hit counter code


Jadi Relawan Dompet Dhuafa, Sejumlah Remaja Indonesia di Qatar ini Terpacu Lebih Peduli

Kesehatan, | Sat 01/2015 17:12:28
Dompet Dhuafa Post Image
Share
Para remaja asal Indonesia di Qatar bersama Ippho Santosa (tengah). Para remaja yang mayoritas berusia Sekolah Menengah Atas tersebut bergabung menjadi relawan Dompet Dhuafa. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Oleh: Gie

QATAR—Sejumlah remaja Indonesia di Qatar yang mayoritas berusia pelajar Sekolah Menengah Atas bergabung menjadi  relawan (volunteer) Dompet Dhuafa. Bergabungnya mereka menjadi relawan bermula saat Dompet Dhuafa membuka kantor perwakilan dan menggelar acara seminar sekaligus penggalangan dana di lima kota di Qatar yakni Doha, Dukhan, Al Khor, Wakrah, dan Ummsaid pada akhir Desember 2014 lalu.

Saat gelaran Dompet Dhuafa di Qatar, para remaja putra-putri Warga Negara Indonesia yang bekerja di Qatar tersebut membantu tim Dompet Dhuafa. Mereka turut menyiapkan acara seminar Dompet Dhuafa yang mendatangkan Ambassador Dompet Dhuafa, Ippho Santosa dan Neno Warisman. Para remaja tersebut antusias sehingga ingin terus dapat membantu aktivitas Dompet Dhuafa selanjutnya.

“Saya selalu diajarkan mengambil setiap kesempatan untuk membantu orang lain. Saya suka. Membantu orang lain itu memberikan kepuasan,” ungkap Azizza Qatarina (17), salah satu relawan Dompet Dhuafa di Qatar.

Azizza menambahkan, tujuan dan keberhasilan Dompet Dhuafa juga memacu dirinya lebih peduli terhadap sesama.

“Setelah baca dan nonton video tentang Dompet Dhuafa, saya kagum. Saya sangat bangga dengan Dompet Dhuafa karena mereka telah membantu begitu banyak orang dan saya berharap akan terus seperti itu dan menginspirasi banyak orang agar membantu sesama. Jujur, Dompet Dhuafa telah mengilhami saya begitu banyak. Suatu hari saya ingin melakukan sesuatu yang besar seperti apa yang Dompet Dhuafa lakukan. Insya Allah,” kata Azizza.

Hal senada diungkap Farhan Taufik Arrahman (17), yang juga relawan Dompet Dhuafa di Qatar. Ia berharap bisa lebih peduli dan semakin banyak menolong sesama. Bagi Farhan, membantu sesama adalah aktivitas yang ia gemari.

“Ini bukan kali pertama saya melakukan aktivitas kerelawanan. Ketika masih SD, sekolah saya sering mengadakan aktivitas kerelawanan seperti penggalangan dana, membatu warga sekitar area sekolah yang membutuhkan, dan lainnya,” terangnya.

Farhan semakin tertarik menjadi relawan Dompet Dhuafa saat mengetahui visi dan misi Dompet Dhuafa. Ia mengapresiasi Dompet Dhuafa mendayagunakan dana sosial yang terkumpul untuk berbagai program pemberdayaan dan membantu kaum dhuafa, seperti layanan kesehatan cuma-cuma dan rumah sakit terpadu, beasiswa bagi anak-anak dhuafa Indonesia, dan memperdayakan masyarakat Indonesia agar terciptanya pengusaha dan lapangan kerja baru.

Sementara bagi relawan Dompet Dhuafa di Qatar lainnya, Lisan Shidqi (18) berharap dapat menambah pengalaman dan ilmu mengenai dunia filantropi. Ia pun meyakini aktivitas kebaikan seperti menjadi relawan dapat membantunya di kehidupan mendatang.

“Saya ingin mencari pengalaman tentang cara-cara pengutipan dana yang biasanya disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Saya melakukannya agar nantinya bisa mengelola sendiri badan penggalangan dana jika ada kesempatan yang memungkinkan untuk bisa membantu saudara-saudara yang kurang mampu di Indonesia,” ujar Lisan bersemangat.