hit counter code


Anak Derita Penyakit Langka, Ibu ini Berjuang dengan Berdagang Keliling

Kesehatan, | Thu 01/2015 11:06:58
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Rahayu Slamet saat menggendong anaknya, Bugi, keluar rumah. Bugi menderita penyakit langka Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP). (Foto: Yogi/Dompet Dhuafa)

Usia pria itu sudah mencapai kepala tiga. Namun, pria yang bernama Bugi (36) itu tetap digendong oleh sang ibu saat hendak keluar rumah. Hal itu telah dilakukan sang ibu sejak tahun 1991 lalu saat Bugi berumur 13 tahun. Semua itu dilakukan lantaran Bugi menderita penyakit langka bernama Fibrodysplasia Ossificans Progressiva (FOP).

FOP merupakan penyakit yang menyebabkan jaringan lunak di seluruh tubuh berubah menjadi tulang. Pada dasarnya sistem tulang saling terhubung, namun penyakit FOP malah mengeraskan jaringan yang lunak seperti otot, dan urat sehingga mengubah tubuh Bugi seakan menjadi batu.

“Awalnya jatuh di sekolahan waktu SD. Jatuh duduk. Setelah itu anak saya jadi kaku. Sudah dioperasi juga,” ucap Rahayu Slamet (67), sang ibu.

Kehidupan Rahayu dan Bugi pun semakin berat setelah ia ditinggal sang suami yang bekerja sebagai sopir angkot tujuh tahun yang lalu. Rahayu pun berjuang seorang diri merawat Bugi. Mulai dari urusan Bugi berpakaian, ke kamar mandi, hingga makan semua Rahayu urus dengan tangannya sendiri.

“Setiap minggu Bugi harus periksa dua kali di RSUD Tangerang Selatan. Saya sewa angkot Rp. 100 ribu-Rp.150 ribu,” ujar Rahayu.

Guna memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan Bugi, Rahayu berjuang dengan berdagang kebutuhan sembako, kopi, dan makanan ringan dengan berkeliling di sekitar rumahnya di bilangan Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Dari usaha berdagang keliling tersebut, Rahayu memang mendapatkan penghasilan. Namun demikian, penghasilan yang ia dapat hanya dapat memenuhi kebutuhan secukupnya bahkan kerap kurang.

“Saya lakukan apa saja untuk hidup saya dan anak saya selama itu halal. Dulu malah saya jualan jamu,” ujarnya.

Atas perjuangan Rahayu dan melihat kebutuhannya, pertengahan 2014 lalu, ia mendapatkan bantuan program Ibu Tangguh dari Dompet Dhuafa. Rahayu mendapatkan bantuan modal dagang sebesar Rp 500 ribu dan selama enam bulan mendapatkan jaminan makanan untuk kebutuhan sehari-hari sebesar Rp 350 ribu.

“Makasih banyak buat Dompet Dhuafa dan para donatur. Saya terbantu sekali. Semoga Allah membalas berlipat-lipat kebaikan para donatur dan semoga anak saya Bugi ini bisa sembuh,” kata Rahayu meneteskan air mata. (gie)