yang terbayang pastinya desa yang sejuk, tentram dan penduduknya sangat patuh dengan adat istiadat yang berlaku. Istilahnya "kaolotan", kebiasaan kehidupan sehari -hari telah diatur dalam hukum adat atau aturan adat. Apabila dilanggar atau tidak ditaati "kabendon" atau kualat balasnnya. Di Kasepuhan Sinar Resmi pemimpin adat digelari "Abah". Abah Asep dan Ambu sudah siap menyambut kedatangan rombongan "CareVisit AgriCulture Dompet Dhuafa" sore ini. Banyak acara yang di tunjukkan untuk menyambut kedatangan para tamu.

Ada satu hal yang tidak boleh ditinggalkan oleh masyarakat adat Kasepuhan yaitu bertani. Bertani merupakan mata pencaharian mereka sehari-hari, mulai dari bertani disawah, ladang dan kebun. Untuk Pertanian yang menjadi prioritas mereka yaitu untuk pesawahan. Alam adalah salah satu kebutuhan warga Adat. Warga adat Kasepuhan tidak bisa hidup tanpa adanya alam. Alam sangat berguna bagi warga adat Kasepuhan, contohnya hutan. Hutan, selain menghasilkan air, juga sebagai sumber obat-obatan tradisional dan sebagai mata pencaharian bagi warga masyarakat adat kasepuhan. Air juga digunakan untuk mengairi pesawahan yang ada di sekitar warga adat Kasepuhan. Mata pencaharian utama warga adat kasepuhan yaitu bertani terutama untuk pesawahan dan berladang merupakan pekerjaan  sampingan.

Warga adat Kasepuhan pekerjaan utamanya bertani di pesawahan dan itu memerlukan air. Oleh karena itu masyarakat adat sangat menjaga kelestarian hutan yang merupakan sumber penghidupan bagi mereka. Dalam kelembagaan adat, telah diatur tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh warga adat kasepuhan. Ngajaga leuweng adalah merupakan salah satu bentuk kepedulian warga adat Kasepuhan dalam menjaga dan melestarikan hutan.

Padi Langsung ditumbuk di Kasepuhan Sinar Resmi

Hutan merupakan kebutuhan yang paling utama bagi masyarakat adat Kasepuhan. Hutan fungsinya sangat banyak sekali meramahkan lingkungan, memberikan air dan mencerminkan  keindahan satu daerah dimana Kasepuhan berada di daerah perbukitan yang suhu udaranya dingin sesuai dengan kodrat alam yang diberikan kepada daerah Kasepuhan. Kebersamaan warga Kasepuhan (incu putu) dalam melestarikan alam pada perinsipnya sama dengan pemerintah melalui Taman Nasional Gunung Halimun Salak TNGHS  karena Kasepuhan berada dikaki gunung TNGHS, Dimana Alam/hutan  dengan manusia saling membutuhkan. Oleh karena itu, ekosistim melestarikan Alam/hutan dilingkungan warga Adat adalah tetap menjadi kebiasaan.

Segarnya Air di Kasepuhan Sinar Resmi

Menjaga flora dan fauna, mengutuhkan sumber mata air menanam pohon di tempat hutan yang gundul  dengan tanaman hortikultura (budidaya buah, sayuran, bunga, obat-obatan dan lain-lain). Penjaga leuweung (hutan) dipimpin oleh satu orang pimpinan, dan dibantu oleh masyarakat adat yang lain. Bertugas memastikan hutan agar tetap hijau dan juga memastikan apakah ada penebang liar yang masuk atau tidak. Warga adat Kasepuhan sangat peduli dalam menjaga hutan.Meskipun warga Kasepuhan tinggal di Kawasan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak), ekosistem hutan masih terjaga dengan baik, kaya dengan berbagai jenis flora dan fauna.

Selasa, 23 Desember 2014

Tulisan ini sudah melalui editing tanpa mengurangi substansinya, disadur dari: http://www.ibufadlun.com/2014/12/sahajanya-kasepuhan-sinar-resmi.html