hit counter code


Dompet Dhuafa Berdayakan Petani Madu Hutan Ujung Kulon

Kesehatan, | Fri 01/2015 15:26:16
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Salah seorang petani madu hutan Ujung Kulon saat hendak mengambil madu. (Foto: Dokumentasi Dompet Dhuafa)

UJUNG KULON—Melalui program Grant Making, Dompet Dhuafa memberdayakan petani madu hutan di Ujung Kulon, Banten. Program ini terlaksana atas sinergi Dompet Dhuafa dengan Perhimpunan Hanjuang Mahardika Nusantara (PHMN), sebuah lembaga sosial masyarakat lokal Banten yang bergerak di bidang advokasi dan pemberdayaan masyarakat.

Program Grant Making tersebut menginisiasi petani madu untuk dapat menerapkan panen madu lestari, meningkatkan kualitas madu serta akses pemasaran secara massif. Secara turun temurun, masyarakat Ujung Kulon memang sering memanen madu hutan karena produksi madu yang cukup banyak dan ekosistem hutan yang mendukung.

Namun demikian, semakin lama populasi sarang lebah di hutan berkurang karena proses memanen yang tidak lestari yakni mengambil seluruh bagian sarang lebah termasuk anakan lebah. Selain itu, madu yang mereka panen memiliki harga yang rendah hanya Rp. 15.000-Rp. 25.000/kg yang dibeli oleh para tengkulak dan tidak sebanding dengan risiko dan kerja keras mencari madu selama berhari-hari ditengah hutan.

Pada tahun 2014 lalu, melalui program pemberdayaan ini, petani madu hutan dan pengurus PHMN membentuk koperasi Hanjuang. Petani yang tergabung dalam koperasi dapat menjual madu ke koperasi dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp. 65.000/kg. Madu yang sudah dibeli dari masyarakat ini kemudian diolah menggunakan instalasi agar madu yang dijual memiliki kualitas SNI dengan kadar air hanya 20%.

Kemasan madu yang diolah pun beragam dengan ukuran 300gr-400gr perkemasan yang dijual dengan harga bervariatif sesuai ukuran. Keuntungan dari hasil penjualan madu ini pun dibagi keuntungan untuk anggota koperasi. Dengan begitu, diharapkan petani yang menjadi anggota koperasi merasakan keuntungan dan mengalami peningkatan pendapatan.

“Alhamdulillah, program Grant Making yang dibantu Dompet Dhuafa dapat meningkatkan kepercayaan diri para petani madu serta menambah kapasitas pengetahuan mereka tentang pengolahan madu,” ujar Eman Sulaeman, pengurus Koperasi Hanjuang.

Koperasi Hanjuang sebagai unit pemasaran produk madu hutan membuka akses pasar dengan menjalin kerjasama pemasaran bersama beberapa mitra. Saat ini pemasaran madu hutan tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga internasional. Beberapa Negara ASEAN seperti Malaysia dan Brunei juga pernah melakukan impor untuk produk madu hutan ini, dalam sekali pengiriman mencapai 2-5 ton madu.

Sayangnya, panen madu hutan ini sangat bergantung pada kondisi cuaca yang seringkali tak menentu. Petani hanya bisa memanen pada musim kering, karena pada musim kering lebah dapat menghimpun madu dari bunga-bunga yang berkembang, sementara pada musim penghujan tidak ada bunga. Walhail, saat musim penghujan para petani madu hutan mengandalkan sawah atau berlayar untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka.

“Grant Making adalah salah satu program yang diinisiasi untuk dapat bekerja sama dengan berbagai lembaga sosial sehingga meningkatkan daya saing produk lokal dan memberi ruang kreasi dalam lingkup pemberdayaan ekonomi, ” tutur General Manager Program Ekonomi Dompet Dhuafa, Tendy Satrio. (ana/gie)